Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Mulai mejalankan rencana


__ADS_3

"Jadi benar dugaanku," gumam Devan, masih di dengar Ryan.


"Iya!" sahut Ryan, tegas.


Tidak berselang lama datanglah segerombolan pria berbadan besar memakai baju hitam dan bersamaan saat itu para anggota kepolisian datang kesana.


Devan memundurkan langkahnya dan sedikit takut, jika terjadi pertumpahan darah.


Para anggota kepolisian yang berjumlah sepuluh orang itu langsung berdiri mengelilingi Ryan dan Devan. Bersiap siaga dengan senjata api yang mereka bawa.


Sedangkan dua satpam yang ada disana bersembunyi di tempat yang aman, karena ketakutan.


"Maaf Pak, kami terlambat," ucap salah satu anggota polisi kepada Ryan.


"Kalian datang tepat waktu," jawab Ryan, tegas. Matanya menatap tajam segerombolan pria yang berdiri tidak jauh dari hadapan mereka.


"Serahkan anggota kami!" bentak pria berbaju hitam, berbadan tambun.


"Kalian ingin rekan kalian? Silahkan ambil saja," jawab Ryan, tegas. Lalu ia memerintahkan dua anggotanya untuk menyeret pria yang sudah terkapar tidak berdaya itu dihadapan para gerombolan pria itu.


"Kurang ajar!!! Apa yang kau perbuat kepadanya?!" teriak salah satunya lagi, saat melihat rekannya tidak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah.


"Aku hanya melakukan tugasku," jawab Ryan, melangkah maju kedepan tanpa rasa takut sedikitpun.

__ADS_1


Para anggota kepolisian pun turut maju kedepan sembari menodongkan senjatanya kearah segerombolan pria tersebut.


"Jendral polisi Aaron Ryan? Inikah si pemimpin Intelijen negara ini? Wow, kami sangat bangga sekali bisa berhadapan dengan anda dan kami akan lebih bangga lagi jika kami bisa melenyapkan anda, ha ha ha haa," ucap salah satu dari mereka dengan lantang, lalu mereka tertawa terbahak bersama.


Ryan mengetatkan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya dengan erat, lalu ia tersenyum sinis saat melihat lawannya lengah.


Tertawalah sepuas kalian, dasar bodoh! Umpat Ryan dalam hati.


*


*


*


*


Tembakan peluru bius itu pun di luncurkan, dan tetap sasaran menebus kulit para segerombolan pria yang berjumlah 15 orang itu.


Bruk


Bruk


Bruk

__ADS_1


Satu persatu mereka berjatuhan, namun mereka masih sadar dan salah satu dari mereka mengambil senjata apinya dan menembakkannya kearah Ryan, beruntung salah satu anggota kepolisian mengetahuinya dan langsung mendorong tubuh Ryan, hingga terjatuh di atas tanah.


"Pak!" teriak para anggota kepolisian tersebut sangat kahwatir dengan atasannya.


"Aku tidak apa," jawab Ryan, segera bangkit lalu memerintahkan para anggotanya untuk membawa para penjahat itu ke kantor polisi yang terdekat.


"Terimakasih, sudah menyelamatkanku," ucap Ryan, menepuk pundak salah satu anggotanya yang baru saja mendorongnya.


"Sama-sama, Pak. Sudah kewajiban kami melindungi, Pak Aaron," jawabnya tersenyum, bangga. Ryan tersenyum dan mengucapkan banyak terimakasih.


"Ryan kamu tidak apa-apa?" tanya Devan, membolak baliikan badan Ryan.


"Aku oke," jawab Ryan. "Apa Papi takut?" tanya Ryan, terdengar meledek.


"Ck! bukan hanya takut tapi sudah mau jantungan," jawab Devan, kesal. "Pekerjaanmu menantang maut! Tapi, aku bangga padamu, maaf karena dulu melarang kamu agar tidak jatuh cinta kepada putriku," ucap Devan, penuh penyesalan.


Ryan tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya berulang kali.


"Lapor Pak! Para tersangka sudah kami amankan" ucap salah satu polisi dengan tegas dan memberikan hormat kepada Ryan.


"Laporan di terima! Dan segera bawa mereka ke kantor polisi terdekat, tempatkan mereka di sel tahanan kelas satu! Selanjutnya kerjakan rencana yang sudah kita susun untuk menjebak Bos besar mereka!' Jawab Ryan, tegas.


"Siap laksanakan, Pak!"

__ADS_1


Tegang ya mak😆


Jangan lupa dukunganya ya, kasih like, vote, komentar dan kasih gift. Makasih semuanya ❤❤❤


__ADS_2