Nona Lisa

Nona Lisa
Mengantar pulang


__ADS_3

...Sangat sulit untuk di dapat, tapi yakinlah jika dia memang orang yang setia....


.


.


.


.


Meringis kesakitan, duduk di taman sendirian. Memperlihatkan lutut mengeluarkan darah. Dan nyeri untuk berjalan.


" Dasar pria dingin, pria gak peka, pria jelek. Awas saja kalau ketemu!" Umpat Lisa, mengingat Bima meninggalkannya tanpa mau membantunya.


Bukan tak mau membantunya, justru Lisa sendiri memanfaatkan Bima kala dia akan membantunya dan malah Lisa meminta hal yang lebih, yang membuat Bima malas sekali menanggapinya. Memilih pergi meninggalkan Lisa yang tercengang dan menggerutu sendirian.


" Nich juga baju kenapa bisa sampai kesrimpet segala sih! Jatuh kan jadinya!!" Gerutunya sendiri, Menyalakan baju pesta yang dirinya pakai karena terjatuh dan membuatnya terluka.


Menghembuskan nafas berat, berdecak lemas dan menahan perihnya luka di lutut, hingga dirinya mendongakkan kepala saat ada tangan mengulurkan botol air padanya.


" Basuh pakai air, biar gak infeksi." Perintah Bima, yang ternyata masih ada untuknya.


" Makasih." Jawab Lisa dengan ketus, meskipun sebenarnya ada rasa senang dan lega karena tidak di tinggal oleh Bima.


Hal yang paling di hindari Bima saat ini, berhadapan dengan wanita yang memperlihatkan paha terbuka, seperti Lisa, belain samping dress panjang terbuka hingga paha kirinya terekspor jelas. Begitu mulus dan putih.


" Eh!!" Terkejut Lisa, saat Bima melempar jasnya di pangkuannya.


" Tutup itu paha kamu!" Ketus Bima, membuat Lisa membulatkan mata. Dan tersadar pahanya begitu terbuka, terlihat oleh Bima yang langsung mengalihkan pandangannya tanpa lagi memperhatikan dirinya.


Melebarkan jas Bima di pangkuannya, menutupi paha yang terekspor dengan dirinya yang malu di lihat Bima.


Orang yang dingin, cuek dan juga sombong tapi masih tetap perhatian dengannya dan juga masih mau membantu dirinya.


Sungguh pria idaman.


Tapi tetap saja membuat Lisa sebal dan takdir selalu saja mempertemukannya. Atau ini yang di namakan doa dari orang yang teraniaya, dan terlabulkan dari orang tersebut.


Mengingat itu rasanya ia ingin marah saja dengan begal yang waktu itu, membuat dirinya di pertemukan dengan Bima dan di doakan untuk berjodoh.


Doa yang terkabulkan.

__ADS_1


Sungguh ajaib.


" Kamu menyelamatkan ku hari ini, terima kasih." Ucap Lisa, menundukkan kepala merasa tak enak hati sudah beberapa kali menyusahkan pria di hadapannya.


" Aku antar pulang." Kata Bima.


" Aku bawa mobil."


" Berikan kuncinya." Pinta Bima pada Lisa, membuat Lisa memicingkan mata dan menyerahkan kunci mobilnya pada Bima yang menatapnya tajam.


" Tolong bawakan?" Ucap Lisa, menggantungkan tangan yang menggenggam sepasang sepatu hak tinggi di hadapan Bima.


" Kakiku sakit!"


" Apa hubungannya!" Sahut Bima, dengan tatapan tajam.


" Aku enggak bisa bawa! Bajuku kepanjangan, harus di pegang kalau enggak di pegang nanti aku jatuh lagi gimana!!" Papar Lisa, lagi-lagi Bima mendesah mendengar jawabannya. Sungguh dia gadis yang cerdik, pandai berbicara dan pandai sekali membuat dirinya diam seribu bahasa.


Mengambilnya dengan kasar, dengan tatapan tajam dan dingin.


" Makasih?" Ucap Lisa, tersenyum puas bisa membuat pria di hadapannya mau membawakan sepatunya dan mengerjainya karena sudah tidak mau membantunya untuk berdiri saat dirinya terjatuh.


Berjalan sangat pelan dan hati-hati, tanpa di bantu oleh Bima yang berjalan di sampingnya. Pria di sampingnya ini sangatlah menyebalkan, tak ada romantisnya sama sekali.


Cih! Pacaran saja tidak, kenalpun juga tidak. Tapi mengapa dirinya begitu PD sekali, berharap seperto drama korea yang tidak kenal langsung di gendong.


Terlalu menghalu, dan inilah akibatnya jika sering melihat film korea. Terlalu percaya diri, ketingkat haluan mencari kekasih tampan begitu besar!


Tidak,tidak,tidak. Sama sekali Lisa tak memikirkan ingin mempunyai kekasih. Tapi jika ada pria artis korea menyukainya dirinya tidak akan menolak cintanya.


Sampai di depan mobilnya, Melihat Bima yang langsung masuk ke dalam mobilnya pun hanya bisa berdecak dan mengerucutkan bibirnya.


Benarkan, Pria yang menolongnya tidak peka, dan sangat dingin terhadapnya. Bukannya membukakan pintu untuknya, malah Bima membuka pintu mobil untuk dirinya sendiri dan masuk ke dalam mobil sambil menyalakan mesin.


Sungguh keterlaluan!


Sunyi, tak ada percakapan sama sekali. Saling diam dan saling fokus dengan jalanan, dan Lisa mulai mengantuk hingga dirinya tertidur dalam mobil.


****


Mengerjabkan mata, merasa terganggu dengan cahaya matahari masuk ke dalam celah gorden. Memulai membuka mata, duduk bersandar di ranjang sambil memijat tengkuk yang merasa pegal.

__ADS_1


Mengerutkan kening melihat dirinya ada di ruang kamarnya, menyadari jika dirinya tertidur dan melihat tubuhnya yang masih memakai jas dan baju pesta semalam.


" Semalam aku ketiduran? Siapa yang mengangkat ku ke kamar?" Gumamnya, dan seulas bibir tersenyum merekah di pagi hari.


" Manis!!" Ucapnya, dan turun dari ranjang menuju kamar mandi. Membersihkan diri, dan ingin cepat bertanya pada penghuni rumah.


****


" Jangan lagi nyuruh gue ambil mobil loe di parkiran hotel." Sungut Doni, pagi-pagi sudah mengomel di meja makan bersama dengan Max dan Bima.


Bagaimana tak mengomel, dirinya yang baru saja menikmati kencan bersama wanita. Dan mendapat telpon bosnya untuk mengambil mobilnya yang terparkir di hotel. Mau menolak, tapi sudah mendapatkan ancaman, hingga dirinya terpaksa harus meninggalkan teman kencannya demi kepentingan hidupnya.


Max yang mendengar gerutuan Doni hanya bisa menahan tawa, begitu menderitanya temannya ini yang sekali mendapatkan teman kencan harus terganggu oleh bosnya.


Ya, Bima tak ada pilihan lain untuk mengantarkan wanita ceroboh dan pembawa masalah ada dirinya sendiri pulang ke rumahnya.


Rasa tak tega dan sedikit khawatir melihat Lisa pulang sendiri. Dan teringat akan ibu Lisa yang pastinya mengkhawatirkan anaknya yang belum pulang tengah malam. Memutuskan untuk kembali menemuinya, di taman dekat parkir dan membelikan minuman padanya.


" Memangnya kamu kemana semalam?" Tanya Max, pada Bima menikmati sarapan paginya dengan tenang.


" Anterin orang." Jawab Bima.


" Cewek." Tanya Doni.


" Iya." Membuat Doni dan Max saling menatap.


" Cewek yang kapan hari datang ke rumah loe?" Tanya Doni lagi, hanya deheman dan anggukan kecil dari Bima saat ia masih mengunyah makanan.


" Sudah ku duga!!" Seru Doni, di anggukkan Max dengan senyum pula.


Tidak perlu bertanya kembali, di mana rumah Lisa, satu kali di beritahu alamat rumah Lisa ia pun sudah hafal dan tak lagi bertanya dengan wanita yang ada di sampingnya.


Dimana ia sudah mengantarkan Lisa sampai di depan rumah, melihat Lisa yang tertidur pulas Bima pun memutuskan untuk masuk ke halaman rumah Lisa, memberi isyarat seperti Lisa yang mengklakson mobilnya dulu agar bisa masuk ke halaman rumah.


Mencoba membangunkan Lisa, tetap saja wanita di sampingnya tidak bangun. Hingga dirinya terpaksa mengangkatnya menuju ke dalam rumah. Sebelum mengangkat tubuh Lisa, dirinya memperbaiki Jas yang di pakai Lisa dan juga dress yang terlihat paha Lisa.


Beruntung ibu Lisa sudah tertidur hingga dirinya tak perlu menjelaskan lagi. Di antar Art menuju kamar Lisa, menaruhnya di tempat tidur dan menyelimutinya. Dan berpamitan pada Art Lisa untuk pulang dengan membawa mobil Lisa.


.


.

__ADS_1


.


.🍃🍃🍃🍃


__ADS_2