
Devan menatap pria tampan yang duduk di hadapannya dengan keadaan tangan yang terborgol itu dengan perasaan sesal.
"Hai, Jeff. Akhirnya kita bisa bertemu setelah sekian banyak drama yang harus di lalui," ucap Devan.
Jeff mengepalkan kedua tangannya dengan erat, rahangnya mengeras dan sorot matanya sangat tajam dan dingin, terlihat jelas sekali jika pria itu sangat membenci Devan.
"Cih! Anda masih punya muka untuk menemuiku ternyata!" ucap Jeff dengan nada yang sangat dingin dan datar.
Devan tersenyum kaku, menanggapi ucapan Jeff. " Aku minta maaf, untuk segala hal yang pernah aku lakukan, aku sangat menyesalinya," ungkap Devan, dengan perasaan bersalahnya.
"Apa dengan permintaan maafmu, bisa mengembalikan semuanya? Nyawa ibuku dan juga ..."
Hatiku, lanjut Jeff di dalam hati. Untuk sesaat ia memejamkan matanya dan mengeraskan rahangnya dengan kuat. Dan entah kenapa hati dan pikirannya masih tertuju kepada Safira.
"Aku tahu semua tidak akan pernah di ubah, aku benar-benar menyesal, karena aku—"
"Apa anda tahu lika-liku kehidupanku yang penuh kegetiran dan juga kegelapan? Aku berusaha berdiri dengan kedua kakiku sendiri dan juga melakukan apa saja demi nyambung hidup! Dan satu hal yang membuatku terpacu untuk menjadi sukses walau dengan cara yang salah, adalah membalaskan dendam kepada Anda Tuan Fadaei!" ungkap Jeff, menatap tajam Devan.
__ADS_1
"Di saat anda menyakiti hati ibu dan anak yang tidak bersalah. Anda malah hidup dengan nyaman dan sangat bahagia," lanjut Jeff, dengan getir, bayangan kesengsaraannya bersama ibunya kembali terlintas di kepalanya dan tanpa terasa air matanya membasahi pipinya.
Hati Devan terasa sangat sesak ketika mendengar semua ucapan Jeff yang begitu menyayat hati. Dan ia melihat betapa rapuhnya pria itu.
"Jeff, satu hal yang perlu aku luruskan disini." Dengan berat hati Devan mengatakan segalanya mengenai Flora, ibunda Jeff.
Jeff menggeleng dengan tidak percaya ucapan Devan. "Anda pasti berbohong, ibuku adalah wanita yang baik dan tidak mungkin melakukan hal murahan seperti itu!"
"Tapi, itulah kenyataanya, Jeff. Maaf, jika aku harus mengatakan semua ini yang akhirnya menambah sakit hatimu. Karena aku tidak ingin dendammu itu berlanjut tanpa henti hingga membuat dirimu semakin terluka," jelas Devan.
Jeff tersenyum sarkastik dan menatap Devan penuh kebencian. "Mudah sekali anda bilang untuk mengakhiri semua ini!"
Sepertinya kebencian Jeff kepada Devan sudah mendarah daging.
Devan tersenyum getir lalu mengepalkan tangannya dan menarik uluran tangannya itu kembali. "Sekali lagi aku minta maaf untuk segala hal yang pernah aku lakukan, walaupun permintaan maafku tidak bisa mengembalikan semuanya, tapi percayalah aku melakukan semua ini untuk kebaikanmu sendiri," jelas Devan, lalu beranjak dari duduknya.
"Aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat!"
__ADS_1
Devan yang akan melangkahkan kakinya, terhenti dan menatap Jeff dengan kening yang berkerut.
"Katakan, apa syaratmu?" tanya Devan.
"Berikan putri ke duamu kepadaku!" jawab Jeff tegas dan tersenyum miring menatap Devan yang terlihat sangat terkejut.
"Apa kau bilang!" tatapan tajam Devan menyalang.
"Berikan Safira kepadaku!" jawab Jeff lagi.
"Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan putriku!" tegas Devan.
"Oh ya? Bukankah anda ingin menebus kesalahan anda? Aku kehilangan ibuku dan seharusnya kau juga kehilangan anggota keluargamu! Agar semua menjadi impas! Dan aku akan melupakan dendamku!" jawab Jeff terdengar dingin dan datar.
Devan semakin mengepalkan kedua tangannya dengan erat saat mendengar penuturan Jeff.
Jangan lupa kasih dukungannya ya, like vote, komentar dan kasih gift semampu kalian❤
__ADS_1