Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Panas


__ADS_3

"Sial! Puaskan aku dulu!!" Ryan segera menggulingkan tubuh istrinya dan langsung menindih tubuh Crystal yang semakin seksih itu, mulai mencumbu dan menggerayangi tubuh istrinya.


"Ah ah." Crystal mendessah enak, ketika jari-jari nakal suaminya bermain di bagian intinya dengan gerakan yang cepat.


"Oh yeahh, faster!!! please!" Crystal semakin membuka kedua kakinya dengan lebar, agar suaminya lebih leluasa mempermainkan bagian intinya. Crystal menggelinjang sensual ketika lidah suaminya mulai ikut bermain di bawah sana.


Melihat istrinya menggelinjang dengan gerakan manja, membuat Ryan semakin bersemangat untuk terus menjamah tubuh istrinya tiada henti.


"I'm cooming!!" Crystal mengejan dan mengerang panjang ketika ia di hatam gelombang kenikmatan. Tubuhnya lemas seketika dan dadanya naik turun, membuktikan jika hantaman gelombang kenikmatan itu sangat dahsyat.


Slurpp


Dengan sigap Ryan menyeruput kenikmatan yang meluber keluar dari lembah yang merekah itu.


"Oh! My God! Ahhh." Crystal terus mendessah nikmat ketika lidah suaminya masih aktif di bawah sana.


Ini gila dan sangat nikmat yang di rasakan Crystal. Perpaduan rasa yang bercampur menjadi satu, semakin membuat Crystal ingin segera di tusuk oleh tombak sakti milik suaminya.


Ryan tersenyum puas, lalu tangannya membelai lembah yang sudah sangat basah itu dengan sangat lembut.

__ADS_1


Crystal menggeliat kecil ketika merasakan usapan halus di bagian intinya.


"Cepat masukan sayang," pinta Crystal, menatap sayu suaminya.


"As you wish, Sayang," jawab Ryan, lalu mulai memposisikan dirinya di cela paha istrinya dan menuntun si tombak sakti yang sudah ngences sejak tadi karena ingin segera bertemu dengan pasangannya.


"Owhh," racau Crystal, ketika tombak sakti itu mulai melesak masuk ke dalam intinya. Terasa sesak, besar, panjang dan sangat nikmat.


Jlep


Tombak sakti itu sudah tertanam sempurna di bawah sana, dan dengan cepat Ryan mulai memompa tubuh istrinya dengan gerakan pelan namun pasti, hingga membuat Crustal tidak berhenti mendesah.


"I love you, so much. Sayang, i love you," racau Crystal, terus mengucapkan kata cinta yang membuat Ryan semakin bersemangat memberikan hujaman kenikmatan.


"I love you, too," balas Ryan, lalu melumaat bibir istrinya dengan sangat rakus. Ciumannya itu berpindah ke buah Pir yang dan menyesap bergantian biji kacang yang tumbuh di pucuk buah itu.


Ryan terus memompa tubuh istrinya, ******* dan lenguhan terus bersahutan, peluh pun membasahi tubuh keduanya. Hingga ke duanya itu mencapai pelepasan bersama-sama.


Ryan segera menggulingkan tubuhnya ke samping istrinya, lalu menarik selimut yang ada di bawah kakinya untuk menutupi tubuh mereka yang polos.

__ADS_1


"Terima kasih sayang," ucap Ryan, mengecup pipi istrinya dengan mesra.


*


*


*


Jika penghuni di kamar yang ada di lantai tiga sedang terjadi perang panas di atas ranjang. Berbeda dengan penghuni kamar lantai dua, yang sedang menangis sesegukan.


Menangisi cintanya.


Kenapa takdir tidak berpihak kepadanya? Apakah dia punya dosa di masa lalu hingga membuat nasibnya seperti ini.


"Fir, boleh Mami masuk?" tanya Raya dari luar kamar di iringi dengan ketukan pintu.


Tidak mendengar sahutan dari putrinya, membuat Raya semakin khawatir dengan keadaan putrinya. Ia pun segera memutar handle pintu tersebut dan memasuki kamar putrinya.


"Astaga, Fir! Patah hati boleh, tapi haruskan seperti ini?" tanya Raya, terkejut ketika melihat kondisi kamar putrinya seperti kapal pecah.

__ADS_1


"Mami tidak tahu, bagaimana perasaan aku!" sahut Safira dengan suara seraknya karena terlalu banyak menangis.


Seperti biasa kasih dukungan buat author dengan cara tekan Favorite, like, vote, komentar dan kasih Gift seiklas kalian❤❤❤


__ADS_2