
Nafas Ryan dan Crystal terengah dan peluh membasahi tubuh keduanya, percintaan panas yang panjang setelah mereka berpuasa selama berbulan-bulan akhirnya telah usai.
Ryan mengecup bibir istrinya berulang kali, sebagai tanda terima kasih, kemudian ia langsung mencabut tombak sakti madra gunanya yang sudah mengkerut seperti terong rebus dari milik istrinya, kemudian ia menggulingkan badannya ke samping Crystal.
"Hah." Ryan menghembuskan nafasnya, lalu menoleh ke arah istrinya yang mulai memejamkan mata. "Kamu lelah sayang? Apa milikmu terasa sakit?" tanya Ryan, seraya menarik istrinya kedalam dekapan hangatnya, lalu mengelus punggung polos Crystal yang polos itu.
Crystal membuka kedua matanya dan tersenyum menatap suaminya. "Aku tidak merasa sakit, justru sebaliknya. Aku merasakan kenikmatan dan juga puas," jelas Crystal dengan pelan karena badannya saat ini sudah terasa lelah akibat di gempur suaminya selama hampir 3 jam. Suaminya itu sungguh kuat dan long time, membuat Crystal semakin tergila-gila kepada Ryan.
"Benarkah? Apa kamu sudah KB? Aku takut jika kamu hamil lagi, apa lagi aku sudah menyemburkan benihku kedalam rahimmu," ucap Ryan, masih ada sedikit rasa takut di dalam hatinya, apa lagi saat dirinya melihat perjuangan Crystal bertaruh nyawa untuk melahirkan putranya.
"Pertanyaan yang terlambat! Tentu aku sudah meminum pil pencegah kehamilan, dari semenjak aku habis melahirkan," jawab Crsytal sedikit kesal.
Ryan terkekeh ketika mendengar jawaban istrinya. "Ternyata kamu sudah mempersiapkan diri sejak lama ya." Ryan berucap sembari menjawil dagu istrinya.
"Ya! Tapi kamu menyebalkan! dasar kanebo kering!" sungut Crystal, lalu membebaskan diri dari dekapan suaminya dan beranjak dari tempat tidur.
"Mau kemana?" tanya Ryan.
"Mau ke kamar mandi, setelah itu aku akan ke kamar Mami untuk mengambil Aksa," jawab Crystal, menoleh ke arah suaminya.
"Untuk malam ini bolehkan Aksa di mengungsi dulu?" pinta Ryan, seraya mendudukan diri dan menatap dua bongkahan sintal istrinya yang terlihat bulat dan menggoda.
__ADS_1
"Tapi, jika Aksa rewel dan minta susu bagaimana?" ucap Crystal, sembari memungut lingerienya yang teronggok di atas lantai marmer itu.
"Bukankah ada stok ASI mu di kulkas?" tanya Ryan, dan Crystal menganggukkan kepalanya pelan dan mengerti maksud dari pertanyaan suaminya.
"Baiklah, sayang," ucap Crystal tersenyum nakal, sembari meremat dua botol gantungnya dengan gaya yang sangat menggoda, lalu ia segera berlari menuju kamar mandi, sebelum diterkam oleh suaminya lagi.
"Sial!" umpat Ryan, lalu mengejar istrinya namun sayang dia terlambat, Crystal sudah mengunci pintu kamar mandi dari dalam.
Ryan menatap bagian bawahnya yang sudah berdiri tegak lagi, dan ia mengumpat kesal karena istrinya berani mempermainkannya.
"Awas saja nanti malam aku tidak akan melepaskanmu!" geram Ryan.
*
*
Sedang di dalam kamar lainnya, Devan sedang menggaruk kepalanya yang tidak karena ia tidak bisa memeluk istrinya.
"Raya!" kesal Devan, mondar-mandir di dekat tempat tidur mereka.
"Apa sih?! Jangan berisik, Aksa sudah tidur!" ucap Raya dengan nada berbisik namun penuh penekanan.
__ADS_1
"Bisa tidak Aksa di bawa kamarnya lagi?!"
Bruk
Raya melemparkan bantal ke arah suaminya dan tepat mengenai kepala Devan.
"Bicara sekali lagi! Tidur di luar sana!!" kesal Raya, menatap tajam suaminya.
"HUH!" Devan mendengus kesal, dan langsung diam tidak berkutik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ada beberapa readers yang bilang atau bertanya " Kok bisa Ryan bisa tahan sampe berbulan-bulan nggak nyetuh istrinya, eh authornya mengada-ngada."
Author menjawab:
Nggak mengada-ngada zeyeng, itu nyata. Sebenarnya kisah Ryan yang tahan sampe berbulan-bulan itu di ambil dari kisahku sendiri. 🤣🤣🤣
Paksu, nggak nyentuh aku sampe hampir 1 tahun karena ada rasa trauma pas lihat aku berjuang melahirkan anak kami. Terharu banget ya? Pasti! Sampe sekarang aja suami belum mau nambah anak lagi. 🤣
Aduh jadi curhat 'kan akyu🤣🙏
__ADS_1