
Waktu berjalan begitu cepat dan tidak terasa kehamilan Crystal sudah memasuki usia 7 bulan. Perut Crystal sudah terlihat sangat membuncit dan badannya pun makin melebar. Dan satu minggu yang lalu mereka baru selesai mengadakan acara tujuh bulanan kehamilan Crystal.
"Bisakah kamu cuti kuliah lebih awal?" tanya Ryan, sembari memasangkan sepatu kets di kaki indah Crystal. Ryan merasa kasihan kepada istrinya yang sudah mulai kesulitan untuk beraktifitas. Posisi Ryan saat ini berlutut di hadapan Crystal yang sedang duduk di sofa kamar mereka.
Ya, seperti itulah rutinitas baru Ryan saat kehamilan istrinya sudah semakin membesar. Dia selalu menjadi suami siaga untuk istrinya, membantu Crystal memakaikan sepatu dan terkadang ia memotong kuku kaki Istrinya itu.
Sungguh suami yang sangat pengertian, bukan?
Membuat Crystal merasa menjadi wanita yang paling beruntung dunia karena mempunyai suami yang sangat mencintai dan perhatian kepadanya.
"Tanggung, Yank. Aku 'kan sedang mengerjakan skripsi," jawab Crystal, sembari menangkup wajah suaminya dengan lembut dan menatap Ryan dengan penuh cinta.
"Tapi perut kamu sudah terlihat besar Crys! Aku tidak ingin kamu kelelahan," tegas Ryan. Dirinya begitu khawatir dengan kondisi istrinya.
"Kamu tenang saja, aku akan baik-baik saja. Jika aku cuti sekarang, maka aku harus mengulang lagi tahun depan dong," jawab Crystal cemberut, memperlihatkan pipinya yang semakin cuby.
Ryan hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. "Kamu yakin bisa?" tanya Ryan lagi, mengingat dua bulan lagi Crystal itu akan melahirkan.
"Aku pasti bisa, aku akan belajar dengan giat dan akan menyelesaikan skripsiku sebelum aku melahirkan," jawab Crystal dengan penuh semangat.
Ryan menyunggingkan senyumannya, kemudian ia beranjak dan mengulurkan tangannya kepada Crystal.
__ADS_1
Crystal tersenyum lalu menyambut tangan suaminya itu dengan lembut.
"Hati-hati," ucap Ryan, ketika melihat Crystal kesulitan untuk berdiri, dengan sigap ia merangkul bahu istrinya.
"Terima kasih," ucap Crystal, lalu mengecup pipi suaminya dengan mesra.
Ryan tersenyum lalu membalas kecupan itu di bibir istrinya dan sedikit melumaat bibir yang sudah menjadi candunya itu. Crystal pun tidak mau kalah, ia membalas ciuman dan lumataan yang di berikan suaminya.
"Eughhh." Crystal melenguh ketika Ryan semakin memperdalam ciumannya dengan menekan tengkuknya dan salah satu tangan kekar itu menarik pinggang istrinya hingga perut buncit Crystal beradu dengan perut sixpack suaminya.
Ciuman itu terhenti ketika Ryan merasakan tendangan kecil dari perut Crystal.
"Belum lahir saja, sudah bisa protes," ucap Ryan, lalu mengelus perut istrinya dengan penuh kelembutan.
"Dia cemburu kepadamu, karena bisa memeluk dan menciumku," jawab Crystal tersenyum bahagia, lalu meletakan tangannya di atas tangan Suaminya yang sedang mengelus perutnya.
"Aku mencintai kalian," ucap Ryan, mengecup bibir istrinya sekilas kemudian ia menundukkan kepalanya dan mencium perut buncit istrinya.
"Kami juga mencintai, Papa," jawab Crystal, seraya mengusap kepala suaminya dengan lembut.
Lalu keduanya saling melempar senyum kebahagiaan mereka, kemudian keluar dari kamar tersebut bersamaan menuju ruang makan untuk sarapan bersama.
__ADS_1
*
*
*
Setelah selesai sarapan bersama, Ryan mengantarkan Crystal menuju kampus.
"Sayang, nanti aku ijin ingin ke toko buku bersama Cindy dan Caramel, ya?" tanya Crystal, menatap Ryan yang sedang fokus menyetir mobil.
"Ya, tapi setelah itu langsung pulang karena aku tidak bisa menjemputmu," jawab Ryan, tanpa menoleh.
"Siap, Bos!" jawab Crystal, sambil memberi hormat kepada Ryan, membuat suaminya itu terkekeh pelan.
Abang Ryan romanti banget sih perhatian lagi❤❤
Bonus visual abang Ryan🔥
__ADS_1