
Safira dan Jeff membuka kedua matanya bersamaan, ketika tautan itu terlepas. Wajah mereka masih berdekatan, tatapan mereka saling mengunci dan kedua tangan Jeff masih menangkup wajah Safira.
Jeff tersenyum lembut, kemudian ia mengusap bibir Safira yang basah itu dengan ibu jarinya dengan sangat lembut.
Sedangkan Safira masih terdiam membisu dan tatapannya masih mengarah ke wajah tampan dan rupawan itu. Perlahan salah satu tangannya terangkat untuk mengusap rahang tegas yang di tumbuhi bulu kasar itu dengan gerakan lembut.
Kemudian Safira tersenyum lembut, saraya berkata. "Kamu sangat tampan," kata Safira dengan sangat lirih.
Jeff membalas senyuman itu, lalu ia menarik wajah Safira lagi dan mengecup bibir manis itu dengan lembut dan menyesapnya atas bawah bergantian, membuat Safira semakin terbuai dan perlahan ia membalas ciuman itu walau masih kaku.
Sedangkan di belakang mereka, Aries terlihat mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Entah kenapa dadanya terasa panas ketika melihat Safira berciuman dengan Jeff di depan matanya. Walau pun penerangan di dalam bisokop itu gelap akan tetapi Aries tahu apa yang sedang di lakukan pasangan itu.
Perasaan apa ini? Apakah ini yang namanya cemburu? Aku rasa tidak mungkin, karena aku dan Safira baru bertemu. Batin Aries berkecamuk, ia berusaha menepis rasa panas dan sesak yang hinggap di dalam dadanya.
Kembali lagi ke Safira dan Jeff yang semakin terhanyut di dalam ciuman yang mereka lakukan.
"Ehem!" Aries pura-pura berdehem, agar pasangan itu segera menyudahi ciuman mereka.
Kenapa suhu di bioskop ini menjadi sangat panas sekali! gumam Aries, sembari membuka dua kancing kemejanya dengan kesal.
Safira membuka kedua matanya, saat mendengar deheman Aries. Seketika itu, ia baru tersadar dan teringat tentang missinya. Dan dengan cepat ia mendorong dada bidang Jeff dengan kuat hingga ciuman itu terlepas dengan paksa.
__ADS_1
"A aku em seharusnya kita tidak—" Safira begitu gugup dan berucap dengan terbata. Wajahnya memerah lantaran malu dan juga kesal. Malu karena ia ikut terhanyut ke dalam ciuman itu dan kesal karena ia tidak dapat menahan dirinya dan mudah terbawa suasana.
"Ya, maaf. Apa ini ciuman pertamamu?" tanya Jeff, kemudian ia mengusap bibir Safira untuk ke dua kalinya.
"Iya," jawab Safira, menggigit bibir bawahnya seraya memejamkan matanya dengan erat dan memalingkan wajahnya.
Dasar bodoh! Safira merutuki dirinya sendiri di dalam hati.
"Berarti aku adalah pria yang beruntung karena mendapat ciuman pertamamu," ungkap Jeff tersenyum, sambil menatap wajah Safira dari samping.
Safira menganggukkan kepalanya dengan pelan. Tidak tahan dengan situasi di sana, ia pun segera beranjak dari duduknya, keluar dari dalam bioskop tersebut.
"Fir!" panggil Jeff dan segera mengikuti Safira dan setelah itu baru lah Aries mengikuti keduanya itu dari belakang.
Safira mengernyitkan kening dan menatap wajah Jeff dengan intens. Apakah benar ini adalah Jeff? Yang katanya seorang mafia, akan tetapi pria ini sangat berbeda hari ini, bersikap lembut dan manis kepadanya.
Apakah ini sisi lain dari seorang Jeff Smith? Pikir Safira bertanya-tanya.
"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku ingin ke toilet, mau pipis."Safira beralasan, lalu melepaskan cekalan tangan itu dengan perlahan.
"Oke, aku menunggumu disini," ucap Jeff.
__ADS_1
Setelah itu Safira segera berjalan menuju toilet yang di dekat bioskop itu dan tanpa Jeff sadari, Aries mengikuti Safira menuju toilet.
*
*
*
"Fira!" panggil Aries, saat Safira akan masuk kedalam toilet. Safira menoleh dan matanya membola sempurna ketika ia melihat Aries mengikutinya ke dalam toilet wanita.
"Aries! Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Safira, menoleh ke kiri dan ke kanan, beruntung toilet itu nampak sepi.
"Ingat dengan tujuanmu Fir!" tegas Aries, tanpa menjawab pertanyaan gadis yang ada di hadapannya itu.
Safira menundukan kepalanya sesaat, kemudian ia mengangkat kepalanya kembali dan menatap Aries dengan tatapan memohon. "Aku mohon jangan katakan hal ini kepada siapa pun, please," mohon Safira dengan sangat, karena ia takut jika Ayah dan Daddy murka dan kecewa kepadanya.
Aries menghela nafasnya dengan kasar, lalu ia menggeleng pelan sebagai jawaban.
"Ariess!" mohon Safira.
Jangan lupa dukung karya Emak ya dengan cara like, komentar, vote dan kasih gift.
__ADS_1
Terimakasih untuk kalian semua yang selalu mendukung karya Emak, love you all ❤❤❤