
...Dua hal yang bisa merubah sikap seseorang, Cinta dan Dusta....
.
.
.
.
Semenjak mengenal Lisa, Bima benar-benar berubah. Tapi masih tetap bersikap dingin pada orang sekitar, kecuali dua teman dan wanita yang sudah bisa menerangi hatinya yang tidak gelap lagi.
Perubahan itu terlihat jelas oleh Max dan Doni yang mengamati Bima beberapa akhir ini. Bima yang akhir-akhir ini jarang meminum minuman keras, terlihat wajahnya lebih berseri, terkadang tertawa dan juga tersenyum lepas tak ada paksaan dari tubuhnya. Serta, tak lagi menanyakan kabar tentang mantan kekasihnya. Yang entah memang sudah lupa atau sebaliknya, dia memang ingin melupakannya.
Sangat ajaib, jika memang Bima susah melupakannya dan mencari pengganti wanita masa lalunya untuk menempati hatinya.
Perubahan Bima, membuat Max dan Doni senang, juga lega akan Bima yang bisa melanjutkan hidup dan perjalanan cintanya kembali untuk mendapatkan pendamping hidup.
Perubahan itu di karenakan satu wanita yang tak sengaja di tolongnya dan selalu menolongnya saat tidak sengaja di pertemukan secara terus menerus. Hingga tanpa sadar, mereka merasa kecanduan akan kehadiran satu sama lain. Dan menjalin kedekatan lebih dalam, tanpa paksaan dan mengalir begitu saja.
Dari yang Doni ketahui dan dengar, Bima membawa wanita itu ke tempat persembunyiannya untuk menenangkan diri. Dan dari cerita istri penjaga, Tuannya sangat perhatian pada wanita itu dan juga tersenyum selalu saat bersamanya. Tidak ada raut wajah dingin ataupun tatapan tajam, yang ada tatapan hangat dan juga senyuman manis yang selalu di lihat dari istri penjaga.
Teman kepo!
Tapi sangat bermanfaat dan membuat dirinya senang bukan main. Dan cerita dari istri penjaga, ia ceritakan pada Max dan Max pun juga senang mendengar kabar baik.
" Loe gak mau traktir gue?" Tanya Doni, duduk di sofa bersama max di ruang kerja Bima. Dengan bos yang masih fokus sama kertas putih dalam maps.
" Traktir untuk apa!" Tanya Bima, menatap sekilas Doni yang datang bersama Max tanpa di undang.
" Traktir untuk loe yang sudah berubah." Cetus Doni, membuat Bima mengerutkan kening menatap Doni dan Max bergantian. Dengan Max mengangkat bahu sambil meneguk minuman kaleng.
" Iya, berubah karna wanita yang sudah membuat loe tersenyum lagi. Tertawa dan juga sudah move on dengan dia." Ujarnya lagi, ikut meneguk minuman kaleng yang sudah di ambilkan oleh Max.
Menyadari itu, ia pun juga tersenyum dan membenarkan ucapan Doni. Bila dirinya berubah karna wanita yang selalu di tolongnya.
Berdiri dari duduk tempat kerjanya, berjalan ke arah Doni dan Max berada di sofa. Bergabung dengan mereka dan juga ikut mengambil minuman kaleng di atas meja.
" Kalian mau di traktir apa?" Tanya Bima.
__ADS_1
Uhuk, uhuk..
Mendengar ucapan Bima, Doni tersedak dengan minumannya dan Max hanya tercengang. Hingga mereka saling bertatapan dan menatap Bima yang tersenyum kepadanya.
Angin apa yang merasuki tubuh Bima, secepat itu dirinya menerima permintaan Doni untuk mentraktirnya. Padahal Doni hanya berguaru dan menggodanya saja, atau tepatnya untuk mendengar curhatan Bima yang bisa berubah secara cepat.
" Kenapa?"
" Loe gak kesurupan kan?" Tanya Max, memastikan apa yang di ucapkan Bima. Atau dirinya hanya salah dengar saja.
" Enggak mau?"
" Mau!!" Saut cepat Doni, tidak mau menyia-nyiakan traktiran Bima yang ada di depan matanya langsung.
Kapan lagi coba! Pikirnya.
" Ayo." Semangat Doni, berdiri dari duduknya hingga Max dan Bima menatapnya. Dan juga ikut berdiri untuk membawa Doni ke suatu tempat yang mungkin akan membuat mereka berdua sangat-sangat senang.
Keluar ke ruangan, mengajak asistennya juga untuk ikut dengannya. Karna asistennya juga berperan di kantor.
Empat pria berjalan bersama, terlihat cool dan gagah di hadapan para karyawati yang menatapnya dengan mempesona. Ada yang menyapa, menunduk hormat dan ada juga yang sedang mencari perhatian pada empat pria.
Sungguh tragis masa percintaannya!
Sekali mendapatkan wanita dan mengajak kencan, malah bosnya merusak segalanya. Dan membuat dirinya gagal kembali dalam percintaan.
Menyebalkan.
Masuk ke dalam saru mobil, dengan asistennya yang menyetir, menuju jalanan kota padat dan berhenti di kantor dealer motor.
" Mau ngapain ke sini?" Tanya Doni, mengerutkan kening saat keluar dari mobil dan mengikuti Bima berjalan bersama dengan asistennya yang ada di belakangnya.
" Nanti anda juga tau pak?" Jawab Asisten Bima. Membuat Doni tak puas dengan jawaban asisten Bima.
" Ikuti saja!" Sela Max, saat Doni ingin bertanya padanya.
Masuk ke dalam dealer di sambut baik oleh karyawan dealer dan bertanya dengan ramah.
" Carilah motor yang kalian suka." Perintah Bima, membuat tiga orang di belakangnya tercengang. Terutama Doni dengan bibir yang menganga lebar mendengar perintah dan traktiran yang sangat luar biasa baginya.
__ADS_1
****
" Kita mau makan di mana?" Tanya Lisa, duduk manis di samping kemudi. Mendapatkan jemputan dari pria yang sudah membuatnya nyaman.
" Terserah kamu saja." Ucapnya, menyalakan mobilnya dan keluar dari tempat gudang Lisa.
" Jangan terserah aku! Nanti aku ajak makan di pinggir jalan gak mau!" Ucap Lisa.
" Dimana."
" Eh! Apanya yang di mana."
" Tempat makan pinggir jalan mana yang enak?" Tanyanya, dengan Lisa yang tersenyum mendengarnya dan menunjukkan alamat jalan tempat makan paling enak menurut Lisa.
Sambil bercerita kesibukannya di gudang dan bertanya tentang apa saja yang di lakukan pria di sampingnya.
Siapa lagi jika bukan Bima, yang menjemput Lisa di gudangnya dan mengajaknya untuk makan malam bersama jika wanita itu tidak sibuk.
benar sangat mengalir begitu saja kedekatan mereka, tanpa berkenalan dan tanpa saling bertukar nomer ponsel.
Sedikit terkejut Bima menjemputnya dan tau alamat gudangnya bekerja. Karyawannya memberitahunya jika ada pria yang mencarinya dan namanya adalag Bima. Hingga itu dirinya menghampirinya di luar dan menanyakan kedatangannya yang datang di gudangnya.
Beruntung dirinya tidak begitu sibuk dan mau di di ajak Bima makan malam serta di antar pulang olehnya.
Ini pertama kali dirinya di jemput seorang pria di tempat kerja dan mengajaknya makan malam bersama dengan mereka baru pulang kerja tanpa harus berdandan terlebih dulu.
Memarkirkan mobilnya, melepas jas dan menggulung kemejanya hingga sesiku. dan berjalan beriringan bersama Lisa, menuju warung tenda yang ramai akan pembeli.
" Sego sambel?" Ucap Bima, membaca tulisan di banner hijau.
" Hmm, enak!" Ucap Lisa. " Udah pernah nyoba?" Tanya Lisa.
" Belum?" Jawabnya, memang selama ini dirinya tak pernah mencoba makanan di pinggir jalan saat berada di kota yang dirinya tinggali sekarang dan ini pertama kalinya Bima makan di pinggir jalan bersama seorang wanita kembali.
.
.
.
__ADS_1
.🍃🍃🍃🍃