
POKOKNYA WARNING AJA!
Jomblo minggir! atau bacanya sambil merem aja, biar nggak pengen. Mueeheehee.
Gairah keduanya sudah mencapai ubun-ubun dan tidak terbedung lagi. Mereka sudah tidak bisa berfikir dengan jernih, karena otak mereka sudah terselimuti kabut gairah dan hasrat yang ingin segera di lepaskan.
Safira menggigit bibir bawahnya ketika ia merasakan benda tumpul mulai memasuki bagian intinya, terasa sakit, pedih hingga rasa sakit itu menembus ke jantungnya.
"Sakit," lirihnya, air matanya sudah tidak terbendung lagi, mengalir deras membasahi pelipisnya.
Jeff menundukkan kepalanya, lalu mencium bibir Safira dengan sangat lembut, guna mengalihkan rasa sakit itu dan dengan perlahan ia mendorong senjatanya agar masuk lebih dalam ke bagian inti Safira.
"Emphh!!" Safira memekik tertahan sambil menggigit bibir Jeff sampai berdarah, saat benda tumpul itu sudah tertanam sempurna di dalam sana.
Jeff mengusap bibirnya yang berdarah dengan ibu jarinya, lalu ia mengecupi bibir Safira berulang kali, dan mulai menggerakkan pinggulnya dengan pelan.
"Ah," satu ******* lolos dari bibir Jeff, saat merasakan nikmat yang tiada tara, kenikmatan yang belum pernah dia rasakan.
Gerakan yang awalnya lembut kini berubah menjadi tempo yang sangat cepat.
"Jeff." Safira yang awalnya marasakan kesakitan kini mulai menikmati, desaahan demi desaahan lolos di dari bibir mungilnya itu, seiring dengan hentakan yang di berikan oleh Jeff.
Safira memejamkan matanya, sambil menikmati surga dunia yang baru pertama kali ia rasakan.
__ADS_1
"Safira, sayang," lirih Jeff, di sela hentakkannya.
Tidak puas dengen gaya terlentang, Jeff membalikkan tubuh Safira dan menghujam bagian inti Safira lagi dari belakang. Jeff sangat gemas dengan hingga tanpa sadar memukul bokong Safira dengan keras, hingga membuat kekasihnya memekik kesakitan.
"AWW! Kenapa memukul pantatku, Jeff!" protes Safira, tapi dia masih merasakan kenikmatan yang di berikan oleh kekasihnya.
PLAK
Satu pukulan keras itu mendarat di bokongnya lagi.
"Jeff? Hei! Gadis pemalas! Ayo bangun!!" Crystal memukul bokong adiknya lagi yang sedang tidur menungging.
Safira terperanjat dan segera membuka kedua matanya, ia terkejut saat mengetahui posisi tidurnya yang sangat menggelikan, dan ternyata ia sedang bermimpi.
"Hah! Mimpi enak-enak sama Jeff ya?" Crystal menjewer telinga adiknya.
"Aduh, ampun Kak, sakit!" pekik Safira mengikuti rasa sakit itu.
"Dasar otak mesum!" maki Crystal kepada adiknya. "Mandi sana! Jeff sudah menunggu di luar," titah Crystal, melepaskan tangannya dari telinga adiknya.
"Hah, mau apa dia kesini pagi-pagi?" Safira segera beranjak dari tempat tidur, wajahnya bersemu merah mengingat mimpi nakalnya itu.
"Pagi? Lihat jam Fir! Tentu saja Jeff kesini untuk bertemu dengan kakakmu yang super cantik ini," jawab Crystal, melangkahkan kakinya keluar dari kamar adiknya.
__ADS_1
"Aku aduin sama Kak Ryan baru tahu rasa!" omel Safira lalu, segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
*
*
*
Jeff berada di ruang tamu bersama Devan, Raya dan juga Ryan, kebetulan hari itu adalah hari minggu, dan Jeff meminta izin untuk membawa Safira pergi berkencan.
"Jeff, kamu makin tampan saja," celetuk Raya, ketika melihat penampilan Jeff, memakai kaos polo berwarna hitam, di padukan dengan celana chinos berwarna krem. Penampilan Jeff terlihat sangat muda dari usianya. Sangat tampan dan juga hot jeletot pastinya.
Devan melotot lebar, saat mendengar pujian istrinya yang di layangkan untuk Jeff.
"Terima kasih, Tante," jawab Jeff, tersenyum simpul.
Raya cengengesan saat melihat wajah kesal suaminya. "Kenapa keluarga Clark suka dengan pria tua dan dewasa ya?" celetuk Raya lagi.
Ketika orang pria di ruang tamu sana, langsung menatap Raya dengan tajam.
"Eh, kenapa kalian menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Raya, dengan bodohnya.
Kena prank kalian ya.😆
__ADS_1