Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Nanti kita lembur?


__ADS_3

Seperti yang di katakan Ryan sebelumnya jika dirinya akan mengajak anak dan istrinya ke taman bermain, maka di sini lah mereka berada di taman bermain terbesar di kota tersebut. Taman bermain itu terlihat sangat ramai pengunjung namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyenangkan hati buah hatinya.


Aksa sangat antusias saat berada disana, karena ini pertama kalinya Aksa bermain di taman bermain seperti itu dan berbaur dengan teman-teman sebayanya dari kalangan biasa.


Dan mereka mencoba berbagai wahana permainan yang aman di naiki anak kecil seumuran Aksa.


Keluarga kecil itu sangat bahagia dan menikmati quality time mereka sebaik mungkin, karena momen seperti itu jarang terjadi, mengingat kesibukan Ryan yang tidak ada habisnya, bahkan di hari libur pun terkadang dia harus masuk kerja.


*


*


Ryan menggandeng tangan istrinya dengan mesra dan salah satu tangannya menggendong Aksa yang sudah tertidur pulas di gendongan Ryan, pria kecil itu sepertinya sudah sangat kelelahan karena seharian bermain. Dan tidak terasa hari pun sudah menjelang malam. Mereka saat ini sedang berjalan menuju tempat parkiran.


"Kamu bahagia hidup bersamaku?" tanya Ryan, seraya tersenyum menatap istrinya yang terlihat semakin cantik di umurnya yang baru menginjak usia 25 tahun.

__ADS_1


Crystal menatap suaminya penuh cinta. "Tentu saja aku sangat bahagia," jawab Crystal tersenyum lembut.


"Walau usiaku sudah tua, apa kamu akan tetap mencintaiku?" tanya Ryan lagi.


Ia sedikit merasa tidak percaya diri, mengingat istrinya masih sangat muda dan dirinya sudah tua dan sudah berusia 34 tahun.


Perbedaan usia yang cukup jauh, bukan?


Crystal menoleh dan menghentikan langkahnya. "Cinta tidak memandang usia, mau sampai rambutmu memutih atau tanganmu sudah tidak kuat lagi untuk menggenggam tanganku ini, aku akan tetap mencintaimu sampai kapan pun," jawab Crystal, sembari mengangkat salah satu tangannya yang di genggam erat oleh Ryan, lalu mengecup punggung tangan itu dengan penuh kelembutan.


Ryan tersenyum haru, lalu ia melepaskan genggaman tangannya beralih memeluk istrinya dengan erat seraya mencium kening Crystal berulang kali, sebagai ungkapan rasa cinta dan sayangnya.


*


*

__ADS_1


Keduanya saat ini sudah berada di dalam mobil, dan Aksa berada di pangkuan Crystal dan masih tertidur pulas.


"Lihat putra kita semakin besar kenapa wajahnya lebih mirip denganmu ya?" ucap Ryan, sambil melihat wajah putranya sekilas, karena saat ini dirinya sedang fokus menyetir mobil.


"Benarkah?" Crystal menatap wajah putranya yang terpejam. "Ish, kamu berbohong! Wajahnya masih mirip denganmu!" sungut Crystal, memanyunkan bibirnya kesal.


"He he he." Ryan hanya tertawa pelan, dan tangan kirinya terangkat untuk mengelus pucuk kepala Crystal dengan lembut.


"Apa tidak sebaiknya kita mencoba membuat adik untuk Aksa," ucap Ryan, membuat Crystal terkejut.


"Apa kamu yakin?" tanya Crystal tersenyum bahagia. "Kamu sudah tidak trauma lagi?" tanya Crystal beruntun.


"Sebenarnya aku masih takut saat melihatmu kesakitan, tapi setelah di pikir lagi Aksa sudah cukup besar untuk mendapatkan adik," jawab Ryan, seraya menoleh sekilas ke arah istrinya.


"Berarti nanti malam kita lembur dong?" tanya Crystal tersenyum malu. Otaknya sudah traveling membayangkan betapa gagahnya suaminya itu saat mengungkung tubuhnya dan memberikan hentakan demi hentakan yang membuatnya mabuk kepayang.

__ADS_1


"He'em, persiapkan dirimu," bisik Ryan sensual di dekat telinga istrinya.


Aduhh, ngebayanginnya udah ser-seran🤣🙈


__ADS_2