
Ryan melepaskan pelukan istrinya dengan perlahan, lalu ia mengibaskan tangannya di depan wajah Crystal.
"Sudah terlelap," gumam Ryan, lalu beranjak dari tempat tidur dan memunguti pakaiannya dan segera memakainya kembali.
Cup
Ryan mengecup kening dan bibir istrinya bergantian dan mengusap pipi istrinya dengan sangat lembut. Setelah itu ia keluar dari kamarnya, dan berjalan menuju pintu rumah tersebut.
Ceklek
Ryan membuka pintu rumah itu dan di luar rumah sudah ada salah satu anggotanya menunggu sembari membawa kantong belanjaan yang di pesan Ryan sebelumnya.
"Sesuai dengan yang aku pesan, kan?" tanya Ryan, saat menerima kantong belanjaan tersebut.
"Sudah, Pak. Silahkan di periksa kembali," jawab salah satu anggotanya.
"Tidak perlu. Ayo masuk!" ajak Ryan kepada salah satu anggotanya itu.
"Kehidupan anda sepertinya sangat berwarna setelah menikah," ucap anggotanya itu yang bernama Aries.
"Ya, seperti yang kamu lihat," jawab Ryan, mempersilahkan duduk Aries di ruang tamu. "Makanya, kamu juga harus secepatnya menikah," lanjut Ryan, mendudukan diri di dekat Aries, seraya mengeluarkan dua kotak susu hamil dari kantong belanjaan tersebut.
Aries tersenyum simpul, sembari menatap atasannya yang sedang membolak balikkan kotak susu hamil itu.
__ADS_1
"Jangan hanya tersenyum! Ries, kamu harus menikmati hidupmu, jangan hanya pekerjaan yang kamu urus," ucap Ryan tanpa menoleh, akan tetapi ekor matanya melirik tajam pria yang duduk di sampingnya itu. "Rasanya muantep loh."
"Apanya yang mantep, Pak?" tanya Aries, dengan kening yang berkerut.
"Belah duren," jawab Ryan, tanpa malu sedikit pun.
"Oooo." Aries hanya ber O saja, sambil menahan tawanya. Dia paham yang di katakan atasannya tersebut.
"Dibilangin enggak percaya! Apalagi kalau punya pasanganmu masih Virgin, beuh rasanya muantep banget," celetuk Ryan, sembari meletakkan kotak susu hamil yang di pegangnya ke atas meja.
Aries tertegun dan juga ingin tertawa terbahak, karena baru kali ini ia mendengar atasannya banyak berbicara dan sevulgar itu.
Benarkah itu atasannya Aaron Ryan? Yang selama ini tidak banyak berbicara, namun banyak bekerja dan juga terkenal dengan ketegasan dan juga wibawanya? Pikir Aries.
"Iya, Pak," jawab Aries, sembari menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
"Jangan iya-iya saja! Umurmu sudah tua loh Ries, sudah 26 tahun. Enggak malu apa, umur segitu masih jomblo!" ledek Ryan, namun dengan nada yang sangat datar.
Iya, Pak, Iya! Yang sudah enggak jomblo! Gerutu Aries di dalam hati.
"Jangan mengolokku di dalam hatimu!" tegas Ryan, menatap tajam Aries.
Eh
__ADS_1
Aries terperanjat ketika mendengar ucapan atasannya itu.
"Saya mana berani mengolok anda," jawab Aries, tersenyum meringis memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi itu.
"Istri anda kemana, Pak?" tanya Aries, karena sejak tadi ia tidak melihat Crystal.
"Ada di kamar, maklum habis aku gempur selama 1 jam lebih," jawab Ryan tak berfilter dan tersenyum bangga.
Sedangkan Aries, mendengus kesal lalu memalingkan wajahnya.
Enggak perlu di perjelas kali! Apa begitu jika seorang suami terkena sindrom Couvade?! Batin Aries.
Menjadi aneh dan menyebalkan! Lanjut Aries, di dalam hati.
*
*
*
"Para anggota kita sudah bersiap siaga?" tanya Ryan, mode serius. "Dan dua di antara mereka harus ada berjaga disini!"
"Sudah, Pak. Mereka sudah stand by di tempatnya masing-masing," jawab Aries dengan tegas.
__ADS_1
"Bagus!! Selama Jeff belum di temukan, kita harus bersiap siaga dan tidak boleh lengah sedikit pun, apalagi yang dia incar adalah istriku! Maka dari itu aku membawa Crystal kesini untuk sementara waktu," ucap Ryan lagi, dan Aries pun mengangguk mengerti.
Jangan lupa dukung karya emak ya, dengan cara like, komentar, vote dan kasih gift seikhlasnya aja😘😘😘