
"Ha ha ha. Dasar bodoh!" Jeff tertawa sangat keras sampai mengeluarkan air mata. Ia gemas sekali dengan ke polosan kekasihnya yang mudah percaya dengan ucapan orang lain.
"Ish! Kenapa kamu tertawa? Memang ada yang lucu?" Safira mencebik sekaligus berdecak kesal.
"Kamu ini bodoh atau polos? Misalkan ada orang yang mengatakan jika aku sudah menikah, apa kamu akan percaya?" tanya Jeff, mulai meredakan tawanya sembari menyusut air matanya.
"Eh, iya ya, kenapa aku tidak pernah kepikiran sampai ke sana ya? Umurmu 'kan sudah tua, dan bisa jadi kalau kamu sudah menikah atau seorang duda," ucap Safira, sambil menggigit jari dan menatap Jeff dengan cemas.
Jeff menepuk jidatnya pelan, ketika mendengar ucapan kekasihnya. "Iya kamu benar, aku seorang duda dan punya anak lima," jawab Jeff, dengan wajah yang serius.
"Hah! Tuh 'kan benar!" Safira memekik kuat, sambil menhentakkan kakinya kesal dan menatap Jeff dengan tajam.
"Ha ha ha haa." Lagi-lagi Jeff tertawa dengan keras, melihat kepolosan kekasihnya. "Hei, dengarkan aku. Kekasihmu ini masih perjaka, dan masih original," ucap Jeff, sambil memegang kedua sisi pundak kekasihnya dengan kokoh dan menatap Safira penuh kelembutan.
Safira terdiam dan menatap Jeff serius. "Benarkah? Kamu masih perjaka?" Safira tidak percaya. Jeff menganggukkan kepalanya dengan pasti.
__ADS_1
"Tentu saja aku masih perjaka, mau bukti?" Jeff membuka resleting celananya, membuat Safira membola sempurna.
"Eh! Tidak! Jangan, aku percaya." Safira berseru heboh, sambil menutup ke dua matanya dengan telapak tangannya.
Jeff tersenyum lalu menghentikan aksinya, dan membenarkan celananya lagi.
"Jadi waktu ciuman di bioskop 8 tahun yang lalu itu, juga ciuman pertamamu?" tanya Safira, masih menutup ke dua matanya.
"Tentu saja, tidak," jawab Jeff, menarik tangan Safira yang masih menutupi mata indah itu.
"Hidupku dulu penuh kepahitan, dan kesengsaraan, sehari bisa makan tiga kali saja aku sudah sangat bersyukur. Tapi, semenjak aku kenal dengan dunia gelap, hidupku berubah. Aku memang pernah bermain wanita tapi hanya sampai tahap kissing saja, tidak lebih. Aku menyesal jika mengingat hal itu," jelasnya dengan penuh kejujuran.
Jeff menghela nafas panjang ketika ia mengingat masa lalunya yang sangat pahit.
Safira terdiam sejenak, dan ia merasa bersalah karena sudah mengungkit masa lalu kekasihnya.
__ADS_1
"Sudah jangan di teruskan," ucap Safira, menempelkan jari telunjuknya di bibir Jeff yang seksi itu.
Jeff menggenggam tangan Safira, lalu mengecupnya dengan lembut dan penuh perasaan.
"Heum." Jeff berdehem pelan, dengan suara yang bergetar. Ia mengingat mendiang ibunya, dan juga kesalahan terbesarnya yaitu menjadi seseorang yang jahat.
Tapi, dia bersyukur Tuhan mengirimkan bidadari kepadanya. Bidadari yang sangat cantik, yang mampu menggetarkan hatinya, juga seluruh hidupnya. Bidadari yang menyadarkannya, yang mengajarinya arti ketulusan, cinta, kasih sayang dan arti hidup yang sebenarnya. Yap, bidadari.itu adalah Safira.
"Safira, terima kasih, segala cinta dan kasih sayang yang kamu berikan kepadaku." Jeff mengucapkannya dengan penuh kelembutan dan menatap Safira penuh cinta.
"Tidak perlu berterima kasih, Jeff." jawab Safira, menggenggam kedua tangan kekasihnya dengan erat.
"Cukup balas cinta ku dengan kesetiaan." ucap Safira, tersenyum lembut lalu mengecup bibir Jeff sekilas.
"Tentu, sayang. Aku akan selalu mencintai dan setia kepadamu," jawab Jeff, lalu memanggut bibir Safira dengan penuh kelembutan, menyalurkan kasih sayang dan cintanya.
__ADS_1