Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Jauh dari restu


__ADS_3

Safira tersenyum lebar ketika mendapat kabar dari Aries, di mana Jeff mendapat keringanan hukuman.


Pemerintah sudah melakukan penyidikan tentang kasus Jeff. Dan hasilnya sangat mengejutkan, ternyata terbukti jika Jeff bukanlah seorang bandar, dia hanyalah seorang perantara saja. Dengan semua bukti yang kuat, Jeff terbebas dari jerat hukuman seumur hidup dan mendapat keringanan hukuman selama 8 tahun kurungan penjara.


"Benarkah yang kamu sampaikan ini?" tanya Safira tersenyum kepada Aries.


Safira memang sengaja meminta Aries untuk memberikan informasi tentang Jeff, kepadanya.


"Iya," jawab Aries seraya mengangguk pelan. "Kamu tidak ingin menemuinya?" tanya Aries, sembari menatap wajah cantik Safira yang selalu terbayang di kepalanya.


Safira menggeleng pelan dan senyumnya memudar seketika. "Tidak," jawab Safira, singkat. Ia sudah berjanji kepada Ayahnya jika tidak akan menemui Jeff lagi. Dan ia menepati janjinya.


"Sudah dua bulan kamu tidak menemuinya. Apa kamu tidak merindukannya?" tanya Aries bertanya dengan menahan rasa kesakitan di dadanya.


"Rindu? Tentu saja aku sangat merindukannya," jawab Safira, menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Aries tersenyum getir ketika mendengar jawaban dari Safira, ia pun beranjak dari duduknya.


Hatinya terasa berdenyut nyeri.


Sakit dan sesak di dada.

__ADS_1


"Aku pamit," ucap Aries, lalu pergi begitu saja dari ruang tamu tersebut.


"Eh!" Safira terkejut dan menatap kepergian Aries dengan wajah bingungnya. "Dia kenapa?" gumam Safira.


*


*


Sementara itu di sisi lain, tepatnya di pengadilan negeri kota tersebut, Jeff tersenyum dengan lebar dan terus mengucapkan terima kasih kepada Ryan.


"Sekali lagi terima kasih," ucap Jeff tersenyum, lalu meninju lengan Ryan dengan pelan.


Sungguh kebahagiaan yang tidak terkira yang sedang ia rasakan saat ini.


"Jika aku mengatakannya, mana mungkin kalian percaya kalau tidak ada bukti yang kuat. Ah, ini semua karena kebodohanku, karena aku terperdaya oleh bajingan itu." Jeff mengingat kebodohannya, karena ingin membalaskan dendamnya, ia rela bekerja dengan cara kotor seperti itu.


"Iya, tapi sekarang semua sudah terbukti jika kamu hanya perantara yang mengatas namakan sebagai bandar," jelas Ryan.


"Dan hukum tetap berlanjut, nikmatilah dan bertobatlah. Jadilah pria yang lebih baik lagi, dan juga hilangkan dendam yang ada di hatimu, ikhlaskan semua yang sudah terjadi," ucap Ryan, bijaksana.


Jeff tersenyum tipis seraya menganggukkan kepalanya dengan pelan.

__ADS_1


"Ryan, boleh 'kah aku bertanya sesuatu kepadamu, ini meng—"


"Safira?" potong Ryan dan dengan cepat, dan Jeff menganggukkan kepalanya.


"Dia baik dan aku harap kamu bisa melupakannya. Aku tidak menyalahkan kalian yang jatuh cinta, tapi hubungan kalian jauh dari restu," jelas Ryan, membuat Jeff terdiam kaku dan ia menyadari posisinya saat ini.


"Aku mengerti," jawab Jeff, menelan ludahnya dengan pahit.


Sekarang aku mengerti, kenapa kamu sudah tidak menemuiku selama ini.


Aku memang bukan pria yang tepat untumu. Semoga kamu mendapatkan penggantiku yang lebih baik dariku. Batin Jeff, tanpa terasa menitihkan air matanya.


Ryan menepuk pundak Jeff dengan kuat. "Kau ini pria yang kuat, jadi jangan lemah hanya karena masalah hati."


Jeff mengusap air matanya dengan ibu jarinya, kemudian ia tersenyum kecil.


*


*


Setelah berbicara dengan Ryan selama beberapa menit, Jeff sudah kembali ke Sel jeruji besi yang akan menjadi saksi bisu hukumannya selama 8 tahun kedepan.

__ADS_1


"Aku masih setia untuk mencitaimu, Fir." gumam Jeff, sembari meringkuk diatas lantai yang dingin itu.


Seperti biasa kasih dukungan buat author dengan cara tekan Favorite, like, vote, komentar dan kasih Gift seiklas kalian❤❤❤


__ADS_2