Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Teruslah bersikap egois!


__ADS_3

Crystal dan Ryan menatap prihatin kondisi Safira yang nampak kacau di pelukan Raya.


"Bagaimana ini, sayang?" tanya Crystal kepada suaminya.


Ryan menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Aku akan mencoba berbicara dengan Papi," jawab Ryan, seraya mengelus pucuk kepala Safira dengan lembut.


"Akan sulit, karena kamu tahu sifat Papi yang keras kepala dan sulit untuk menerima pendapat orang lain. Apalagi, jika dia sudah membuat keputusan, akan sulit untuk di tentang." Raya menimpali, menghembuskan nafas lelahnya seraya mengusap punggung putrinya yang masih bergetar karena terisak.


"Safira tidak mau di jodohkan!" ucap Safira, dengan suara seraknya seraya mengusap air matanya dengan kasar.


"Iya, aku paham. Sesuatu yang di paksakan itu akan berujung tidak baik. Kamu jangan khawatir kita semua akan berusaha untuk membujuk Papi," ucap Crystal, lalu memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang.


*


*

__ADS_1


Sementara itu, Devan sedang berada di rutan untuk mengunjungi Jeff.


"Aku sudah menepati janjiku," ucap Devan, kepada Jeff yang duduk di hadapannya.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Jeff, menatap nyalang pria yang ada di hadapannya itu.


"Lupakan Safira!" tegas Devan.


"Ha ha ha ha." Jeff tertawa sarkastik, sembari mengepalkan tangannya dengan erat. "Manusia sok suci! Apa kamu lupa dengan kesalahanmu di masa lalu?" tanya Jeff, terdengar sangat dingin dan datar.


"Aku masih mengingatnya, tapi bukankah aku sudah menebusnya dengan membantumu mengurangi masa hukumanmu, seharusnya kamu ditahan selama 12 tahun penjara. Tapi, karena kemurahan hatiku, aku masih membantumu untuk meringankan hukumanmu menjadi 8 tahun penjara! Bukankah kita impas?!" tegas Devan, membuat Jeff semakin naik pitam.


"Aku hanya meminta satu hal kepadamu saja, lupakan putriku. Karena aku sudah menjodohkannya dengan pria yang tepat, tidak seperti dirimu!" lanjut Devan, semakin menghina Jeff dan menyudutkan Jeff.


Jeff tersenyum miring. Hatinya sungguh terasa sangat sakit. Luka hati yang belum mengering kini harus terbuka lagi. Sangat sakit dan perih yang di rasakan Jeff saat ini.

__ADS_1


"Lakukan sesukamu, Tuan. Aku tidak peduli! Satu hal yang perlu kamu ingat adalah, aku akan tetap memperjuangkan cintaku!" tegas Jeff, menatap Devan dengan penuh permusuhan. "Suatu saat nanti kamu akan menyesal dengan perbuatanmu ini yang telah melukai banyak pihak!"


"Bukankah kamu ini pria yang sudah berumur? Pria yang sudah banyak pengalaman dalam manis dan pahitnya kehidupan? Apalagi masalah percintaan? Pasti kamu pernah mengalami jatuh cinta dan memperjuangkan cinta bukan?" tanya Jeff dengan telak, dan berhasil membuat Devan bungkam.


"Aku salut sekali dengan cara berpikirmu yang masih kolot!" sindir Jeff.


"Sekali lagi, aku tekankan! Aku tidak akan melupakan Safira dan aku akan tetap memperjuangkan cintaku kepada putrimu, Tuan Fadaei yang terhormat!" lanjut Jeff, berkata pelan namun penuh penekanan.


"Dan aku akan tetap menentang hubungan kalian. Aku tidak sudi mempunyai menantu seperti dirimu!" ucap Devan, menatap tajam Jeff.


"Teruslah bersikap egois, dan ke egoisanmu sendiri itu yang akan membunuhmu!"


Makin panas, levelnya jadi 15.🤯


Bikin engap dan ngebul kepala sampai ke telinga.🤣

__ADS_1


Dukungannya jangan lupa! Untuk Silent Readers, please kasih like dan like!


Satu like sangat berarti buat emak gesrek yang otaknya lagi lempeng ini🤣


__ADS_2