
Setelah percintaan panas mereka yang menghabiskan waktu selama hampir satu jam, kini keduanya saling berpelukan dengan keadaan yang masih polos di balik selimut tebal itu. Crystal merebahkan kepalanya di dada bidang Ryan dan salah satu tangan mereka saling bertaut.
"Masih marah denganku?" tanya Ryan, seraya mengecup punggung tangan Crystal yang bertaut dengan tangannya dengan penuh kelembutan.
Crystal tersenyum tipis sembari menggeleng pelan. "Tidak, tapi aku masih kesal denganmu karena kamu memberi celah kepada uget-uget gatel itu!" jawab Crystal, seraya mendongak menatap suaminya sambil cemberut kesal.
"Bukannya memberi celah tapi saat itu aku tidak tahu jika wanita itu sedang beralasan jika kepalanya sedang pusing. Wanita itu terhuyung ke depan dan aku dengan reflek membantunya dan tidak sengaja atau dia yang sengaja menyangkutkan rambutnya di kemejaku," jelas Ryan dengan jujur lalu mengecup kening istrinya dengan lembut dan penuh cinta.
Crystal menganggukkan kepalanya pelan ketika mendengar penjelasan suaminya. Crystal percaya jika suaminya tidak akan pernah main wanita di luar sana, karena ia sangat hafal karakter Ryan yang tidak mudah di sentuh oleh wanita kecuali dirinya.
"Sekarang kamu percaya kepadaku, hem?" tanya Ryan, sembari mengusap punggung polos istrinya itu dengan penuh kelembutan.
Crystal mendongak dan tersenyum lembut kemudian ia mengangguk pelan.
"Aku percaya kepadamu, Sayang. Jangan diulangi lagi." pinta Crystal.
CUP
Crystal mengecup rahang tegas suaminya yang di tumbuhi bulu-bulu kasar itu.
__ADS_1
Ryan tersenyum lalu mengangkat kepala istrinya dan merebahkannya di atas bantal, setelah itu ia memiringkan tubuhnya dan sedikit mengungkung tubuh istrinya itu. "Tidak akan pernah terulang lagi hal yang membuatmu sakit hati. Sekali lagi maafkan aku. I Love You," ucap Ryan dengan pelan, menatap istrinya penuh cinta dan kasih sayang.
Crystal merasa terharu ketika mendengar perkataan Ryan yang menyentuh hatinya, kemudian ia menangkup wajah Ryan dengan kedua tangannya lalu ia mengecup bibir tebal dan seksih itu dengan penuh cinta.
CUP
Ryan memejamkan matanya ketika bibir manis itu mendarat di permukaan bibirnya. Pria itu menggerakan bibirnya perlahan menyesap dan melumaat bibir istrinya atas bawah bergantian. Keduanya itu saling menyalurkan rasa cinta dan kasih sayangnya lewat ciuman lembut itu.
"Sayang." Crystal mendorong dada bidang suaminya, ketika ciuman itu semakin menuntut dan keduanya sudah terbakar gairah lagi.
Ryan melepaskan tautan bibirnya, ia mengecup sekilas bibir istrinya yang terlihat bengkak karena ulahnya, kemudian ia merebahkan dirinya di samping Crystal. Nafas Ryan memburu bertanda jika gairahnya mulai meningkat lagi, akan tetapi ia berusaha untuk menahan diri agar tidak menyentuh istirnya lagi mengingat ada buah hati mereka yang ada di dalam perut Crystal.
"Tidur sayang," ucap Ryan parau, lalu sedikit menjauhi Crystal karena jika berdekatan dengan istrinya, ia takut kehilangan kendali.
*
*
*
__ADS_1
Pagi hari telah tiba.
Ryan bangun lebih dulu dan sudah selesai membersihkan diri.
Crystal duduk di tepian tempat tidur, menyatukan kedua tangannya di depan dada sambil menatap kagum tubuh suaminya yang terlihat menggoda di pagi hari itu.
Anggap aja perutnya ada dede embulnya.😆
Ryan berdiri di tengah pintu kamar mandi hanya mengenakan celana panjang dan bertelanjang dada memperlihatkan dada bidang dan roti sobeknya yang sangat menggiurkan.
"Sayang kamu ingin menggodaku ya?" tanya Crystal dengan manja. Bagian bawah Crystal sudah cenat-cenut tidak karuan ketika melihat tubuh suaminya yang sangat menggoda itu.
Ryan tersenyum kecil kemudian ia berjalan mendekati istrinya.
"Kenapa? Apa milikmu sudah berkedut dan ingin di masuki milikku?" tanya Ryan di dekat telinga Crystal dengan suara seksoynya.
__ADS_1
Crystal memejamkan matanya sembari menggigit bibir bawahnya dengan kuat, suara Ryan yang begitu seksih membuat hasratnya semakin meningkat di pagi hari itu.
Emak aja cenat-cenut lihat abang Ryan. Auto tarik suami kedalam kamar 🤣🤣🤣