
Setelah puas melihat putranya, Ryan mengajak istrinya turun ke lantai bawah untuk makan malam karena perutnya sudah sangat lapar.
"Mami dan Papi kemana?" tanya Ryan, seraya mendudukan diri di ruang makan.
"Sudah tidur, mungkin," jawab Crystal, sambil menyalakan kompor karena dia akan memanaskan masakan untuk makan malamnya bersama Ryan.
"Masak apa hari ini? Apa hari ini Aksa rewel?" tanya Ryan, sembari menatap punggung istrinya yang sedang berdiri di dekat kompor.
Crystal tersenyum kecil, saat mendengar pertanyaan suaminya.
Sebuah pertanyaan sederhana namun membuat hatinya menghangat. Pertanyaan sederhana namun penuh makna dan perhatian yang di tunjukan Ryan kepada istrinya.
"Masak opor ayam kesukaanmu. Seperti biasa namanya anak kecil pasti ada rewelnya, tapi tenang saja, aku bisa mengatasinya," jawab Crystal, sembari menyiapkan makan malam untuk suaminya.
Ya, walaupun di rumahnya banyak pelayan, akan tetapi untuk urusan perut suaminya, Crystal tetap memasak sendiri untuk Ryan.
"Kamu memang istri dan ibu yang hebat," puji Ryan, membuat hati Crystal berbunga-bunga.
__ADS_1
"Kamu juga, Ayah dan suami yang sangat hebat. You are our super hero," balas Crystal, berjalan mendekati suaminya, lalu memeluk leher Ryan dari belakang.
"I Love You, So Much," ucap Crystal, lalu mengecup salah satu pipi suaminya dengan mesra.
"I Love You, Too." Ryan tersenyum, seraya mengelus tangan istrinya yang masih melingkar di lehernya.
Untuk sesaat keduanya masih bertahan di posisi seperti itu, saling meresapi dan menikmati rasa hangat dan kehagiaan yang menjalar keluruh hati dan pikiran keduanya. Hingga Crystal tersentak kaget dan melepaskan pelukan tangannya, saat mencium bau hangus.
"Astaga!!!" Crystal berlari menuju kompor yang di atasnya ada panci dan mengelurkan kepulan asap hitam, dengan cepat ia mematikan kompor tersebut.
"Yah, gosong," keluh Crystal saat melihat opor ayam di dalam panci tersebut sudah berwarna hitam.
"Sudah tidak apa-apa, aku bisa makan makanan yang lainnya," ucap Ryan, menyenangkan hari istrinya. Lalu ia membuka pintu kulkas. "Seperti ini misalnya," lanjut Ryan, sambil memegang satu bungkus mie instan dan sebutir telor ayam.
Crystal tersenyum menatap suaminya, lalu ia meletakkan panci yang gosong itu ke tempat cuci piring. "Maaf, karena keteledoranku, kamu harus makan mie itu," ucap Crystal penuh sesal.
"Tidak masalah bagiku, yang penting aku bisa makan malam bersama istriku," balas Ryan.
__ADS_1
"Ah, kenapa kamu pengertian sekali sih, jadi makin cinta deh." Crystal menggoyang-goyangkan tubuhnya, menatap suaminya penuh damba lalu menghambur memeluk tubuh kekar Ryan dengan sangat erat.
Setelah itu Crystal mengambil mie instan dan telor yang ada di tangan suaminya lalu, mulai memasaknya, tidak berselang lama mie tersebut sudah siap untuk di santap.
"Lah, telor punyaku mana?" tanya Ryan, mengaduk mienya yang ada di dalam mangkoknya itu.
"Telornya tinggal satu, jadi buat aku saja," jawab Crystal, tertawa kecil sambil melahap telor tersebut.
"Huh," Ryan mendengus kesal, lalu mulai memakan mienya dengan kasar dan menatap istrinya sebal.
"Harus mengalah sama istri, lagi pula kamu 'kan sudah punya dua telor," ucap Crustal tidak berfilter.
Uhuk ... Uhuk
Ryan tersedak ketika mendengar ucapan istrinya yang tidak punya rem itu.
Astaga! Dia pikir telorku bisa di makan apa!! Dasar istri gesrek! Untung cinta!! Kesal Ryan di dalam hati.
__ADS_1
Votenya mana ya?? Dukung terus karya Emak ya❤❤😘