
" Waahh.. langsung dua yang brojol!" Seru Riski, menatap lekat dua bayi kembar mungil di dalam box tertidur pulas.
" Keren! satu laki-laki satu perempuan." Pujinya lagi, sedikit bingung membedakan mana yang perempuan dan mana yang laki-laki. Karna wajah dua bayi itu sama miripnya.
Plak..
" Aduh!!" Pekik Riski, meringis kesakitan lantaran di pukul oleh Santi.
" Kamu pikir kucing apa, bilang brojol." Tegur Santi.
" Apa bedanya mbak Santi! brojol sama melahirkan. Kan sama!" Jawab Riski, tidak terima pukulan Santi.
" Ya beda lah Ki!" Ketus Santi. " Ini cantik sama tampan sekali sih!! ih.. Gemes." Ucap Santi, mengusap pipi bayi mungil secara bergantian. Dan mengambil satu bayi untuk di gendongnya.
" Ini pasti yang cantik." Kata Santi, menggendong dan mencium bayi Lisa. membawa ke arah Max dan memperlihatkannya.
" Cantik ya mas." Kata Santi, membuat Max mengangguk dan ikut mengusap pipi bayi mungil di gendongan istrinya.
" Iya cantik." Kata Max.
" Emang iya, ini yang perempuan mbak? Bisa jadi ini yang laki-laki."
" Yang di gendong mbak Santi perempuan Ki? Sahut Lisa duduk bersandar di atas brankar, belum satu hari sudah bisa membedakan dua bayi kembarnya.
Lisa sudah di pindahkan oleh suster ke ruang vip, beberapa jam setelah selesai persalinan. Ke dua bayi kembarnya pun juga ikut di pindahkan, dua bayi kembar dengan dua berat badan normal, sehat dan tidak perlu lagi di inkubator.
" Itu saja bedongnya warna merah muda." Imbuhnya, memberikan penutup tubuh bayi mungil yang berbeda.
" Oh iya." Ringis Kiki, baru paham dan bisa membedakan baju si kembar berbeda jenis kelam*n.
Bima mengambil bayi laki-laki di dalam box dan memberikan pada istrinya yang sangat ingin menggendongnya.
" Ini yang tampan, Mirip seperti ayahnya." Puji Lisa, memainkan dagu anak laki-lakinya.
" Dih!! Kalau sudah keluar di bilang mirip ayahnya! Coba kalau masih di dalam perut, apa-apa Ki! Dikit-dikit Ki! Minta ini ki, minta itu ki. Gak di turutin ngambek, ngancem segala." Gerutu Riski.
sebal yang mendapat pujian tampan Bima, bukan dirinya. Dan ketika masih hamil pun, ngidamnya Lisa selalu saja merepotkan Riski, entah itu masih subuh, siang ataupun tengah malam selalu Riski yang di minta. Yang selalu mendapatkan ancaman 'nanti ponakan kamu ngeceslah, gak tampan kayak omnya lah' dan masih banyak lagi rayuan maut ibu hamil demi ngidamnya agar terpenuhi.
Menyebalkan bukan!
Mendengar gerutuan Riski, membuat dua pasang suami istri menatapnya dan saling bergantian menatap hingga semua tertawa bersamaan.
" Eh!! ada yang gak terima lho mbak." Kata Santi.
" Kan memang mirip ayahnya, Memangnya mau di miripin siapa sih!!" Goda Lisa.
" Kan aku yang hamilin, masak harus mirip kamu. Janganlah!" Timpal Bima.
" Iya.. yang enak buat mas, gantian yang sengsara, aku!" Ketus Riski.
" Nanti kalau istriku hamil, kamu tidur di rumah ku. Gantian." Kata Max, membuat Riski melototkan mata.
__ADS_1
" Oh!! Tidak. Cukup satu kali gak mau berkali-kali." Tolak Riski, membuat semua orang kembali tertawa mendengar tolakan Riski pada Max.
" Menyengsarakan." Gumam Riski, belum mempunyai istri sudah di repotkan ibu hamil apa lagi nanti, bila sudah mempunyai istri dan hamil. Pastinya akan lebih merepotkan.
****
Satu bulan sudah umur si kembar yang menggemaskan. Kini acara doa bersama dan aqiqah si kembar di adakan di rumah Bima dengan mengundang beberapa kerabat, teman kerabat dan juga anak-anak panti untuk turut ikut mendoakan putra dan putrinya.
Suasana di pagi hari sudah sedikit ramai, banyak lalu lalang pelayan sedang menyajikan makanan prasmanan, menata sovenir bagi tamu yang datang dan banyak lagi kegiatan yang entah apa saja di lakukan karna kepala pelayan sudah mulai memerintah bawahannya.
" Putri mama cantik sekali sih!" Gemas Lisa, selesai memakaikan baju putrinya dan mendandani kepalanya dengan bando yang menggemaskan.
" Jagoan mama juga tampan." Imbuhnya, beralih menatap putranya, yang juga sudah rapi dengan bajunya.
" Ayahnya juga sudah tampan, tinggal mamanya saja yang belum cantik." Timpal Bima, membuat Lisa mengerucutkan bibir kala mendengar ucapan Bima.
" Siap-siap sayang? Biar mbak-mbaknya yang njagain si kembar." Kata Bima, memeluk Lisa dari belakang dan Lisa memukul punggung tangan suaminya.
" Lepasin sayang, Malu nanti kalau ada yang lihat." Tegur Lisa.
" Sebentar saja, Aku kangen?" Lirih Bima, bila Bima sudah memelas begini Lisa tau jika suaminya sedang ingin.
" Aku gak akan minta, nunggu kamu kalau sudah siap saja. Tapi setidaknya perhatikan suami kamu juga, jangan si kembar saja." Kata Bima, semakin erat memeluk istrinya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher dan memberikan kecupan.
" Maaf ya? Aku terlalu sibuk sama si kembar sampai lupa suamiku ini juga ingin di manja." Ucap Lisa.
Bima mulai sedikit protes akan dirinya yang terlalu sibuk dengan si kembar, padahal suaminya sudah memberikan dua baby sister untuk menjaga dua bayi kembarnya. Tetap saja, Lisa selalu sibuk mengurus anak-anaknya meskipun sedikit di larang oleh suaminya.
" Aku gak apa-apa sayang, yang terpenting anak-anak kita gak akan kekurangan kasih sayang dari mamanya." Bima mulai melepas pelukan, mengembalikan badan Lisa ke hadapannya mengusap lembut pipi Lisa yang sedikit tirus.
" Makan dan istirahat yang banyak. Lihat istriku ini sedikit kurus. Aku enggak mau kamu sakit, biar si kembar mulai sekarang di urus sama baby sisternya, kamu cukup diam dan perhatikan baby sister saja ." Perhatian Bima, merasa dirinya salah sudah membuat istrinya sedikit kurus.
Lisa juga merasa ucapan Bima ada benarnya, tidak pantas bila dirinya terlihat tak terurus apa lagi terlihat kurus dan apa lagi di pandang orang mungkin mereka akan kasihan dan menyalahkan suaminya. Padahal suaminya sudah memberikan kebutuhan dirinya, tapi dirinya saja yang keras kepala.
Lisa akhirnya hanya bisa mengangguk, mengikuti perintah Bima dan memulai kembali membagi waktu antara suami dan dua bayi kembarnya.
" Makasih sayang, Love you. " Ucap Lisa, memeluk Bima.
" Love you too." Balas Bima, membalas pelukan Lisa dan mencium puncak kepalanya.
****
Acara di mulai, semua orang sangat berantusias untuk bersalaman, menanyakan nama baby kembar dan melihat wajah anak-anak milik Tuan Bima dan Nyonya Lisa.
Tampan dan cantik.
Brian alfrado dan Briana alfrado. untuk nama ke dua bayi kembar Lisa dan Bima.
semua para tamu memuji ketampanan dan kecantikan dua bayi kembar. yang mewarisi ke dua orang tuanya.
Banyak hadiah dan ucapan selamat dari para undangan. satu persatu mulai menikmati hidangan yang di sajikan oleh tuan rumah dengan begitu mewah. Tidak lupa para undungan mendapatkan souvenir ketika acara sudah mulai selesai.
__ADS_1
Kini tinggallah keluarga dan sahabat-shabat Bima serta Lisa masih bercengkrama santai setelah usai mengadakan pengajian dan santunan anak yatim.
" Langsung dapat sepaket gini? Ih.. Gemes." Ucap Mawar, menggendong Brian dan menciumi pipi putra Lisa sedikit mulai gembul.
" Rania mau cium adik Brian Ma?" Pinta Rania, membuat Mawar sedikit membungkuk membiarkan putrinya mencium ponakan barunya.
" Briana gak mau di cium nih Rania?" Kata Santi, menggendong Briana.
" Mau tante!" Semangat Rania gantian beralih ke arah Santi dan menciumi baby Briana.
" Bapak dari tadi belum gendong cucu-cucu loh! Sekarang giliran bapak." Cemberut bapaknya Bima, membuat semua orang yang mendengar tertawa. Lantaran tidak ada kesempatan untuk menggendong ke dua cucunya karna Santi dan Mawar tidak memberikan kesempatan padanya.
" Bapak mau yang mana dulu." Tanya Lisa.
" Mau yang cucu perempuan dulu." Pinta Bapak Bima, Santi pun mengalihkan Briana ke dalam gendongan Bapaknya Bima.
" Aku mau gendong si play boy saja." Pinta Doni, membuat Mawar sedikit berdecak tapi tetap. memberikan Brian pada Doni yang sudah mengadahkan ke dua tangannya ke arah Mawar.
" Mangkanya cepetan nikah! sudah cocok itu jadi bapak." Goda Kevin.
" Mana ada yang mau sama mas Doni." Saut Riski.
" Ada lah.. banyak!" Ketus Doni. " Cuma saja cewek gengsi gak mau ngungkapin kalau cinta." Imbuhnya lagi.
" Ya jelas gak mau lah! cowok dulu yang harus ngungkapin, masak cewek sih." Saut ketus Santi.
" Cewek itu butuh kepastian, bukan di gantung kayak jemuran." Timpal Lisa.
" Nanti kalau di tinggal baru kerasa, terus nyari-nyari. Terus bilang cinta deh! Basi." Imbuh Mawar. Dan membuat tiga para suami saling menatap, seakan tersindir dengan semua ucapan para istri.
" Ini juga untuk kalian berdua, khususnya kamu Riski Marzuki!! Tukang PHPin anak orang!! " Ucap Lisa " Kalau cinta langsung ungkapkan, jangan nunggu sampai dia pergi." Imbuhnya, membuat Riski mengangguk sebal karna dirinya juga kena semprot.
Bima, Kevin dan Max memilih duduk di samping istrinya masing-masing, merengkuh bahu istri tercintanya dan juga memberikan kecupan manis di pipi sang istri. Yang kini membuat para jomblo seakan tersindir dan sebal akan kemesraan tiga pasang suami istri. Dan giliran semua orang menertawakan sang jomblo karna wajah masamnya.
Lengkap sudah kebahagian Lisa serta Bima, mempunyai keluarga yang lengkap dan sahabat-sahabat yang baik tetap berada di sampingnya.
Tidak ada selain kata terima kasih pada Tuhan yang sudah memberikan mereka kebahagian lebih dari yang di minta.
Semoga kebahagian ini akan selalu mengalir damai, seperti aliran sungai menuju danau yang tenang.
Dan tidak ada kata lagi selain kata terima kasih dari Nona Lisa dan Tuan Bima untuk kalian yang setia dengan cerita ini.
Salam kebahagiaan untuk kalian. Nona Lisa.
.
.
.
.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃