
Tubuh Crystal terasa sangat remuk karena tadi malam, suaminya seperti banteng yang sedang mengamuk, menyeruduk lawannya tiada henti.🤣
Kakinya terasa lemas dan bergetar, juga selaka•ngannya terasa linu dan perih ketika untuk berjalan.
"Ini semua gara-gara kamu!" Crystal menuding suaminya dengan perasaan kesal.
Sedangkan Ryan terlihat menahan tawanya saat melihat istrinya berjalan seperti bebek. "Apa kamu membutuhkan bantuan?" tanya Ryan, masih menahan tawanya.
"Menurutmu?" tanya Crystal dengan ketusnya.
"Oke, baiklah sayang. Kamu akan mendapatkan servis spesial dari ku," ucap Ryan, terkekeh lalu menggendong istrinya ala bridal style, menuju ruang keluarga.
"Servis spesial apa?" tanya Crystal, mengalungkan kedua tangannya di leher yang kokoh itu.
"Menggendong tubuhmu yang berat ini, ha ha haa," jawab Ryan, lalu tergelak keras.
"Apa kamu bilang!! Tubuh ku berat!" Crystal sudah mulai mengeluarkan tanduknya.
"Aku hanya bercanda. Ya, ampun wajahmu sangat cantik kalau sedang marah." Ryan terkekeh saat melihat wajah istrinya yang memerah karena marah.
"Cih!! Seperti ya kamu sangat bahagia sekali!" Sindir Devan, ketika melihat menantunya tertawa keras sambil menggendong putrinya.
__ADS_1
"Iya dong, tadi malam habis dapat jackpot," jawab Ryan nyeleneh, membuat Ayah mertuanya mendengus kesal.
Mulut Crystal komat-kamit seperti mbah dukun baca mantra ketika mendengar jawaban absurd suaminya.
"Dasar menantu sableng!" ketus Devan, lalu berjalan menjauh dari sana dan berjalan menuju halaman belakang.
Ryan semakin tergelak keras, sepertinya pagi itu perasaannya sangat bahagia sekali karena berhasil membuat istrinya tidak bisa berjalan.
Crystal menggelengkan kepalanya berulang kali, karena baru pertama kali ini dirinya melihat Ryan tertawa lepas seperti itu.
"Awas saja, besok-besok aku tidak akan memberikan mu jatah!" ancam Crystal, ketika ia sudah duduk di atas sofa ruang keluarga tersebut.
Crystal mengumpat kesal di dalam hati, karena dia memang tidak tahan jika tidak di sentuh suaminya. Pernah sekali saat Ryan dinas keluar kota selama satu minggu, Crystal merengek meminta Ryan agar cepat pulang, karena dirinya sangat merindukan kehangatan suaminya.
Sial! Aku sudah seperti jal•ang! umpat Crystal, saat mengingat kejadian itu.
"Tahu ah!" Crystal memalingkan wajahnya malu.
Ryan terkekeh melihat istrinya yang seperti itu. "Kamu di sini dulu, aku akan membawa Aksa kemari," ucap Ryan, beranjak dari sana.
"Memangnya Aksa kemana?" tanya Crystal, karena sejak bangu tidur dirinya belum melihat putranya.
__ADS_1
"Di halaman belakang bersama Mami," jawab Ryan, lalu segera melangkahkan kakinya menuju halaman belakang.
Tidak berselang lama, ia kembali lagi ke ruang keluarga sambil menggendong Aksa.
"Hai, tampanku," ucap Crystal lalu mengambil alih Aksa ke dekapannya.
"Mama," ucap Aksa memeluk leher ibunya dengan erat.
"Crys, ada yang ingin ku bicarakan kepadamu." Ryan terlihat serius terlihat dari raut wajahnya yang datar.
"Ada apa?" tanya Crystal, sambil menguyel-uyel pipi Aksa dengan gemas.
"Ini masalah Jeff—, kemudian ia memberitahukan rencananya yang sudah di siapkan untuk Jeff.
"Aku sudah memberi tahukan kepadanya, dan dia setuju," jelas Ryan.
"Apa Papi sudah tahu?" tanya Crystal, dan Ryan menganggukkan kepalanya pelan.
"Iya ini sebenarnya adalah rencana Papi, karena beliau ingin menebus rasa bersalahnya kepada Jeff di masa lalu." jelas Ryan lagi.
"Aku setuju saja, asalkan di sini tidak ada yang tersakiti, terutama Safira!" ucap Crystal dengan tegas.
__ADS_1