Nona Lisa

Nona Lisa
jujur.


__ADS_3

...Lebih baik bilang, daripad memendam....


.


.


.


.


Makan malam berdua dengan istri, dilayani dengan penuh perhatian dan cinta. Siapa yang tidak senang, di perlakukan seperti itu. Pasti senang, ya pasti. dan itu adalah Bima.


Hanya orang bodoh yang tak mengerti kasih sayang cinta yang tulus. Dan menutupi kesalahannya dengan menebus makan malam bersama istrinya.


Makan malam penuh romantis dan harmonis, satu piring berdua. Dengan Lisa menyuapi Bima. Seperti anak kecil. Tapi itu yang membuat Bima senang dan makin cinta dengan istrinya. Sambil bercerita dan juga menanyakan kegiatan mereka apa saja di luar kantor.


Tidak banyak yang Lisa kerjakan, menjawabnya dengan jujur. Meskipun dirinya juga tau apa yang di lakukan istrinya di luar kantor, tanpa bertanya.


" Kamu tidak bertanya apa saja yang aku lakukan hari ini." Tanya Bima, sesudah makan malam mereka selesai. Mengikuti langkah istrinya berjalan ke dapur, mencuci piring dan tangannya.


" Untuk Apa?" Sambil tersenyum menatap suaminya.


" Mungkin kamu ingin tau." Kata Bima. Lagi-lagi Lisa tersenyum, mengeringkan tangan dan mendekat untuk menatap mata suaminya.


" Jika aku tanya, apa kamu akan menjawab dengan jujur." Ucap Lisa, dan membuat Bima tersenyum.


" Kamu sudah tau kan apa jawabannya." merengkuh pinggang Lisa, menarik tubuhnya untuk lebih dekat dengannya tanpa celah.


" Sedikit tidak puas, tapi aku percaya dengan suamiku." Jawab Lisa. Mengusap bidang dada Bima, ada rasa nyeri di hati dan juga cemburu.


Memeluk tubuh istrinya, mengusap punggungnya dengan lembut dan menciumi puncak kepala Lisa.


Candu.


" Aku tidak makan malam dengannya. Kita bertemu lagi di restoran yang sama, dan dia menghampiriku. Duduk di depanku dan mengucapkan terima kasih karena sudah mau memberikan kesempatan pada perusahaan ayahnya." Kata Bima.


mengingat kembali bagaimana pertemuan di luar setelah mantan kekasihnya datang ke kantor, memohon padanya untuk memberikan kesempatan. Dan tak di sangka, dirinya bertemu kembali dengan Zellin. Di restoran saat ia sedang menunggu makanannya dan di sapa manis oleh wanita itu.

__ADS_1


" Aku tidak sendirian." Ucap Bima, membuat Lisa mengerutkan kening di dalam pelukannya.


Sedikit melonggarkan pelukan, mengangkat dagu Lisa untuk saling memandang. Agar tidak ada keraguan mengucapkan kata.


" Aku tidak sendirian makan di sana, Lukas ada bersamaku menemaniku makan malam. Meskipun dia ada di sana, aku tetap Bima punya kamu. Sayang." Ujarnya lagi, tanpa berbohong dan jujur, membuat Lisa bersemu merah.


Dan menutup mata, saat bibir itu saling menempel. Di terangnya lampu dapur, menciptakan suasana romantis untuk suami istri yang saling mengerti, memahani dan juga saling percaya.


Tidak ada keraguan dalam cinta, meskipun banyak godaan yang datang silih berganti. Menciptakan hubungan renggang di antara sepasang suami isti. Agar berpisah dan menjalin hubungan dengan yang lama.


Tapi sayang, itu tidak akan pernah terjadi. Karna ikatan suci dan cinta sejati akan tetap menjadi satu dalam hubungannya.


Jangan tanya Lisa tau dari mana Bima makan malam dengan Zellin, mantan sahabat atau mantan wanita yang di sukai Bima.


suaminya sendiri yang memberitahukannya.


Ada rasa senang dan juga rasa cemburu. Meskipun suaminya sudah makan, dia tetap makan kembali dengannya. dan kejujurannya saat dia bilang jika makan malam bukan cuma sendirian, tapi juga dengan mantan sahabatnya. Serta Lukas asisten yang selalu setia menemaninya di kantor maupun luar kantor.


Melepas ciuman dan saling memeluk untuk merasakan ikatan cinta yang mengalir dalam tubuh mereka.


" Kalau mau kiss-kiss, mau teletutis jangan di sini. Masih ada yang jomblo, gak bisa ikut ikutan kayak gitu." Cetus Riski, dan Lisa melototkan mata serta melepas pelukan Bima dan segera menghampiri Riski. Tapi di tahan oleh suaminya.


" Berani kamu pelukan, ciuman sama perempuan yang belum halal. Aku kurangi uang gajiam mu." Ancam Lisa.


" Sadiss!!" Seru Riski, sambil mencibikkan bibirnya. " Aku bukan anak kecil mbak, sudah remaja dan mau naik kelas menjadi dewasa." Imbuhnya.


" Biarin, orangtua kamu sudah menitipkan kamu sama aku." Ujarnya lagi. " Dewasa, tapi masih suka minta uang jajan sama Mas Bima." Imbuhnya, mengetahui kelakuan Riski yang terkadang meminta uang jajan pada suaminya.


" Idihh enggak terima!" Seru Riski, membuat Lisa semakin jengkel dan kembali mencoba melepaskan ke dua tangan Bima melingkar di perutnya.


" Lepasin Bim! Itu anak bibirnya belum pernah di kasih cabai."


" Jangan di lepasin mas, terus saja di peluk dari belakang kayak gitu. Kalau bisa cepat bawa ke kamar, sudah enek aku lihatnya." Ucap Riski. Dan Lisa membulatkan mata, menyadari jika suami sedari tadi memeluknya dari belakang menyaksikan perdebatan kecil dirinya dan Riski. Dan juga adegan romantis di pertontonkan pada Riski yang sudah jelas sangat sebal melihatnya.


" Bima!! Iih. Lepas, malu tau!" Seru Lisa.


" Malu-malu. Baru nyadar mbak!!" Seru balik Riski, kini giliran dirinya merasa jengkel dengan Lisa.

__ADS_1


" Cepetan cari jodoh Ki." Perintah Bima, dan mengangkat tubuh Lisa. Dan membuat istrinya bergelonjal kaget dan melingkarkan ke dua tangannya ke leher Bima.


" Oke!! Siap Bos!!" Seru Riski semangat. tidak menghiraukan Lisa yang sedang mengancam padanya.


****


Sepi, tiga hari terasa sangat sepi. Kala wanita itu sudah tidak ada lagi di apartemennya.


Dia pulang, pulang ke rumahnya. Sudah sembuh dari luka yang di tabraknya. Meninggalkan kenangan di dalam apartemennya, yang mungkin tidak bisa di lupakan.


Tiga hari wanita itu bersamanya di apartemennya. Memberikan perhatian manis, berangkat ke kantor ada yang mengantar di depan pintu, saat pulang dari kerja ada yang menyambutnya. Ada yang menemaninya makan dan saling mengobrol. Dan tertawa bersama saat mereka menonton tv yang lucu.


Kini hanya tinggallah kenangan, tidak ada lagi aktivitas seperti itu di dalam apartemennya. Pulang dari kerja, di sambut dengan sepi. Dapur terlihat bersih, tidak ada aktivitas memasak dan menghidangkan makanan. Ruang tamu hanya terdengar suara tv tanpa lagi ada tawa.


Sungguh, Max merasa kesepian.


Kehilangan wanita yang sudah menghiasi apartemennya. Rasa ingin sekali Max membawanya lagi ke dalam apartemennya, agar tidak terlihat sepi tidak berpenghuni dan kesepian dalam hati yang masih sendiri tanpa kekasih atau pendamping seumur hidupnya.


Hanya bisa mendesah pasrah, mematikan tv saat tidak ada lagi acara yang menghibur. Berjalan mengambil kunci motor, sesaat untuk menghilangkan rasa jenuh dan rasa galau di tinggal dia.


Sungguh dirinya tidak pernah seperti ini sebelumanya.


Dan wanita itu sudah memulai menjerat hatinya.


Santi.


.


.


.


.๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Maaf atas keterlambatannya๐Ÿ™ Selama satu minggu ini mungkin updatenya slaow, kaya sandal slaow..๐Ÿ˜


Mohon di maklumi ya.๐Ÿ˜‡

__ADS_1


__ADS_2