
Devan menatap tajam Jeff, ingin sekali ia menghantam wajah tampan itu hingga babak belur, akan tetapi ia masih mempunyai akal sehat dan juga etika, mengingat dirinya sedang berada di Rutan.
"Apa pun yang kau ingin 'kan akan aku berikan, termasuk membebaskanmu dari penjara ini! Kecuali memberikan putriku yang sangat berharga kepada pria sepertimu, aku tidak bisa! Kau pikir Safira barang barter?!" ucap Devan, pelan namun penuh penekanan.
Jeff tersenyum miring dan menatap sinis Devan. "Kalimat terakhirmu, sepertinya menyindir dirimu sendiri ya!" ucap Jeff.
"Apa maksudmu?!"
"Ha ha ha ha." Jeff tertawa sarkastik, sebelum menjawab pertanyaan Devan. "Apa kau tidak menyadarinya, jika kau sudah menukar hati putrimu dengan missimu? Kau mengumpankannya kepadaku dan ternyata putrimu jatuh cinta kepadaku!" balas Jeff telak, berhasil membuat Devan terkejut dan juga sangat syok.
"Tidak mungkin!" Devan menggeleng pelan, kemudian ia bergegas keluar dari ruangan tersebut.
Jeff tersenyum miring ketika melihat kepergian Devan. "Putrimu terjebak dalam permainan rumit yang kau ciptakan sendiri!" gumam Jeff. Tidak berselang lama ada dua sipir yang masuk ke dalam ruangan tersebut dan membawa Jeff kembali ke ruang tahanan.
*
*
__ADS_1
*
Disisi lain Safira memasuki rumahnya dengan tergesa dan air matanya terus memasahi pipinya.
"Fir, apa yang terjadi?" tanya Crystal, berjalan mendekati adiknya yang nampak kacau.
Safira menghentikan langkahnya, kemudian ia memeluk Crystal dengan erat. "Kak, aku mencintainya, sangat mencintainya," ucap Safira.
"Mencintainya? Jeff? Kau mencintai Jeff?" tebak Crystal, dan Safira mengangguk pelan di balik pelukannya itu.
Tubuh Crystal langsung menengang, inilah yang di takutkan olehnya. Adiknya terjebak dalam sebuah perasaan rumit yang akan sulit untuk di capai.
Safira mengangguk pelan dan air matanya mengalir begitu derasnya, sambil menunjukkan cincin berlian yang melingkar di jari manis tangan kirinya. "Dia melamarku, dan dia juga mencintaiku, aku mohon bantu aku, Kak. Aku benar-benar mencintainya!" pinta Safira dan mengatupkan kedua tangannya di depan dada, memohon belas kasih dari Kakaknya agar bisa membantunya.
Nafas Crystal tercekat dan ia tidak tahu harus berbuat apa.
"Apa yang kalian bicarakan?!" ucap Raya, yang baru memasuki rumah. Sebenarnya ia sudah mendengar ucapan kedua putrinya.
__ADS_1
"Mi." Safira langsung berhambur memeluk Raya dengan sangat erat.
"Katakan kepada Mami, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Raya, sambil mengelus punggung Safira yang terasa bergetar dengan pelan.
Kemudian dengan penuh keberanian, Crystal menceritakan semuanya dari awal sampai akhir dan tidak ada yang ia tutupi, agar ibunya tahu semuanya. Karena Raya memang tidak mengetahui masalah ini.
"Kurang ajar!" maki Raya dengan berapi-api, lalu melepaskan pelukan putrinya. "Berani sekali Daddy dan Papi kalian mengumpankan Safira!!"
"Mi, sekarang yang jadi permasalahannya, Safira sangat mencintai Jeff," jelas Crystal, ia berharap jika ibunya dapat membantu permasalahan adiknya.
"Kau mencintai, pria itu?!" tanya Raya, menatap Safira dengan tatapan tidak percaya.
"Iya, Mi. Aku sangat mencintainya," jawab Safira dengan penuh keyakinan.
"Apa kamu sudah gila?! Mencintai penjahat seperti dia! Come on, Safira, banyak pria di luaran sana yang lebih baik." Raya menentang putrinya, membuat hati Safira semakin terasa sakit.
"Lupakan dia!" tegas Raya.
__ADS_1
"Tidak!" jawab Safira, lalu berlari menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
Jangan lupa dukung terus karya Emak dengan cara like, komentar, vote dan kasih gift semampu kalian.