
" Sayang?" Sapa pria tampan, berjalan gagah menuju kerumanan istrinya yang sedang menatapnya tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Seperti mimpi. Ya, seperti mimpi bagi semua orang yang menatap pri tampan dan berpenguasa dalam bisnis ada di dalam pesta Bu Salma yang tidak seberapa mewah bagi pria tampan itu.
Semua mendadak menjadi sunyi dan memusatkan matanya pada pria yang berjalan ke arah Bu Salma. Bu Salma yang melihat semakin melebarkan mata, bibir sedikit terbuka karena tidak pernah dalam ingatannya mengundang salah satu pria terkaya dan pria di puja-puja oleh semua ibu-ibu arisannya karena ketampanan, kegagahan dan juga terkaya itu datang di pesta pernikahan putrinya.
Apa ini sebuah mimpi, yang dulu ingin sekali putrinya menikah dengan pria tampan kaya raya itu. Kini hanya menjadi tamu undangan. Bisakah pengantinnya kali ini di tukar oleh pria tampan yang berjalan ke arahnya.
Ah!! Sungguh Bu Salma tidak percaya dan ingin sekali berteriak menangis sekencang-kencangnya jika itu terjadi dan bisa di kabulkan. Tidak peduli jika dirinya di bilang ibu mertua mata duitan, to uang juga segalanya. Tiada uang hidup menjadi hampa.
Ayah Fahmi, yang melihat pria itu pun juga terkejut dengan kedatangannya di acara pernikahan putri kerabatnya. Apa pria itu mengenal Salma, tapi tidak mungkin. Putri Salma tidak bekerja pada pria itu. Tapi pria itu ada di sini? Untuk Apa? dan Bagaimana dia mau datang ke pesta orang biasa seperti Salma?
Fahmi yang melihat pun hanya bisa tersenyum kecut, ia tahu kedatangan pria itu untuk siapa. Dan kenapa dia bisa datang ke acara pesta pernikahan Kerabatnya.
Dan sedangkan Lisa? Menatap tak percaya akan apa yang di lihatnya sekarang.
Suaminya. Ya, suaminya berjalan menghampirinya, datang begitu tampan dengan balutan jas mahal tanpa di kancingkan dan kemaja yang sama persis dengan gaunnya. serta dua kancing kemeja tanpa di kaitkan. Semakin tampan dan gagah.
" Bima?" Lirih Lisa, tersenyum haru melihat kedatangan suaminya
" Sayang? Maaf, terlambat." Ucapnya di depan Lisa dengan tersenyum, dan mengusap pipi istrinya di depan banyak orang.
Tentu saja banyak wanita terkejut dan juga histeris melihat Bima menyentuh pipi wanita cantik. Terutama Bu Salma dan juga Mama Fahmi, yang sama terkejut serta melebarkan mata menatap perlakuan manis dari pria tampan dan juga atasan putra serta suaminya.
Bukan cuma wanita saja, tapi. para pria juga sama terkejutnya, terutama Pak Yoga, papa Fahmi. Yang terkejut melihat atasannya menyentuh pipi Lisa dan juga memanggilnya sayang.
Tunggu!
Apa mereka saling kenal?
Lisa siapa Bima?
Dan apa hubungannya?
Pertanyaan pertanyaan itu ada di dalam pikiran bu Salma, dan ke dua orang tua Fahmi. Menatap lengkat perlakuan Bima yang manis di hadapan semua orang. Seperti bukan Tuan Alfrado yang di beritakan di dalam televisi.
Kejam, jahat, sombong dan juga angkuh.
" Kamu kenapa ke sini?" Pertanyaan konyol dari bibir istrinya. Bukannya senang, justru seperti tidak mau dengan kehadirannya ada di pesta rekan bisnisnya.
__ADS_1
Bukan tidak senang, justru Lisa bingung harus bilang apa. Ia bingung sekali, secara mengejutkan suaminya datang tanpa memberitahukannya. Saat dirinya ingin mengajaknya ke pesta, suaminya tidak menjawab dan sudah di pastikan jika suaminya tidak mau datang.
Tapi lihatlah sekarang? Suaminya datang, tanpa di suruh atau di minta. Dia datang sendiri, dengan baju yang senada warnanya dengan dirinya.
" Tentu aku ke sini ingin menemani istriku?" Jawab Bima.
yang jelas sekali di telinga para gerombolan di samping Lisa mendengarnya. Dan lagi-lagi di buat terkejut mendengar kata 'istri' dari bibir tuan Alfrado.
Istri?
Tuan Bima sudah menikah.
Lisa istri Tuan Alfado?
Apa itu benar?
" Mbak Lisa?" Ucap Bu Salma, membuat Lisa dan Bima menoleh ke bu Salma.
" Oh! Maaf buk maaf?" Sungkan Lisa, dengan senyum malu, menjejerkan tubuhnya di samping suaminya" Perkenalkan, ini suami saya. Bima" Ujarnya lagi, menyentuh lengan suaminya. dan mengenalkannya pada Bu Salma.
" Apa!" Pekik Bu Salma bersamaan dengan mama Fahmi. Dan syocknya pak Yoga.
Suami?
" Suami? Mbak Lisa punya suami? Sudah menikah?" Tanya Bu Salma, setau dirinya Lisa masih single dan belum menikah. Tapi, di depannya dan barusan di dengar olehnya, Lisa bilang jika Tuan Alfrado suaminya.
" Iya, saya suami Lisa. Kita baru menikah dua bulan yang lalu." Jawab Bima, menatap hangat wajah istrinya yang berada di sampingnya. Tanpa mau menatap wanita lain.
" Mbak Lisa?" Lirih Bu Salma, memasang wajah melas dan lemas karena Tuan Alfrado sudah menikah. Menikah dengan rekan bisnisnya, yang cantik dan rendah hati.
Bukan sakit hati, melainkan patah hati. karena yang di angankan tidak menjadi kenyataan. Tapi lihatlah Tuan Alfrado datang di pesta pernikahan putrinya sudah membuat dirinya senang, dan besar kepala. Kapan lagi ada orang penting seperti Tuan Alfrado datang di pesta orang kalangan menengah seperti dirinya.
" Iya buk?" Jawab Lisa, sedikit mengerutkan kening melihat mimik wajah Bu Salma.
" Kenapa mbak Lisa tidak bilang sih!! Kalau sudah nikah? Apa lagi nikahnya sama pria tampan dan kaya seperti Tuan Alfrado?" Ucap Bu Salma. " Selamat ya mbak Lisa? Ibu senang sekali?" Imbuhnya, dan memeluk tubuh Lisa begitu erat. Dan Lisa hanya bisa melebarkan mata serta tersenyum kaku.
Sungguh lupa jika suaminya ini orang yang sangat terpandang dan banyak penggemar. terutama ibu-ibu dan para wanita singgle.
" Terima kasih?" Ucap Lisa setelah lepas dari pelukan.
__ADS_1
" Mas Riski tau mbak Lisa sudah menikah?
" Ya taulah buk, kan saya adiknya. Mbak saya nikahkan juga minta ijin saya dulu." Jawab bangga Riski, sedikit kasih bumbu agar lebih menarik.
Dan sejak kapan nikah minta ijin Riski. Malah hampir saja Lisa tidak jadi nikah, karena lihat Riski waktu itu kecelakaan bersama Santi. Tapi akhirnya tetap menikah walaupun Riski meringis kesakitan dan menjadi saksi pernikahannya.
" Kok gak bilang ke ibu sih mas Riski! Kalau mbak Lisa sudah nikah."
Gimana mau bilang, nikahnya saja mendadak! malam-malam pula!." Gerutu Riski dalam hati.
" Cuma akad nikah saja buk? Dan di hadiri keluarga terdekat saja." Kata Lisa.
" Terus kapan resepsinya mbak Lisa? Jangan lupa undang-undang mbak?"
Resepsi?
Masih tidak terpikirkan, entah kapan.
" Tunggu saja undanganya, pasti akan saya kirimkan ke Anda." Jawab Bima, membuat Lisa menatap suaminya.
Tunggu undangan? Apa dia benar akan mengadakan resepsi?
" Saya pasti akan tunggu Tuan Alfrado?" Jawab Senang bu Salma.
" Tuan Bima?" Sapa Pak Yoga, membuat Bima dan Lisa mengalihkan tatapannya ke arah pria tua bersama dengan Fahmi.
" Pak Yoga?" Sapa balik Bima, tersenyum pada pria yang bekerja lama dengannya.
" Tuan Bima ada di sini?" Tanya basa-basi pak Yoga.
" Iya, mau temani istri saya di pernikahan rekannya." Jawab Bima, merengkuh pinggang Istrinya untuk lebih merapat padanya. Dan menunjukkan bahwa Lisa adalah istrinya.
" Tuan Bima sudah menikah."
" Tidak perlu saya ulang dua kali kan, pak Yoga?" tekan Bima, dirinya sudah tau akan Pak Yoga yang sudah pasti mendengarkannya dan melihat semuanya.
.
.
__ADS_1
.
.🍃🍃🍃🍃