Nona Lisa

Nona Lisa
Suka menggoda.


__ADS_3

...Jangan berharap untuk mendapatkannya kembali. Karna dia sudah bahagia dengan yang lain....


.


.


.


.


" Jadi benar, Bima adalah Tuan Alfrado?" Lirih wanita paruh baya, menatap layar tv saat asisten Bima mengadakan konfrensi pers. memberikan penjelasan yang lebih dan juga kebenaran tentang vidio Tuannya yang sudah beredar luas ke seluruh negerinya.


" Papa tidak bohong." Sambil menggigit jari tangan, mengingat kejadian semalam di waktu pesta dan juga mengingat dulu pria kaya raya itu melamar putrinya dua kali. Dan di tolak olehnya serta menghina keluarganya.


" Kenapa dia menyembunyikan identitasnya. Aku menyelidikinya, nama depannya bukan Alfrado Bima. Selama ini dia memakai nama samaran di depannya, agar tidak ada yang mengetahuinya, siapa dia sebenarnya? Tapi apa motifnya?"


" Zellin sendiri juga tidak tau siapa Bima sebenarnya. Pria itu tidak pernah bercerita pada putriku! Tapi dia mencintai Zellin, sampai melamarnya dua kali." Masih menggigit jari kukunya. " Oh.. Ya Tuhan.. Aku sudah membuat kesalahan besar!" Imbuhnya lagi, semakin cemas dan merasa keburuntungan tidak berpihak padanya dulu.


Pria yang wanita tua itu selidiki hanya sebagai asisten di salah satu perusahaan, membuat dirinya dulu tidak mau menerimanya. Lantaran status putrinya dan Bima tidak sepadan dengan keluarganya yang pengusaha. Yang lebih parah, Bima orang miskin dan orang tua Bima orang-orang yang b*jat.


Ibunya seorang pel*cur dan Ayahnya seorang pengedar narkoba. Itulah sebabnya Mama Zellin semakin tak menyukainya, dan bisa menolak serta merendahkan martabat Bima. Untuk bisa mengaca siapa dia sebenarnya. Dan beraninya melamar putri tunggalnya.


Mama Zellin melakukan itu semua juga demi kebaikan putrinya, Ia tidak ingin putrinya menderita dan juga sengsara dengan pilihan yang tidak tepat itu. Sayang seribu sayang, justru pilihannya sendiri yang tidak tepat untuk putrinya. Suaminya menyembunyikan keserakahan menantunya, menyembunyikan semuanya pada dirinya.


Menantu yang dia percaya, yang dia sayang karena sudah memberikan uang bulanan lebih dari suaminya dan bisa membuatnya leluansa berbelanja. Ternyata uang itu adalah uang suaminya yang di rampas paksa oleh menantunya.


Biad*b.


Menantu kurang aj*r, menantu serakah dan menantu bermuka dua.


Menyesal, tentu saja menyesal. Mama Zellin sangat menyesali perbuatannya. Menyesal karena sudah menikahkan putrinya dengan Nico dan menyesal telah menghina serta menolak lamaran Bima. Dan kini dirinya tidak tau harus berbuat apa, tapi setidaknya untuk saat ini ia akan mencobanya.


****


" Dia calon istri saya."


" Wanitaku!"


Perlindungan, pelukan dan tatapan amarah dari mata Bima. Tergambar jelas di ingatan Zellin, bagaimana pria yang masih di cintainya ternyata sudah memiliki wanita lain. Dan sangat jelas dia mencintai wanita yang akan menjadi calon istrinya.


Tidak pernah Zellin melihat kemarahan Bima seperti semalam di acara pesta hanya karena membela dan melindungi wanita itu. Jika mengungkit kedua orang tuanya jalas Zellin tau Bima akan marah tapi membela wanita, Ini pertama kalinya.

__ADS_1


Tatapan mata Bima berbeda. Dulu dia juga cinta dan sayang dengannya, tapi cinta Bima tidak seperti calon istrinya. Cinta Bima seperti dalam dan sayangnya melebihi dari dirinya dulu. Wanita itu sudah berhasil mencuri tempat hati Bima. Dan menjadikan wanita itu satu-satunya di dalam hati pria yang masih di cintainya.


Bima melupakannya, Bima sudah menggantikan namanya pada wanita lain. Bima melupakan janjinya dan Bima mengingkarinya.


Apa kamu lupa dengan janji kamu Bim? Apa kamu sudah melupakannya. Aku tau kamu pasti tidak melupakanku, aku tau Bim! Masih ada tempat untuk ku di hati mu."


Menghapus air mata, menatap foto berdua bersama Bima dulu di dalam ponselnya. Masih menyimpan kenangan berdua bersama Bima. Dan tak akan pernah dirinya hapus. Karena Bima, cinta pertamanya.


****


" Lagi dimana?" Tulis pesan dari kekasihnya. Membuat sang pembaca mengerucutkan bibir karena tak ada kata romantis-romantisnya saat mengirim pesan.


" Manggil sayang kek, beb kek atau honey gituu!! Masak gak ada nama panggilan sama sekali!" Gerutu Lisa. " Memang ini pria yang gak ada romantisnya." Imbuhnya.


" Kenapa? Kangen ya? Tapi maaf aku lagi sibuk di gudang Sayang, banyak pekerjaan." Balas Lisa panjang dan singkat agar tidak menjelaskan lagi. Dan tersenyum malu, memanggil Bima dengan kata sayang.


" Kenapa gak di bales?" Gumam Lisa, menunggu balasan Bima yang masih online.


" Apa dia marah, aku panggil sayang! Atau dia sesang sibuk." Imbuhnya, sekitar sepuluh menit Bima masih tidak membalas chatnya dan masih tetap online. Membuat dirinya berspekulasi tinggi dan berpikir yang tidak-tidak dengannya.


" Begini ya punya pacar seperti Kulkas! Gak ada hangat-hangatnya sama seka-,"


"Eekhhmm." Deheman dari depan pintu ruang kerjanya yang setengah terbuka, membuat Lisa mendongakkan kepala dan membulatkan mata saat melihat pria yang di tunggu untuk membalas chatnya ada di hadapannya sekarang.


" Bima?" Lirih Lisa, mengerjabkan mata kala kekasihnya memutar kursi kerjanya, membungkukkan tubuhnya dan mencengkram ke dua kursi sandaran tangan.


" Iya aku kangen, Sayang?" Lirih Bima, tepat di depan wajahnya. Hingga dirinya membulatkan kembali matanya dan pipi bersemu merah karena panggilan Bima padanya.


" Ih!! Apaan sih!! Minggir gak." Usir Lisa, melengoskan wajahnya tidak berani menatap Bima yang sedang menggodanya.


" Kalau aku enggak mau."


" Aku dorong nich!"


" Lihat aku dulu!" Pinta Bima, membuat Lisa semakin tak berani melihatnya dan tetap menyampingkan wajahnya serta menggigit bibir bawahnya.


" Sayang?" Sapa lembut Bima, membuat bulu kuduk Lisa merinding mendengarnya dan semakin memerah ke dua pipi.


Bima yang melihat pipi Lisa memerah dan mata tertutup rapat pun tak bisa lagi menahan tawa. Menarik hidung Lisa gemas, hingga kekasihnya meringis kesakitan dan sulit bernafas.


" Bima!!" Pekik Lisa, memukul tangan Bima agar melepaskannya. Dan mengusap hidungnya yang memerah akibat penganiayaan dari pria di hadapannya yang tertawa senang.

__ADS_1


" Sakit tau!" Dumel Lisa, mengerucutkan bibir sambil mengusap hidung.


Dasar pemberi harapan palsu.


Sudah berbunga-bung di panggil sayang, malah dianya tertawa senang berhasil menggoda Lisa.


" Kenapa?" Tanya Bima mengambil kursi dan mulai duduk di hadapan kekasihnya.


" Kenapa apanya!" ketus Lisa, malu sendiri di goda Bima.


" Sibuk?"


" Udah tau nanya!" Ketusnya lagi, dan terkejut kembali Bima menarik kursinya untuk lebih mendekat padanya.


Mengapit ke dua kaki Lisa, dan tangannya kembali mencengkram sandaran tangan.


" Marah?" Tanya Bima.


" Enggak, biasa aja."


" Kok jawabnya jutek gitu." Kata Bima, memancing Lisa yang semakin mengerucutkan bibirnya ke atas.


Sungguh kekasihnya ini sangat menyebalkan, Selain suka menggoda. Dia juga suka membuat Lisa sebal, marah, malu dan juga terkadang menangis karena suka mengganggunya.


" Love you, Nona Lisa." Bisik Bima dan mencium pipi Lisa. Yang membuat Lisa membulatkan mata, dan jantung berdebar tak karuan.


.


.


.


.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Maaf ya, telat updateπŸ™πŸ™


bener-benar lagi gak enak badan.


Yuk kak kita doakan kota lumajang. Semoga lekas membaik, dan semoga Tuhan selalu melindungi umatnya. Berbagi sedekah tidak harus menunggu kaya, bagi kalian yang ingin bersedekah. Bisa yuk, sisihkan untuk saudara kita di kota lumajang. Dan cari penyalur donasi yang terpercaya ya?πŸ˜‡

__ADS_1


Salam Cuzie, I Love you.😍😍


__ADS_2