Nona Lisa

Nona Lisa
Bertemu masa lalu.


__ADS_3

Siapa yang tidak iri, melihat megahnya pesta pernikahan yang para wanita pasti inginkan seperti di dalam gedung hetol bintang lima malam ini.


Dekorasi yang sangat bagus, mewah dan juga sempurna. bernuansa warna merah muda, tema dari pihak mempelai wanita yang sangat menyukai warna merah muda. Beruntung suami dari mempelai wanita tidak mempermasalahkannya, justru suaminya mendukung dan memberi kebebasan untuk istrinya yang menentukan pilihan dekorasi pernikahannya.


Lisa masuk ke dalam gedung hotel bersama dengan Riski, memakai pakaian formal. Lisa begitu anggun, memakai dres sebawah selutut berwarna biru dongker, berlengan sesiku, berkera v. memperlihatkan dada sedikit terbuka dan jenjang leher yang lagi-lagi menawan saat rambut Lisa di gelung.


Berjalan bersama dengan Riski, dengan tatapan orang yang mengira mereka sepasang kekasih. Lisa sangat cantik, terlebih memakai pakaian gaun yang sangat pas di tubuhnya dan sepatu tinggi yang bagus di jenjang kaki putih yang mulus.


Mata semua tertuju pada Lisa, berjalan sangat elegan dan senyuman sangat manis saat di tatap dan di sapa ramah oleh semua orang. Entahlah, itu tatapan memuja atau kagum dengan Lisa.


Melihat pesta pernikahan, Lisa sebagai wanita tentu saja sangat iri dengan semua yang di lihatnya. Berapa tidak iri, yang seharusnya dirinya juga sama seperti wanita-wanita lain yang ingin menjadi ratu sehari dalam pesta pernikahan dan mengabadikan foto bersama dengan teman dan juga kerabatnya.


Tapi! itu semua hanyanya hayalan. Dan tidak akan pernah terwujud, karna dirinya menikah secara tersembunyi dan hanya teman terdekat serta orang terpercaya yang tau. Tidak masalah, dan tidak akan mempermasalahkan. To ini juga sudah terjadi dan yang terpenting suaminya sangat mencintainya serta melindunginya dari orang-orang jahat yang ingin menghancurkannya.


Lisa mencari tuan rumah, dan mendapati wanita tua itu sedang mengobrol bersama dengan sepasang suami istri yang memunggunginya.


" Selamat malam bu Salma?" Sapa ramah Lisa, membuat wanita tua cantik itu bergeser sedikut untuk memberi ruang pada tamu yang ingin bertemu dengan pemilik pesta.


" Ah? Mbak Lisa, selamat malam?" Sapa balik Bu Salma dengan senang tarsenyum menyambut tamu undangan dan rekan bisnisnya.


Saling berjabat tangan dan cipika cipiki. Tentu saja pergerakan dari gadis manis itu tidak luput dari perhatian wanita tua cantik yang menatap lekat Lisa dari ujung kepala hingga ujung kaki.


" Selamat ya buk, atas pernikahan putrinya? Semoga cepat mendapatkan cucu." Kata Lisa, dengan senyum manis dan ramah. Selesai bercipaka cipiki pada pemilik pesta.


" Terima kasih mbak Lisa, terima kasih juga sudah datang ke pesta pernikahan putri saya. Saya senang lho? mbak Lisa datang?" Ujar Bu Salma, merasa senang karena Lisa datang dalam pesta pernikahan putrinya.


" Pasti saya datang buk? Kan ibu ngundang saya?" Jawab Lisa, sambil tersenyum.


" Selamat buk Salma?" Ucap Riski.


" Lho mas Riski ikut juga? Makasih mas Riski makasih? Ayo mas? Incipi makanannya? Jangan sungkan?" Tawa renyah Bu Salma.


" Saya enggak akan sungkan Buk? Kalau bisa di bungkus bawa pulang." Kata Riski.


" Ki!" Tegur Lisa, melototkan mata pada Riski.

__ADS_1


" Bisa, bisa Mas Riski? Nanti saya minta sama pelayan untuk di-,"


" Eh!! Tidak buk, tidak? Saya cuma bercanda buk?" Ringis Riski.


" Maaf buk, Riski cuma bercanda? Ini anak emang malu-maluin saja." Kata Lisa, membuat Lisa semakin meringis dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Dan Bu Salma malah tertawa senang.


" Salma?" Sapa ramah wanita tua cantik yang masih memperhatikan percakapan Lisa dan Bu Salma.


Bu Salma dan Lisa menengok ke wanita tua itu. Dan membuat Lisa membuka mata lebar serta terkejut melihat siapa yang memanggil Bu Salma.


" Ah Nir? Maaf aku sampai melupakan kamu?" Ucap Bu Salma pada wanita tua. " Kenalkan Nir, ini mbak Li-,"


" Lisa?"


" Tante?" Sapa balik Lisa, dengan senyum canggung.


" Kamu kenal Nir? Sama mbak Lisa?" Tanya Bu Salma, bergantian menatap Lisa.


" Dia temannya Fahmi?"


" Oh, Iya?" Ujar bu Salma sedikit terkejut.


" Pantasan dari tadi liatin mbak Lisa terus?" Gumam Riski, menatap lekat Mama Fahmi.


" Ma?" Sapa dari belakang Lisa, membuat Lisa dan Riski berbalik kebelakang dan memberi sedikit jalan pada seseorang.


" Lisa?" Sapa pria itu, dan Lisa tidak percaya bertemu dengan Fahmi serta ke dua orang tuanya dalam pesta malam ini. Terutama dengan Ayah Fahmi, yang menatapnya.


" Kamu ada di sini?" Tanya Fahmi begitu senang bertemu Lisa.


" Mbak Lisa ini Tante undang Fahm? Kan mbak Lisa rekan bisnis tante?" Jawab Bu Salma.


" Rekan Bisnis?" Tanya Mama Fahmi.


" Iya Nir? Mbak Lisa ini ya, masih muda tapi usahanya banyak sekali. Aku ngambil barang toko di mbak Lisa ini?" Jawabnya dengan bangga, dan senang bekerja sama dengan Lisa.

__ADS_1


" Maksudnya?" masih belum mengerti, dan belum memahami apa yang di katakan Bu Salma. " Bukannya Nak Lisa ini pegawai toko di mall?" Imbuhnya lagi, masih mengingat Lisa pernah melayaninya di toko baju sebagai kasir.


" Pegawai?" Ulang Bu Salma, dan tertawa menggelengkan kepala mendengarnya. Fahmi dan Papanya hanya diam ikut menyimak apa yang akan di katakan Bu Salma. Sedangkan Lisa dan Riski juga hanya diam.


" Kamu salah besar Nirma? Mbak Lisa ini ownernya? Pemilik toko dan juga gudang pakaian grosir." Kata Bu Salma, membuat Mama Fahmi terkejut mendengarnya.


" Mbak ini masih muda lho! Sudah punya toko banyak tersebar di mana-mana dan gudang grosirnya ramai sekali dengan pedagang seperti aku? Mbak Lisa ini sudah cantik, pintar dan ramah sekali sama castamarnya, sama pegawai-pegawainya juga baik banget. Iya kan Mas Riski?" Ucapnya menatap Lisa dan Riski bergantian.


" Iya buk?" Jawab Riski, sedangkan Lisa hanya tersenyum tidak tau harus berbicara dan berbuat apa.


Bukan gugup, atau takut bertemu dengan ke dua orang tua Fahmi. Tapi ini sungguh membuatnya terkejut dan tidak siap jika untuk bertemu dengan orang yang pernah memberikannya uang begitu banyak padanya hanya untuk membuatnya sakit hati.


Rasa ingin sekali pergi dari hadapan mereka dan ingin sekali mengambil uang yang masih tersimpan rapi dalam brankas yang tidak pernah ia sentuh atau pakai untuknya selama ini.


" Benar begitu Nak Lisa?" Tanya Mama Fahmi, masih tidak percaya dengan ucapan Bu Salma.


" Iya Buk?" Jawab Riski bukan Lisa. " Mbak Lisa ini owner sekaligus bos." Imbuhnya, yang langsung mendapatkan cubitan kecil di lengannya oleh Lisa.


Tidak menyangka gadis yang dulu di berikan uang oleh suaminya untuk pergi menjauhi kehidupan putranya yang sedang mengejar cita-citanya. kini menjadi gadis mandiri, sukses dan kaya. Gadis yang cantik dan ramah.


Sedangkan pak Yoga menatap dalam Lisa, yang sedikit tersenyum karna apa yang dulu dia berikan pada Lisa, berguna bagi gadis yang pernah di cintai putranya untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Dan Fahmi mengira, kekayaan Lisa serta kemewahannya selama ini dari Bima ternyata salah. Wanita itu ternyata pekerja keras, mengubah nasibnya menjadi lebih baik dan sukses hingga menjadi wanita kaya serta mandiri.


" Nak Lisa ini masih singg-,"


" Sayang?" Ucap Pria sedikit jauh dari Lisa, tapi masih bisa di dengar dan memotong ucapan Bu Salma, yang menjadi melongo melihat pria tampan tersenyum, entah ke siapa.


Dan tatapan semua orang juga sama seperti bu Salma, tidak percaya dengan kedatangan tamu yang membuat pesta mendadak menjadi sunyi.


.


.


.

__ADS_1


.


🍃🍃🍃🍃


__ADS_2