
Dada Crystal terasa sangat panas ketika mendengar suara wanita dari dalam ruangan suaminya. Nafasnya pun memburu, menandakan jika dirinya sudah tersulut emosi.
"Awas saja kau Aaron Ryan!" umpat Crystal, dengan perlahan ia membuka pintu tersebut.
"Aduh, Pak. Ini sangat sakit!" suara itu terdengar lagi, membuat emosi Crystal semakin membumbung tinggi.
Pintu tersebut terbuka dengan lebar tanpa mengeluarkan suara, dan telihatlah Ryan dengan seorang Polwan sedang berdiri dengan posisi yang sangat dekat. Melihat hal itu semakin membuat darah Crystal semakin mendidih.
"Apanya yang sakit?" tanya Crystal dengan nada yang sangat mengerikan.
Suara Crystal mengejutkan kedua orang itu.
"Sayang!" pekik Ryan, lalu ingin menghampiri istrinya namun langkahnya tertahan ketika wanita tersebut mengaduh kesakitan.
"Aduh, Pak! Rambut saya!" seru Polwan tersebut.
"Apa-apaan ini?!" tanya Crystal, menghampiri keduanya itu sembari menyilangkan kedua tangannya di dada, dengan gaya yang sangat angkuh.
"Sayang kamu salah paham," wajah Ryan terlihat pias ketika melihat aura kemarahan istrinya.
"Ya, Bu. Anda salah paham, lihat rambut saya tersangkut di kancing kemeja Pak Aaron," jawab Polwan tersebut sambil memegangi rambutnya yang memang tersangkut disana.
__ADS_1
Crystal berjalan ke arah meja kerja suaminya lalu mengambil gunting dari sana. Dan tanpa permisi dirinya langsung menggunting rambut tersebut dengan asal.
"Sudah beres, kan?!" tanya Crystal lalu melempar gunting tersebut ke sembarang arah.
"Tapi rambut saya kenapa di gunting segini banyaknya, Bu?!" Sepertinya Polwan itu tidak terima dengan tindakan Crystal.
"Lalu bagaimana hati dan perasaan saya yang sakit ketika melihatmu mendekati suamiku?!" balas Crystal dengan telak, membuat wajah Polwan itu menjadi sangat masam, karena rencana gagal untuk menggoda atasannya.
"Sayang jang—"
"Diam kamu!" sentak Crystal menatap tajam suaminya.
"Jadi wanita itu harus terhormat jangan suami orang di embat! Nggak malu sama seragam kamu ini?!" ucap Crystal dengan sangat pedas. "Keluar kamu dari sini!" usir Crystal kepada Polwan tersebut.
*
*
*
Crystal duduk di kursi kebesaran suaminya dengan gaya yang sangat elegan. Sedangkan Ryan berada di sudut ruangan itu sambil mengangkat salah satu kakinya dan kedua tangannya menjewer telinganya sendiri.
__ADS_1
Ryan mendengus kesal, jabatannya sama sekali tidak berpengaruh jika di hadapan istrinya.
Bagaimana jika ada para anggotanya yang melihatnya dengan keadaan seperti ini? Berdiri di sudut ruangan seperti anak SD yang di hukum gurunya.
"Ada berapa banyak lagi uget-uget pengganggu yang ada disini?!" tanya Crystal, menatap tajam suaminya.
"Sayang, aku tidak tahu dan aku minta maaf jika membuat hatimu terluka." jawab Ryan dengan jujur, kemudian ia menjelaskan dengan detail bagaimana Polwan itu mendekatinya hingga rambut itu terselip di kancing kemejanya.
"Sekarang kamu percaya kepadaku, kan??" tanya Ryan, setelah menjelaskan semuanya.
"Tidak semudah itu!" jawab Crystal, lalu beranjak dari duduknya. "Pasti di sini banyak calon pelakor yang suka menggodamu!" ucap Crystal dengan ketusnya.
"Mau seribu pelakor yang menggodaku, tidak akan yang mampu menggoyahkan hatiku. Karena hatiku sudah menjadi milikmu dan selamanya akan tetap seperti ini. Kamu adalah pemilik hatiku, my wife," jawab Ryan, menatap istrinya dengan lembut dan penuh cinta.
Duh, hati adek meleleh bang. Batin Crystal meronta-ronta.
Crystal tetap memasang wajah juteknya. "Tetap saja kamu salah karena sudah memberi kesempatan uget-uget gatel mendekatimu! Mulai nanti malam, si lontong tidak boleh masuk kedalam lembahnya!" tegas Crystal, membuat Ryan terkejut bukan kepalang.
"Sayang, mana bisa seperti itu!" protes Ryan, tidak terima dengan hukuman yang di berikan istrinya.
"Aku tidak pedul!" jawab Crystal cuek, menatap suaminya dengan datar.
__ADS_1
Si lontong kasiah amat yak🤣🤣