Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Pernah anu?


__ADS_3

Jeff mengerutkan kening, menatap Safira yang sejak tadi diam. "Kamu kenapa? Marah sama aku?" tanya Jeff, menoleh sesaat karena dirinya sedang fokus menyetir mobil.


"Nggak," jawab Safira pelan sambil menggigit bibir bawahnya. Bayangan mimpi enak-enak dengan Jeff terus berputar di otaknya, membuat Safira harus menahan malu.


"Terus?"


"Aku nggak apa-apa, Sayang." Safira menoleh dengan wajah yang bersemu merah.


"Eh, kenapa wajahmu merah begitu?" Jeff tersenyum simpul, tangan kirinya terangkat mengelus pipi yang merona itu.


Ah


Wajah Safira semakin merona, ketika jari besar itu membelai pipinya dengan sangat lembut. Ada desiran aneh yang menjalar keseluruh tubuhnya.


"Kamu menggemaskan." Elusan lembut itu berakhir dengan cubitan gemas dari Jeff, membuat Safira menggembungkan pipinya kesal.


"Ih! Sakit tahu!" Safira menepis tangan Jeff yang masih menempel di pipinya.


Jeff tergelak, lalu meraih tangan Safira dan mengecup punggung tangan itu dengan mesra.


"Aku mencintaimu," ucap Jeff, sangat tulus.

__ADS_1


Safira tersenyum lembut, lalu memeluk lengan kekar Jeff dengan mesra. "Aku juga sangat mencintaimu, Jeff," jawab Safira.


"Jika suatu saat nanti aku tiada, apakah kamu akan tetap mencintaiku?" tanya Jeff, tiba-tiba.


Safira melepaskan pelukannya dan menatap Jeff dengan rasa jengkel. "Kenapa kamu berbicara seperti itu?"


"Aku 'kan hanya bertanya. 8 tahun yang lalu kita saling setia dan saling menjaga perasaan kita, hingga akhirnya kita bisa bersama lagi. Tapi, jika suatu saat nanti aku tiada, apa kamu akan tetap setia dengan cinta ini atau mencari penggantiku?" tanya Jeff lagi.


"Bagaimana jika pertanyaan itu aku kembalikan kepadamu?!" sewot Safira, menatap kesal kekasihnya.


"Tentu aku akan mencari penggantimu," jawab Jeff, singkat, padat, dan jelas. Namun dalam hatinya, ia ingin tertawa keras ketika melihat raut wajah Safira yang berubah marah.


"Jangan menyentuhku!" sungut Safira, menepis tangan Jeff yang akan menyentuh dagunya.


"Gombal!"


"Aku serius," jawab Jeff, lalu meraih dagu Safira, agar gadis itu mau menatapnya. "Lihatlah mataku, disana kamu bisa melihat seberapa besar cintaku kepadamu." Jeff menatap Safira penuh kelembutan dan sangat dalam.


Safira menatap bola mata berwarna coklat itu dengan lekat, dan menyelami lebih dalam lagi untuk mencari kebohongan di sana, namun ia tidak menemukan yang ada hanyalah sebuah ketulusan dan kejujuran.


Safira tersenyum, lalu menghambur kepelukan Jeff. "Aku mencintaimu, jangan pernah tinggalkan aku lagi," ucap Safira di sela balik pelukannya itu.

__ADS_1


"Tidak akan pernah," ucap Jeff, mengecup puncuk kepala Safira dengan lembut dan dalam.


Safira mengurai pelukannya, mendongak lalu mengecup bibir Jeff sekilas. "Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Safira.


"Tanya kan saja," jawab Jeff, sambil menyelipkan anak rambut yang terurai ke belakang telinga kekasihnya.


"Apa sebelum dengan ku, kamu pernah anu?" tanya Safira ambigu.


"Anu apa?" Jeff bertanya balik, karena dia tidak mengerti dengan pertaanyaan Safira.


"Ih, itu berhubungan dengan mantan kekasihmu," jawab Safira, pada akhirnya. Ia ingin mengetahui semua tentang Jeff, walau pun mungkin masa lalunya buruk Safira akan berlapang dada untuk menerimanya.


"Mantan kekasih? Aku tidak punya mantan kekasih," jawab Jeff tergelak.


"Jangan bohong! Kata kak Ryan kamu itu pemain wanita dan tukang celup sana-sini," ucap Safira, mengeluarkan uneg-uneg hatinya yang selama ini ia pendam.


"Ryan mengatkan hal itu? Dan kamu percaya?" Safira menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Ha ha ha. Dasar bodoh!"


Vote! Mana votenya??

__ADS_1


Ngambek nih😒


__ADS_2