
...Bukan jodohnya, dan dua-duanya tidak berpihak padaku....
.
.
.
.
Menumpang di rumah orang dengan tidak melakukan aktifitas apapun, membuat dirinya sungkan dan jenuh.
Berdiam diri, tidak boleh melakukan apapun sangatlah bosan. Dan dirinya juga sudah sedikit membaik, luka yang ada di tangan dan kaki sedikit mulai mengering dan juga bisa di gerakkan pelan.
Keluar dari kamar Max, mlihat jam dinding masih menunjuk angka tiga sore. Apartemen sudah terlihat rapi dan bersih saat beberapa jam yang lalu petugas kebersihan datang untuk membersihkan apartemen milik Max.
Berjalan ke arah dapur, membuka lemari dingin dan melihat penuh dengan bahan makanan. Sayur dan daging yang masih terlihat segar.
" Apa dia suka memasak. Banyak sekali bahan makanan di dalam kulkas." Gumam Santi, kembali menutup lemari pendingin dan berjalan ke arah penanak nasi.
" Tidak ada nasi? Sebaiknya aku memasak sebelum dia pulang." Ujarnya lagi, Memulai memasak dengan hati-hati dan pelan. Memasak simpel, tidak terlalu rumit dan cepat. Agar dirinya juga merasa tidak kelelahan nantinya.
Tidak enak juga menumpang di rumah orang kala dirinya tidak melakukan sesuatu, setidaknya dengan membuatkan makanan untuknya menyambutnya pulang kerja, tidak akan masalah bukan. Yang terpenting dirinya tau diri tinggal di rumah orang yang mau merawatnya.
Masakan simpel. Sayur sop bakso daging, dengan ayam goreng di tambah naget ayam yang ada di dalam frizer. Yang membuat dirinya sedikit menggelengkan kepala, ternyata pria dewasa menyukai makanan frozen juga. Contohnya seperti Max ini.
Tidak sampai satu jam masakan Santi sudah jadi, dirinya merasa lega dan puas. Ia pun segera merapikan dapur dan juga mencuci semua alat masak yang ada di pencucian piring.
" Kamu sedang apa?" Tanya suara pria dari belakang, membuat Santi bergelonjak kaget dan berbalik menatap sumber suara.
" Kamu!" Desis Santi. " Dari tadi?" Imbuhnya lagi, tidak mengetahui kepulangan Max dan tidak mendengar pintu terbuka. Atau memang dirinya saja yang terlalu fokus dengan memasak dan tidak mendengar apapun.
" Barusan?" Jawab Max, mengambil air minum di atas meja makan dan terlihat makanan tersaji di atas meja.
" Kamu memasak?" Tanya Max, melihat Santi kembali mencuci piring.
" Iya."
" Kan sudah aku bilang jangan melakukan apa-,"
" Hanya memasak, tidak lebih." Potong Santi. " Lagian aku juga enggak enak diam di rumah kamu, tanpa melakukan apapun. Lagian lukaku ini sudah sudah mengering dan sudah hampir sembuh. Dan itu semua berkat kamu. Makasih ya." Imbuhnya lagi, dengan senyum hangat menatap Max.
__ADS_1
Sempat tertegun, melihat senyuman manis dari wanita yang sudah di rawatnya dan pernah bertemu dengan rasa kesal waktu itu. Kini berubah manis dan sangat manis karena selalu ada di sampingnya.
Ikut tersenyum dan berjalan menghampirinya. menggulung lengan kemeja tangannya hingga ke siku dan akan membantu wanita yang belum selesai mencuci piring
" Jangan!" Larang Santi, sedikit menyentuh tangan Max. Dan membuat Max menatap tangan Santi yang berada di atasnya.
Saling diam dan saling menatap beberapa detik hingga Santi menarik kembali tangannya.
" Maaf." Lirih Santi. " Jangan membantu, sebaiknya bapak mandi dan segera makan." Imbuhnya lagi.
" Ta-,"
" Sudah sana!" Usirnya, dan melanjutkan kembali mencuci piringnya.
Hanya mendesah, mengangguk dan juga sedikit tersenyum. Pergi meninggalkan Santi dan berjalan menuju ke kamarnya, untuk membersihkan badan. Seperti menurut perintah dari wanita yang baru saja di kenalnya.
****
" Lisanya apa lama bik kembali ke rumah?" Tanya tamu pria, berdiri di tangah pintu rumah menanyakan keberadaan Lisa yang malam ini tak ada di rumah.
" Saya tidak tau mas? kapan mbak Lisa pulang." Jawab Buk Jum. " Apa saya perlu telponkan." Ujarnya lagi, merasa seperti ada kepentingan pria yang mencari majikannya.
" Kalau begitu saya pamit pulang bik, tolong sampaikan pada Lisa. Kalau Fahmi ke sini." Ujarnya lagi.
" Iya mas." Jawab Buk jum, mengangguk dan tersenyum. Serta menatap kepergian teman Lisa dengan rasa kasihan.
Pernah datang sekali di rumah Lisa dan pernah di kasih tau oleh Riski jika pria itu mengungkapkan isi hatinya dan di tolak halus oleh Lisa.
Riski, ember. Tukang gosib.
Pria itu datang lagi, dengan semangat dan mambawa oleh-oleh buah tangan kesukaan Lisa. Tapi, Lisa tidak ada di rumah dan membuat Pria itu terlihat kecewa di wajahnya.
Sungguh, rasanya tidak tega melihatnya. Pria itu terlihat baik, tapi jauh lebih baik Tuan Bima yang sekarang sudah menjadi suami Lisa. Dan membuat Lisa bisa kembali ceria seperti dulu meskipun sudah di tinggal oleh ke dua orang tuanya.
" Astafirullah!!" Pekik Buk Jum, terkejut saat berbalik badan dan melihat Riski sudah ada di belakangnya seperti patung.
" Iihh!! Nich bocah ya sukanya buat jantungan orang tua saja." Pukul Buk Jum kepala Riski.
" Buk! Enggak bisa apa enggak mukul aku! Sakit ini buk!! Luka belum sembuh di tambahin luka lagi." Cicit Riski. " Kekerasan pada anak ini, aku aduin ke pak Seto. Mau!!" Imbuhnya lagi, sambil mengusap kepala, yang entah sudah berapa kali terkena pukulan hari ini oleh orang rumah.
" Enggak takut, aduin saja!" Tantang buk Jum. " Lagian kamu sukanya usil sekali sih Ki!! Astafirullah, Ya Allah.." Imbuhnya, mengusap dad*nya dengan sabar. Karena tingkah lakunya Riski yang tak ada habisnya membuat orang naik darah.
__ADS_1
Hanya desisan Riski sambil mencibikkan bibirnya. " Siapa buk jum tamunya mbak Lisa." Tanya Riski.
Kode kepo.
" Teman mbak Lisa."
" Cowok."
" Iya."
" Yang dulu pernah kesini nembak mbak Lisa."
" Heem." Jawab Buk jum, sambil berjalan di ikuti Riski di belakang.
" Ngapin buk, cowok itu ke sini." Tanya Riski, mengerutkan kening sambil berpikir. Entah apa yang sedang di pikirkan dan di tebaknya.
" Mau ketemu mbak Lisa lah Ki! Masak mau ketemu buk jum, enggak mungkin kan!" Kata buk Jum, sambil menahan tawa.
" Cih!! PDnya buk Jum minta ampun! Tak bilangin ke pak Yanto nanti ya, kalau buk Jum mau ganjen sama pria lain." Ancam Riski, mulai lagi buat buk Jum naik darah.
" Kau ini kepo sekali!" Gerutu Buk Jum. " Buk Jum saraninnya! Kalau kamu sudah sembuh, kerja sampingan saja jadi wartawan gosib lambe turah. Gali informasi sedetail-detailnya tentang gosib hot terkini. Biar puas nanti dengan ceritanya." Imbuhnya lagi, sambil berkacak pinggang di hadapan Riski.
" Ogah! Nanti aku kena azab dan di kutuk ibu-ibu sejagat raya."
" Bibir mu saja sudah seperti ibu-ibu kepo beberapa hari ini."
" Buk Jum Juga." Sahut cepat Riski, dengan senyum jail dan menghindar cepat sebelum terkena tabokan.
.
.
.
.🍃🍃🍃🍃
Hayoo!! Fahmi datang loh!! 😁😁
Makasih buat kalian yang sudah vote dan kasih koinnya.
Sun jauh dari babang Bima.😘😘😘
__ADS_1