
"Ijinkan aku untuk menghapus jejak bibirnya dari permukaan bibirmu itu," ucap Aries membuat Safira tercengang.
"Apa?!" Safira melotot tajam kearah Aries.
"Tidak ada siaran ulang!" jawab Aries, kemudian langsung menarik tengkuk Safira.
"YA! Apa yang akan kau lakukan!" seru Safira, memundurkan kepalanya sekuat mungkin, akan tetapi Aries menahan tengkuknya tak kalah kuat juga.
"Tentu menghapus jejak bibir pria sialan itu!" jawab Aries, semakin mendekatkan wajahnya. Kemudian ia mengangkat kaosnya dan mengusapkannya ke bibir Safira dan ia melakukannya berulang kali.
Tentu saja hal itu membuat Safira terdiam dan takjub dengan sikap Aries.
"Sekarang bibirmu sudah bersih," ucap Aries, lalu melepaskan tengkuk Safira.
Safira masih terbengong dan menatap Aries dengan tatapan tidak percaya.
"Hei, malah bengong! Apa kamu berharap jika aku membersihkan bibirmu dengan bibirku seperti yang ada di novel yang sering kamu baca itu?" tanya Aries, terkekeh pelan.
"Eh, tentu saja tidak!!" sangkal Safira, lalu mamalingkan wajahnya karena malu.
__ADS_1
"Sama sepertimu, aku akan memberikan ciuman pertamaku untuk istriku nanti," ujar Aries, menatap wajah cantik Safira dari samping.
"Iya, pasti wanita yang akan menjadi istrimu sangat beruntung karena mendapatkan pria yang sepertimu," jawab Safira, lalu segera beranjak dari duduknya.
Ah, bagaimana bisa, aku berfikiran jika dia akan menciumku! Batin Safira, sambil berjalan masuk kedalam rumah.
Bisa saja Aries mengambil kesempatan darinya, akan tetapi pria itu justru melakukan hal yang sebaliknya. Aries mengusap bibirnya dengan kaos yang di kenakannya. Safira menjadi sangat kagum dengan sikap Aries.
Hanya kagum saja, tidak lebih! Batin Safira lagi.
*
*
*
"Sayang," panggil Crystal dengan suara seksih dan sangat menggoda di indra pendengaran Ryan.
Ryan menoleh dan matanya melebar sempurna ketika melihat istrinya berpose sangat menantang di atas tempat tidur di tambah lagi Crystal mengenakan lingerie berwarna merah, membuat gairah Ryan langsung naik ke ubun-ubun, dan tombak saktinya yang bobok ganteng di dalam boxernya kini mulai membuka mata dan mengangkat kepalanya.
__ADS_1
Rasa lelah dan mual yang melandanya langsung sirna ketika melihat istrinya yang mengajak bertempur.
"Hem, kau mau menggodaku?" tanya Ryan, berjalan perlahan menuju ranjang panas itu, sambil melepas satu persatu kain yang melekat di tubuhnya. Tersembulah tombak sakti yang super panjang dan besar, membuat Crystal sudah tidak sabar untuk segera di masukinya.
"Yeah, Honey. Kemarilah," jawab Crystal, menggigit jarinya dengan sensual dan itu terlihat sangat seksih di mata Ryan. Kemudian ia membuka kakinya dengan lebar dan terpampanglah lembah yang sangat ranum tanpa penghalang apa pun.
"Mau menantangku?" Ryan tersenyum devil, dengan perlahan ia merangkak naik ke atas ranjang lalu menarik salah satu kaki istrinya dan menciuminya dengan sangat sensual dari ujung kaki hingga pangkal paha istrinya dan berhenti tepat di depan pintu lembah ranum itu
"Oh yeahh, Fu*cck me!" pekik Crystal, menggelinjang manja ketika lidah Ryan mengobrak-abrik lembahnya dengan sangat rakus.
Crystal terus mendesaah enak ketika lidah suaminya menusuk-nusuk kedalam lembahnya dan terkadang menghisap lembut di bawah sana, hingga membuatnya mencapai pelepasan pertamanya.
"Malam panjang kita akan segera di mulai, honey!" Ryan tersenyum smirk, lalu merangkak naik ke atas tubuh istrinya yang molek dan seksih itu.
Srakkk
Ryan langsung merobek lingerie merah itu dengan kuat dan menyisakan garis robekan yang tidak beraturan.
Bersambung😆
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mendukung karya emak, love you all😘😘
Like sama Vote ya jangan lupa!