Nona Lisa

Nona Lisa
siap tempur


__ADS_3

" Santi enggak mau pak! Santi enggak mau nikah sama dia." Tolak Santi, duduk di kursi kayu sedikit rapuh di ruang tamu, rumah orang tua di kampungnya.


Ya, Santi pulang ke kampung halamannya saat mendapat telpon dari ibunya. Dirinya pulang di malam hari, menaiki bus travel dan sampai di pagi hari. di jemput oleh adik laki-lakinya yang masih duduk bangku menengah atas.


Rumah Sederhana, rumah yang baru saja bisa di bangun oleh Santi hasil dari bekerja keras di rumah Lisa. Rumah yang dulu hampir tidak layak di huni, rumah yang dulu terbuat dari anyaman bambu dan di renovasi sedikit demi sedikit oleh Santi di ganti dengan dinding terbuat dari batu bata. Di bantu dengan Bapak dan adik laki-lakinya yang ikut membangun rumah agar tidak terlalu mengeluarkan uang banyak untuk mempekerjakan kuli bangunan.


" Ada yang melamar kamu, kenapa kamu tolak San?" Ucap ibu Santi.


Pikiran Santi saat ibunya menelpon dan menyuruhnya pulang secepatnya, ada hal yang sangat mendesak di keluarganya atau ada sesuatu yang terjadi pada orang tua atau adikknya. Ternyata pikirannya salah, ada seorang pria bersama ke dua orang tuanya yang datang ke rumahnya bertemu dengan ke dua orang tua Santi dan mengutarakan keinginan pria itu menikahi Santi.


Sangat terkejut, sungguh dirinya begitu terkejut mendengar ucapan ke dua orang tuanya. Tapi setidaknya, Santi sedikit merasa lega lantaran orang tua dan adiknya baik-baik saja. Pikiran di dalam bus travel sangat membuatnya kacau dan takut semalaman.


" Lelaki itu baik San? Dia melamar kamu, bawa orang tuanya juga. Ngomong sama bapak, ibu sopan juga. Kenapa kamu enggak mau Nak?" Tanya bapak Santi.


" Ibunya dulu itu enggak baik pak! sekarang ibu itu baik karena hidup kita sudah tidak seperti dulu lagi." Ucap Santi, mengingat perlakuan ibu dari lelaki yang melamarnya sangat jahat padanya dulu.


Jahat dan sombong, dimana dulu dia pernah berpacaran dengan putranya dan putus saat ibu tua itu memarahi serta mencaci makinya di depan umum. kala berjalan bersama dengan putranya dan tidak sengaja bertemu ibu lelaki itu.


Malu, pasti malu. Bagaimana tidak malu dan sedih di hina dan di marahi di depan umum di lihat banyak orang yang melihatnya asti akan merasa kasihan.


Santi mengingat itu saja rasanya sudah marah, sakit hati dan ingin sekali ia berteriak.


" Kamu tau dari mana, ibunya tidak baik? Jangan ngomong sembarangan kamu San!." Ucap Ibu Santi.


merasa tidak setuju dengan pendapat anaknya yang mengatakan ibu dari lelaki yang melamar putrinya di tuduh yang tidak-tidak oleh putrinya sendiri. Karena saat ibu dari lelaki itu berbicara sangat baik dan juga ramah dengan dirinya serta suaminya.

__ADS_1


" Santi gak asal ngomong ibuk? Santi berkata jujur, lelaki itu mantan pacar Santi, aku putus dengannya juga karena ibunya. Ibunya marah dan hina Santi di depan umum, di lihat orang dan buat Santi malu buk." Terang Santi.


" Ibunya tidak setuju dan gak mau punya besan seperti ibu, bapak yang dulu kita masih gak punya apa-apa. rumah bambu. Ibu buruh cabai, bapak buruh tani." Imbuhnya lagi, membuat ibu dan bapak Santi sedikit terkejut dan juga tidak percaya putrinya menyembunyikan penderitaannya dulu sendiri.


Hingga ke dua orang tuanya, mengingat tekat Santi menerima kerjaan dari tawaran orang, untuk merawat orang sakit di luar kota. Dan selama bekerja lama, Putrinya bisa membangun rumah layak untuknya dan juga bisa merubah perekonomian sedikit membaik.


" Aku terima buk kalau santi yang di hina, tapi Santi enggak terima kalau orang tua ku juga di hina. Aku enggak terima buk." Ucap Santi, kilatan marah dan juga mata yang berkaca-kaca untuk menahan air matanya di hadapan ke dua orang tuanya.


" Adi gak mau pak, Mbak Santi nikah sama lelaki itu." Ucap Adik Santi, di ambang pintu pulang dari sekolah dan mendengar semua percakapan ke dua orang tuanya serta kakaknya.


Mendengar penolakan dan ketidak setujuan Adi, membuat mereka mendongakkan kepala menatap Adi yang terlihat juga sangat marah mendengar cerita Santi yang memilukan.


****


" Aduh!" Pekik bersamaan dua wanita saling bertabrakan.


" Kalau jalan mata di pakai jangan di taruh di lutut." Geram wanita tua itu, membuat Lisa sedikit terkejut dan mendongakkan kepala cepat.


" Saya sudah minta maaf, bukan berarti ibu harus marah-marah dengan saya ya." Jawab Lisa tegas, tidak terima dirinya di salahkan sepenuhnya. Ibu itu juga salah, jalan tidak memperhatikan arah justru pandangan fokus dengan ponsel di tangannya dan menabrak dirinya yang sedang mengeringkan tangannya dengan tissue sehabis dari kamar mandi.


" Kamu menyalahkan sa-," Ucapnya terputus, dan terkejut melihat Lisa. " Kamu!!" Pekik wanita paruh baya, dan Lisa sama terkejutnya melihat wajah wanita tua yang menabraknya.


" Tante!"


" Aku bukan tante kamu!" Ketus wanita tua.

__ADS_1


" Siapa yang bilang anda tante saya." Tukas Lisa.


" Panggil saya Nyonya, bukan tante."


" Ogah saya manggil Anda Nyonya, Saya tidak bekerja dengan Anda. Justru suami Anda yang meminta bekerja sama dengan suami saya kembali." Jawab Lisa.


Tersenyum sinis menatap wanita tua itu yang dulu pernah bertemu dengannya di pesta menantunya dan pernah menghina suaminya di hadapan semua orang. Justru wanita tua itu sendiri yang di buat malu di hadapan ara tamu menantunya oleh Bima.


Siapa lagi jika bukan Mamanya Zellin, Nyonya Winda. Ya, dunia sungguh sangat sempit di pertemukan kembali dengan wanita tua yang arogan dan juga sombong.


Nyonya Winda yang mendengar ucapan Lisa, melototkan mata, dan Lisa semakin tersenyum sinis melihatnya.


" Kenapa Tante! Malu, saya tau putri tante memohon sama suami saya buat kembali lagi bekerja sama." Ucap Lisa. " Enggak usah malu tante, saya maklumin itu kok. Kalau enggak gitu nanti tente enggak bisa belanja, gak bisa liburan sama teman sok sosialita." Imbuhnya lagi, semakin menekan ucapannya, karena tak suka dengan orang yang sombong dan angkuh.


" Saya enggak malu, justru saya bangga putri saya bisa meluluhkan hati suami kamu buat bekerja sama kembali dengan perusahaannya. Itu artinya suami kamu masih mencintai putri saya dong! Dan bisa merebut kembali cintanya. Dan kamu akan di ceraikan sama Bima." Kata Nyonya Winda, bangga dengan putrinya.


" Wahh!! Bibit pelakor nich!" Ejek Lisa, yang membuat Nyonya Winda menatap tajam dengan gigi yang merapat.


" Apa kamu bilang!! Putri saya bukan pelakor! Dasar wanita murahan!!" Teriak Nyonnya Winda, dan akan menyerang Lisa yang membuat Lisa tidak takut siap ikut menyerang kembali wanita tua yang sudah membuat dirinya ingin sekali dulu mencabik bibir wanita tua itu.


.


.


.

__ADS_1


.


🍃🍃🍃🍃


__ADS_2