
Pagi hari di kediaman keluarga Fadaei.
Safira dan Aries berdiri berjajar di depan Ryan yang sedang melakukan Breifing.
"Kak, apakah aku harus membuatnya benar-benar jatuh cinta kepadaku?" tanya Safira, dengan raut wajah yang sebal kepada kakak iparnya.
"Iya, harus. Tapi, untukmu di larang jatuh cinta kepadanya!" jawab Ryan dengan tegas. Karena ia tidak ingin adik iparnya jatuh cinta kepada orang yang salah.
"Baiklah," jawab Safira, seraya mengangguk pelan.
Pada saat mereka sedang serius berbicara, datanglah Crystal dari arah dapur menuju ruang kelurga di mana Suami, adik dan Aries berada di sana.
"Sayang, minum jus stroberrynya," ucap Crystal, sembari meletakkan segelas jus itu di atas meja.
"Jus Stroberry?" beo Aries, menatap wajah Ryan dengan geli dan ia berusaha untuk tidak tertawa.
"So cute" ucap Aries, sambil tersenyum meledek atasannya itu.
"Diam kau!" umpat Ryan, menatap tajam Aries. Dan seketika itu Aries langsung mepoutkan bibirnya.
"Crys! Kenapa membawa jusnya ke sini?!" protes Ryan kepada istrinya. Hancur sudah wibawanya di depan Aries, karena Jus stroberry itu.
"Memangnya kenapa? Bukankah kamu sendiri yang menginkannya tadi?!" Crystal balik bertanya namun dengan nada yang sangat sewot.
"Iya sih, tapi—"
__ADS_1
"Sudahlah! Kalau tidak mau, lebih baik aku bawa kembali ke dapur! Biarkan saja anak kita nanti ileran!" sungut Crystal, lalu mengangkat gelas itu kembali dan berniat membawanya kembali ke dapur.
"Drama lagi!" gumam Safira, dan memutar kedua matanya dengan malas, saat melihat pasangan suami istri itu selalu meributkan hal yang tidak penting.
Yang satunya kaku kayak kanebo kering dan satunya lagi Gesrek dan lebay. Batin Safira, menatap suami istri itu bergantian.
"Oke! Letakkan jus itu kembali, aku akan meminumnya," cegah Ryan, kepada istrinya. Kemudian ia mengambil Jus Stroberry itu dan langsung meminumnya hingga habis tidak tersisa.
"Sudah habis dan terima kasih, Crys," ucap Ryan dengan datar, lalu meletakkan gelas yang sudah kosong itu di atas meja.
"Huh! Dasar kanebo kering! Bicaranya enggak ada manis-manisnya!" gerutu Crystal, namun masih di dengar oleh Ryan.
"Aku akan berterimakasih padamu dengan benar, tapi tidak disini. Tunggu sampai nanti malam, maka kamu akan tahu bagaimana manisnya aku," bisik Ryan, di dekat telinga istrinya.
Blush
Wajah Crystal langsung merona ketika mendengar bisikan suaminya itu. Dan ia tahu arah pembicaraan Ryan mengarah ke atas ranjang panas mereka.
"Aku tunggu, hubby." Crystal, membalas bisikan suaminya dengan manja dan setelah itu, ia segera melenggang pergi dari ruang keluarga tersebut, agar suaminya bisa melanjutkan aktivitasnya kembali.
*
*
*
__ADS_1
"Jadi kalian sudah paham?" tanya Ryan kepada Safira dan Aries. Setelah ia menjelaskan segala rencana yang sudah ia susun untuk menjerat Jeff lebih jauh lagi.
"Paham, pak!" jawab Aries tegas.
"Kak, tapi apa perlu juga aku melakukan kontak fisik dengannya?" tanya Safira dengan ragu.
"Cih! Sok bertanya!" sewot Aries kepada Safira.
"Apa sih?!" kesal Safira, dan menatap Aries dengan sengit.
"Sudah jangan ribut terus!" sentak Ryan dengan tajam. "Maksud kamu kontak fisik seperti apa? Pertanyaanmu itu sangat ambigu, Fir?" tanya Ryan.
"Bergandengan tangan misalnya," jawab Safira, lalu menundukan kepalanya.
"Tegakkan kepalamu!" pinta Ryan dengan sangat tegas kepada adik iparnya.
"Jangan bilang kalau kamu sudah melakukan hal di luar batas dengannya?!" tanya Ryan dan menatap tajam Safira, ketika gadis itu sudah mengangkat kepalanya.
Safira menggeleng dengan cepat, sebagai jawaban.
"Mampus lo! Pak Ryan itu sulit untuk di bohongi! Melihat sorot matamu saja, beliau bisa tahu jika kamu sedang berbohong!" bisik Aries, dengan sangat pelan, membuat Safira semakin ketakutan.
Mulutnya Aries ya, kompor meleduk.😆
Jangan lupa dukung terus karya Emak dengan cara like, komentar, vote dan gift semampu kalian❤❤
__ADS_1