
Setelah makan malam romantis, Jeff dan Safira kini duduk di ruang tamu dengan jarak yang sangat dekat. Tangan kanan Jeff merangkul pundak Safira dan tangan kirinya menggenggam tangan Safira dengan sangat lembut.
"Fir," panggil Jeff pelan, di dekat telinga Safira.
Gadis itu menggeliat pelan karena bisikkan lembut itu membuat tubuhnya meremang.
"Kenapa?" tanya Safira, menatap wajah tampan Jeff yang hanya berjarak 5 centi dari wajahnya.
"Aku mempunyai sesuatu untukmu," ucap Jeff, tersenyum lembut lalu mengecup bibir Safira sekilas, membuat gadis itu terkesiap.
"Untukku?" tanya Safira, dan Jeff mengangguk pelan. Kemudian ia merogoh kantong celananya sambil tersenyum senang, namun senyumnya itu sirna ketika ia tidak menemukan sesuatu dari dalam kantong celananya.
Menyadari perubahan raut wajah Jeff, Safira pun bertanya. "Kenapa?"
"Tidak," jawab Jeff, lalu beranjak dari duduknya dan mengecek kantong celananya satu per satu.
"Kenapa tidak ada di kantong ku? Perasaan tadi sudah aku masukan kedalam kantong celana ku," gumam Jeff, dengan wajah bingungnya.
Sial! Aku sudah mempersiapkannya semua sebaik mungkin, tapi kenapa malah begini! umpat Jeff dalam hati.
"Jeff, kamu mencari apa?" tanya Safira, dengan kening yang berkerut bingung.
__ADS_1
"Ah, aku sepertinya lupa meletakkannya. Sebentar, aku akan mencarinya di kamar dulu. Kamu tunggu di sini ya! Jangan bosan, aku tidak akan lama," ucap Jeff dengan cepat, sambil berlalu menuju kamarnya.
"Astaga Jeff! Sebenarnya apa yang kamu cari?!" tanya Safira sedikit berteriak.
"Hanya mencari sebuah benda," jawab Jeff, sedikit berteriak juga dari dalam kamarnya.
*
*
*
Setelah hampir 20 menit menunggu, akhirnya Jeff keluar dari kamar dengan wajah yang berseri-seri.
"Sebenarnya apa yang akan kamu berikan untuk ... Jeff, apa yang kamu lakukan?!" pekik Safira, membekap mulutnya sendiri dan menatap Jeff tidak percaya.
Pria itu berlutut di hadapannya, sambil menyodorkanya cicin berlian kepadanya.
Jeff tersenyum hangat dan menarik nafasnya berulang kali, guna untuk menetralisir degup jantung yang berdetak sangat cepat. Sungguh pengalaman yang sangat gila menurutnya di sepanjang kehidupannya, karena baru kali ini ia merasakan perasaan gugup yang sangat luar biasa.
"Fir, aku memang bukan pria yang sempurna, aku pria jahat dan penuh dosa, tapi percayalah jika aku sangat tulus mencintaimu dan juga akan berubah menjadi lebih baik. Safira will you marrie me?" Jeff mengatakan hal itu dengan sangat tulus dari dalam hatinya yang terdalam dan menatap Safira dengan penuh kelembutan dan penuh cinta.
__ADS_1
Safira menatap kedua mata itu dengan intens dan menyelaminya lebih dalam lagi, guna mencari kebohongan disana, akan tetapi ia tidak menemukannya yang ada hanya lah sebuah ketulusan yang membuat dadanya terasa sangat sesak.
"Jeff, aku—" Safira tidak sanggup untuk melanjutkan ucapannya dan air matanya mengalir deras membasahi pipinya.
"Fir, apa pun keputusanmu. Aku akan menerimanya," ucap Jeff, berusaha untuk melapangkan dadanya.
"Jeff, maafkan aku," jawab Safira terisak perih.
"Sejujurnya aku juga sangat—" ucapan Safira terhenti, ketika melihat seorang pria yang di kenalinya menodongkan sanjata api tepat di belakang kepala Jeff.
"Angkat kedua tangan anda, Tuan Jeff Smith! Anda sudah tidak bisa melarikan diri karena Apartemen ini sudah di kepung!" ucapnya dengan tegas.
Jeff mengangkat kedua tangannya, dengan posisi masih berlutut di depan Safira. Ia tersenyum getir dan menatap Safira dengan nanar dan penuh kekecewaan, tanpa terasa air matanya menetes tanpa di minta.
Kemudian pria itu segera memborgol kedua tangan Jeff.
Klunting
Sebuah cicin berlian terlepas dari genggaman Jeff dan berguling tepat di bawah kaki Safira.
Safira mengambil cincin berlian itu dan menatapnya dengan penuh kesedihan, lalu pandagannya beralih menatap Jeff yang sudah di amankan oleh Ryan tanpa perlawanan.
__ADS_1
"Jeff ... ." Safira menangis histeris ketika melihat pria itu di bawa keluar dari apartemen tersebut tanpa perlawanan. "Aku mencintaimu!"
Dukung terus karya Emak dengan cara like, komentar, vote dan gift ya😘😘