
Di sebuah taman kota seorang gadis sedang duduk seorang diri sembari memotret anak-anak kecil yang berlarian kesana- kesini dengan riang bahagia. Dan tidak lama kemudian datanglah seorang pria memakai hoodie lengkap dengan masker.
"Hai, boleh aku bergabung disini?" tanya pria tersebut, matanya menyipit bertanda jika pria itu tertawa di balik maskernya itu.
Gadis itu mendongak seraya tersenyum lembut. "Ya, tentu saja," jawab gadis itu dengan suara yang sangat lembut.
"Thank you," ucap pria tersebut, lalu mendudukan diri disamping gadis itu. "Apa kamu menyukai anak kecil?" tanyanya, sembari menatap wajah cantik gadis itu dari samping.
"Ya, sangat," jawab gadis itu, menoleh dan menatap wajah pria tersebut yang masih menggunakan masker.
"Kamu?" bertanya balik, seraya tersenyum lembut, membuat pria itu tertegun ketika melihat senyuman lembut dan tulus itu.
"Hem, aku juga sangat menyukai anak kecil," jawab pria itu, masih menatap wajah cantik yang menenangkan hatinya.
"Wah, kita sama. Namamu siapa? Aku Safira." Mengulurkan tangannya kepada pria tersebut.
"Jeff Smith," jawab pria itu, menjabat tangan Safira.
__ADS_1
"Namamu bagus, pasti kamu juga sangat tampan," cerocos Safira, lalu mengalihkan pandangannya ke arah anak-anak kecil yang ada di taman tersebut.
"Tidak, aku ini jelek. Maka dari itu aku selalu memakai masker," jawab Jeff, tersenyum di balik maskernya.
Safira menoleh lalu menepuk pundak Jeff dengan lembut, seraya berkata. "Tidak apa, jangan insecure. Semua makhluk tuhan itu sama, mau tampan atau jelek yang terpenting hatinya baik, bukan? Dan aku yakin, jika kamu adalah pria yang baik dan itu akan menjadi nilai plus tersendiri untukmu," ucap Safira, dengan penuh kelembutan dan menatap mata tajam Jeff dengan intens.
DEG
Jantung Jeff berdetak dengan cepat saat mendengar penuturan gadis yang ada di sampingnya itu, apalagi tatapan mata mereka saling bertemu, membuat jantung Jeff semakin berdetak tidak karuan.
Apa ini? Kenapa gadis ini berbeda dengan kakaknya? Batin Jeff, dan tanpa terasa ia meraba dada kirinya, dimana jantungnya berdetak tidak karuan di dalam sana.
"Kamu gadis baik dan juga cantik," puji Jeff, kepada Safira.
"Apakah menurutmu begitu? Padahal kata teman-temanku, aku ini gadis aneh," jelas Safira, menunduk sedih.
"Aneh? Dimana anehnya?" tanya Jeff, dengan kening berkerut. Walaupun Safira tidak secantik Crystal, akan tetapi menurut Jeff, gadis yang ada di sampingnya ini sangat cantik.
__ADS_1
"Mungkin karena aku suka menyendiri dan tidak pandai bergaul," jawab Safira, mengangkat kepalanya lalu menoleh dan menatap Jeff dengan lembut.
Bukan tanpa sebab Safira seperti itu, ia hanya membatasi dirinya dan tidak ingin terjerumus ke pergaulan bebas, seperti teman-temannya yang kebanyakan kehilangan keperawanan di saat masih SMA.
Jeff terkekeh ketika mendengar penuturan Safira. "Ya, kamu memang aneh dan unik. Dan aku suka itu," jawab Jeff, membuat Safira ikut tersenyum.
Sedetik kemudian keduanya itu saling diam dan larut dalam pikirannya masing-masing.
Dia sepertinya pria yang sangat baik. Batin Safira.
"Safira, sepertinya aku harus segera pulang," ucap Jeff, seraya bangkit dari duduknya.
"Pulang? Rumahmu dimana?" tanya Safira. Namun Jeff tidak menjawab, tapi langsung pergi begitu saja.
"Mungkin aku terlalu lancang, karena mempertanyakan tempat tinggalnya. Semoga kita bisa bertemu lagi, ya," gumam Safira, menatap punggung tegap Jeff yang mulai menjauh dari pandangannya.
Apa Jeff sekarang mengicar Safira? 🥺
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungannya ya, dengan cara like, komentar, vote dan kasih gift semampunya aja😘😘