Nona Lisa

Nona Lisa
awal cerita cinta.


__ADS_3

...Bukan munafik, tapi memang realita. Karna bahagia itu pilihan....


.


.


.


.


Suasana pagi terlihat cerah, secerah tiga anak manusia sedang bersenandung ria. Dengan senyum mengembang di atas tempat tidur sambil membuka mata menyambut pagi hari begitu menyenangkan, yang entah apa mereka pikirkan saat ini.


Hati mereka yang begitu senang, bagaikan bunga mekar yang indah, seindah cerita cinta mereka yang akan di mulai. Beginikah rasanya jatuh Cinta kembali untuk ke dua kali. Rasa yang sulit di ungkapkan, tapi bisa untuk di lakukan.


Tapi entah, cinta gadis itu akan berlabuh pada siapa. Karna dua pria akan saling berebut untuk mendapatkannya, dan meminta kesempatan untuk menunjukkan cinta serta kesetiaannya.


Kembali menjalankan aktivitas mereka. Tidak ada raut wajah sedih, datar ataupun dingin. Seperti berubah, dan melupakan kesedihan yang sudah menimpanya.


Lisa sudah menyiapkan sarapan pagi dengan semangat, di bantu para art senang akan Lisa yang sudah kembali ceria seperti dulu meskipun masih ada sedikit kesedihan di matanya.


Membawakan makanan di meja makan, menatanya dengan rapi dan berjalan ke arah ruang tamu saat melihat ke datangan pria yang semalam menggodanya dan saling berbagi cerita.


" Kan sudah aku bilang, nginap saja di sini? Kenapa malah pulang!" Ucap Lisa, menghampiri Bima yang datang di pagi hari dengan senyum hangat mengembang di bibirnya.


" Enggak baik, kalau menginap di rumah gadis." Jawab Bima.


" idih!! kayak apa saja! Memang mau ngapain, orang cuma nginap saja dan tidurnya terpisah." Sungut Lisa. " Lagian juga ada bibik dan pak Yanto, jadi gak akan ada setan ke tiga kan!" Imbuhnya Lagi.


membuat Bima menggelengkan kepala, mendengar cerewetnya Lisa serta kepolosan atau perkataan tanpa sadar yang di ucapkan seorang gadis.


Ya, Bima memilih pulang kala Lisa sudah mengantuk dan memejamkan mata hingga tertidur di sandaran bahunya. Membawa Lisa ke dalam kamarnya, menyelimuti tubuhnya dan mencium kening gadis yang sudah tertidur lelap.


Semenyenangkan inikah nanti!


" Pagi ini kenapa panjang sekali, hhmm!!" Ucap Bima, menarik hidung Lisa yang gemas.


" Ih!! Bima!!" Seru Lisa, dengan Bima yang tertawa karna suara itu seperti manja dan menggemaskan di telinganya.

__ADS_1


" Aku udah siapin makanan, ayo kita sarapan bersama." Ajak Lisa, hanya deheman dan mengangguk. Mengikuti Lisa yang jalan terlebih dulu.


Datang di pagi hari di rumah gadis yang sudah mencuri hati. Saat Lisa mengajaknya untuk sarapan pagi di rumahnya. Munafik, jika Bima menolak. Karna itu kesempatan untuk dirinya.


Menyuruh para Art dan penjaga untuk ikut bergabung sarapan bersama, tidak ada yang berubah. Semua masih sama pada diri Lisa. Mengajak sarapan bersama, tak ada penolakan saat ia sudah memintanya meskipun ada Bima di dalam rumahnya.


Bima tidak masalah, justru dirinya juga senang bisa bergabung makan dengan Art dan penjaga rumah Lisa. Tidak ada yang di bedakan, semua sama, meskipun Lisa dan dirinya adalah majikan mereka.


Selesai dengan sarapan hangat di meja makan. Lisa dan Bima berangkat kerja bersama-sama. Mengantarkan Lisa terlebih dulu ke tempat kerjanya.


" Maaf aku nanti tidak bisa menjemput mu." Ucap Bima.


" Tidak apa-apa, Riski akan mengantarku pulang nanti." Jawab Lisa.


" Hhmm, jangan pulang malam."


" Iya." Jawab Lisa, mengangguk dan tersenyum. " Makasih sudah di antar, Hati-hati di jalan." Imbuh Lisa. Hanya membalas anggukkan dan juga tersenyum. Menatap kepergian Lisa, dengan dia melambaikan tangan dan mulai melajukan mobilnya menuju kantornya.


****


" Pagi pak?" Sapa Asisten Bima, berjalan mengikuti bosnya yang akan masuk ke dalam ruang kerjanya.


" Apa saja jadwal saya hari ini." Tanya Bima, dan mengambil pena untuk mulai menandatangani serta meneliti berkas yang menumpuk di meja kerjanya.


Menerangkan semua jadwal sedikit padat pada bosnya, yang mungkin akan sampai malam hari pekerjaan itu selesai.


" Persiapkan terlebih dulu sebelum meeting di mulai." Perintah Bima.


" Baik pak!" Jawabnya asistennya sambil mengangguk.


" Maaf pak, putra pak Yoga sudah mulai bekerja." Ucap asistennya, membuat Bima berhenti dan menatap asistennya.


" Sejak kapan."


" Dua hari yang lalu." Jawabnya.


" Hhmm, nanti saya akan ke ruangannya." Kata Bima. Lagi-lagi asistennya hanya mengangguk, mengambil berkas yang sudah di tanda tangani dan keluar dari ruangan Bima.

__ADS_1


Menyandarkan punggungnya di sandaran duduk kebesaran, kedua tangan saling menautkan. Menatap tajam ruangan pintu, pikiran tertuju pada seseorang yang sudah datang dan memulai untuk membuat cerita cinta. hingga senyuman dingin penuh misteri mulai menghiasi bibirnya.


Berdiri dari tempat duduk kebesaran, membanarkan jasnya dan berjalan keluar dari ruangan. Asisten yang melihatnya segera berdiri sedikit menunduk.


" Tidak perlu ikut, saya hanya ingin ke ruangan putra Pak Yoga." Larang Bima, yang melihat Asistennya berdiri dan akan mengikutinya.


" Baik pak." Jawab Asisten.


****


" Mbak Santi, gimana. susah gak kerjanya." Tanya Lisa, pada Santi menghampirinya di meja kerjanya. dengan dia mau bekerja dan membantunya di gudang.


Suster Santi sudah tidak lagi merawat ibunya dan akan mengundurkan diri dari kerjaannya. dia tidak tau akan bekerja di mana, karna itu akan butuh lama lagi untuk mendapatkan pekerjaan baru atau kembali ke yayasan tempatnya agar bisa mendapatkan majikan baru.


Tapi beradaptasi sangat butuh lama. Rasanya Santi sudah betah dengan Lisa. Lisa yang tau akan kebimbangan Santi itu pun memintanya untuk tetap ikut bekerja dengannya. tapi bukan di rumah, melainkan di gudang bersama Riski. Santi yang mendapatkan tawaran dari Lisa, menyetujuinya dan mau bekerja di gudangnya. Meskipun hanya tamatan sma, suster santi juga pandai dengan akutansi dan bisa membantu Lisa soal pengelolahan keuangan gudang.


" Enggak mbak, makasih ya mbak Lisa sudah memberikan pekerjaan buat saya." Ucap Santi tersenyum tulus pada Lisa.


" Sama-sama mbak?" Jawab Lisa. " Enggak usah cari tempat kos mbak, tetap saja tinggal sama aku. Biar rumah gak sepi." Imbuh Lisa. Kala mendengar dari mbak jum, jika Santi akan pergi dari rumahnya dan memilih menyewa tempat tinggal untuk dirinya. Karna merasa sungkan menumpang tempat tinggal bersama bosnya.


" Tap-,"


" Enggak usah menolak mbak? Uangnya bisa mbak simpankan buat kirim ke orang tua mbak di desa nanti." sahut cepat Lisa.


" Iya mbak, sayang lho uangnya buat bayar kos. Kos-kosan mahal sekarang." Imbuh Riski yang mulai ikut nimbrung bersama bosnya.


" Iiss anak ini! Kerja sana." Usir Lisa, melihat Riski yang ikut nimbrung bersamanya.


" Tau ini bocah." Imbuh Santi, menggelengkan kepala melihat Riski, tidak ada takut-takutnya dengan bosnya.


" Istirahat mbak! Sudah siang ini!! Masak di suruh kerja terus!!" Cibir Riski,


Dan Lisa menatap jam dinding, jarum menunjukkan angka dua belas dengan dirinya yang baru tersadar, jika jam begitu jalan dengan cepat sekali. Dan akan berganti warna.


.


.

__ADS_1


.


.🍃🍃🍃🍃


__ADS_2