Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Aku masih mencintainya


__ADS_3

CUP


Mata Safira membola ketika benda kenyal itu mendarat di permukaan bibirnya. Ia langsung mendorong badan Aries sekuat tenaga, hingga tautan bibir itu terlepas.


Plak


Safira menampar pipi Aries dengan sangat keras.


Aries tersenyum miris sembari mengusap salah satu pipinya yang terasa panas.


"Kenapa kamu menamparku? Bukankah ini yang di lakukan Jeff kepadamu dulu?" tanya Aries, menatap Safira dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Karena kamu sudah melewati batasmu!"


"Aku melewati batasku? Lalu apa yang pernah di lakukan Jeff kepadamu itu tidak di luar batas!!" balas Aries, masih mengusap pipinya yang terasa panas.


Safira terdiam lalu ia menatap tangan kanannya yang baru saja di gunakan untuk menampar Aries.


"Dan kamu berpikir jika diriku ini wanita murahan?!" balas Safira dengan tajam. Sungguh penghinaan baginya, ketika mendengar pertanyaan dari Aries.


"Bukan maksud ku, berbicara seperti itu. Maaf, aku hilang kendali," ucap Aries, tersadar jika perkataannya menyakiti hati Safira.


Safira menggelengkan kepalanya, kemudian ia ingin beranjak dari hadapan Aries dengan perasaan kecewa.

__ADS_1


"Aku memang bersalah dan berdosa, karena telah memberikan ciuman pertamaku kepada Jeff. Suatu kesalahan besar yang pernah aku lakukan, dan kamu pikir aku akan melakukan kesalahan yang sama dengan pria yang berbeda?!"


"Satu hal yang perlu kamu tahu adalah, hatiku masih sangat mencintai Jeff. Walau aku harus menunggu 100 tahun lamanya, aku akan melakukannya!" ucap Safira, sebelum benar-benar pergi dar hadapan Aries.


"Tidak adakah sedikit harapan untukku?" tanya Aries, menatap punggung Safira dengan nanar.


Safira menghentikan langkahnya sejenak. "Maafkan, aku. Bukankah cinta itu tidak bisa di paksakan? Mau seberapa kuat usahamu dan perjuanganmu, akan tetapi hatiku tidak bisa berpaling darinya," jawab Safira, tanpa menoleh kemudian ia segera melanjutkan langkahnya.


Hati Aries seperti di tikam belati, begitu sakit dan perih yang ia rasakan saat ini.


Beginikah rasanya cinta bertepuk sebelah tangan? Kenapa rasanya sangat menyakitkan? Batin Aries, menangis pedih di dalam hati.


*


*


*


Safira segera memasuki mobilnya dan melajukannya mobilnya ke suatu tempat.


Beberapa saat kemudian, Safira sudah sampai ke tempat yang ia tuju dan ia segera keluar dari mobilnya dan berjalan menuju gedung yang ada di hadapannya itu.


"Aku ingin menemui, Jeff Smith," ucap Safira, kepada Sipir Rutan di mana Jeff di tahan sana.

__ADS_1


"Bisa tunjukan identitasnya?" tanya Sipir tersebut dan Safira pun segera menunjukan identitasnya kepada Sipir tersebut.


"Mari, ikuti saya," ucap Sipir tersebut, setelah memeriksa identitas Safira.


"Terima kasih," ucap Safira.


Safira mengikuti Sipir tersebut hingga sampai di sebuah ruangan yang di khususkan untuk menemui tahanan.


Safira duduk di bangku yang sudah di sediakan disana, dan tidak berselang lama Jeff datang menghampirinya.


"Jeff." Safira berdiri dari duduknya, dan air matanya meluncur tanpa di minta. Ia menatap Jeff penuh kerinduan, setelah beberapa bulan tidak bertemu.


"Fir," gumam Jeff, menatap Safira dengan datar. Lalu ia mendudukan diri di hadapan Safira.


Safira tersenyum getir ketika melihat kondisi badan Jeff yang kurus, lalu ia mendudukan dirinya lagi.


"Aku merindukanmu," lirih Safira, menahan sesak di dadanya.


"Pantaskah kamu merindukan pria pendosa sepertiku, Fir?" tanya Jeff, menatap Safira dengan penuh luka.


"Kamu pantas mendapatkannya, Jeff. Aku masih sangat mencintaimu," ucap Safira, berlinang air mata.


Sedih😭😭

__ADS_1


Like mana like!!!


__ADS_2