Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Pesan misterius


__ADS_3

Saat ini Crystal dan Ryan sudah berada di dalam sebuah Hotel paling mewah yang ada di kota tersebut. Crystal mengendarkan matanya, menatap satu persatu tamu undangan yang terlihat elegan dan glamour. Dan, tidak ada satu pun yang ia kenali.


Sepertinya ini bukan pesta pernikahan orang biasa. Batin Crystal.


Dekorasi pesta pernikahan itu tampak mewah dan megah, namun yang menjadi pertanyaan di dalam benak Crystal adalah tidak ada satupun rekan suaminya yang ada disana.


"Sayang, sebenarnya siapa yang menikah?" tanya Crystal, kepada Ryan berdiri di dekatnya.


"Temanku," jawab Ryan, tanpa menoleh karena saat ini matanya menyapu seluruh sudut ballroom hotel mewah tersebut.


"Sebenarnya kamu mencari siapa? Temanmu? Apakah yang berdiri di pelaminan sana?" tanya Crystal, manunjuk sepasang pengantin yang berdiri di atas pelaminan.


Mata Ryan menatap tajam seorang pria yang sedang berada di atas pelaminan, sepertinya pria itu sedang memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


"Sayang, kamu duduk disana dulu, Ya. Pasti kamu lelah bukan?" Ryan menggandengan tangan istrinya menuju meja yang kosong.


"Sayang, tapi akuβ€”"


"Kamu disini dulu, aku ingin ke toilet," ucap Ryan, setelah Crystal duduk di kursi.


"Ryan, tapi aku canggung disini," rengek Crystal, menarik tangan suaminya yang sudah akan beranjak.


Crystal merasa tidak nyaman disana, karena ia tidak mengenal siapa pun disana.


"Aku hanya sebentar saja, oke!" Ryan tersenyum, seraya melepas paksa tangan istrinya yang mencekal tangannya.

__ADS_1


Maafkan aku. Batin Ryan, dengan berat hati.


"Sayang, tapiβ€”" Belum selesai bicara, Ryan sudah meninggalkan Crystal.


Crystal menatap kesal suaminya, yang tidak mau mendengarkannya. Kemudian ia mengambil jus jeruk yang ada di depannya dan meminumnya dengan sekali tenggak. "Dasar kanebo kering!" Crystal terus mengumpati suaminya. Lalu ia mengambil ponselnya dari dalam dompetnya, untuk berchating ria dengan kedua temannya yang super gesrek, guna untuk mengusir kebosanannya.


Saat sedang asik dengan ponsel, ada pelayan hotel yang mendekatinya. "Permisi, Nona. Ada pesan untuk anda," ucapanya, sembari memberikan secarik kertas kepadanya.


Crystal mendongak dan mengernyit heran, namun ia tetap kertas tersebut. "Terima kasih," ucap Crystal.


You're beautiful. Gumam Crystal, membaca tulisan yang tertera di atas kertas tersebut.


Bibir Crystal melengkung indah, lalu ia mengendarkan matanya di sekelilingnya. "Dasar kanebo kering, romantis banget sih." Crystal tersenyum bahagia.


Setiap orang pasti bahagia saat mendapat pujian dari seseorang yang di cintai, bukan?


"Pesan lagi, Nona." Masih pelayan hotel yang sama, memberikan kertas yang sama kepada Crystal.


Your smile is so beautiful, can i have you?


"Sejak kapan dia pandai menggombal!" kesal Crystal, namun ia juga bahagia. Kemudian Crystal meletakkan kertas tersebut diatas meja.


Andai dia bisa seromantis ini setiap hari. Batin Crystal, berharap jika Ryan selalu bersikap romantis kepadanya.


"Tapi kemana dia? Kenapa dia tidak kunjung kembali? Hem, aku tahu pasti dia bersembunyi, untuk memberikanku kejutan," gumam Crystal, tersenyum sendiri. "Ih, jadi gemes deh sama my husband." Crystal mengambil dua kertas tersebut dan menempelkannya di dada.

__ADS_1


Seorang pria yang ada disudut sana sembari memegang segelas anggur ditangan kanannya dan tangan kirinya ia masukkan kedalam kantong celananya. Matanya sejak tadi memperhatikan Crystal yang tersenyum bahagia.


"Berikan pesan ini kepadanya," ucapnya datar, kepada pelayan hotel yang sama.


"Baik, Tuan."


Pelayan hotel itu datang menghampiri Crystal lagi dan memberikan pesan tersebut kepada Crystal.


"Nona," ucapnya, langsung meletakan kertas tersebut diatas meja.


Crystal mengernyit heran dan kenapa perasaannya menjadi tidak enak. Perlahan ia mengambil kertas tersebut lalu membacanya.


Look back, I'm here.


Jantung Crystal menjadi berdetak tidak karuan, dan ia perlahan menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya dia saat melihat pria tampan tersenyum kepadanya, sembari mengangkat gelas yang di pegangnya, seolah berkata cheers.


"Bukankah dia?! Astaga!" Pekik Crystal, berdiri dari duduknya dan menatap pria tampan itu yang berjalan kearahnya. Bahkan ia sampai tidak berkedip melihatnya.



"Sudah masuk peragkap!" Ryan berbicara melalui HT. Sembari mengawasi istrinya dari kejauhan.



Kok aku jadi nggonduk sama Ryan ya! Pengen nampol mukanya, tapi nggak tega 😁😁

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungannya ya, like, komentar, vote, dan Gift seikhlasnya aja.😘😘


__ADS_2