
Crystal dan Ryan saat ini sedang berada di salah satu yayasan panti asuhan yang ada kota tersebut. Keputusan mereka sudah matang, akan mengadopsi salah satu bayi yang ada di sana.
Keduanya saat sedang duduk di salah sau ruangan yang ada di sana.
"Sayang, maafkan aku. Seharusnya aku memberimu seorang anak lagi tapiโ" Crystal tidak mampu melanjutkan ucapannya, dadanya terasa sangat sesak.
"Stttt, jangan di bahas lagi. Aku menyayangimu dan mencintaimu apa adanya, tanpa menuntut apa pun darimu." Ryan merengkuh pundak istrinya memberi ketenangan di sana.
Tidak berselang lama. Ibu panti datang sambil membawa bayi mungil di gendongannya.
"Permisi, Tuan dan Nyonya. Maaf menunggu lama," ucap Ibu panti seraya berjalan mendekati Crystal.
Crystal mengangkat kepalanya, dan matanya terpaku pada sosok mungil yang ada di dalam gendongan ibu panti.
"Ini dia si cantik yang malang. Kemarin malam saya menemukannya di depan pintu gerbang tergeletak di dalam kardus. Sepertinya kehadirannya tidak di inginkan oleh kedua orang tuanya." jelas Ibu panti sedih, sembari menyerahkan bayi mungil itu kedekapan Crystal.
Crystal menggendong bayi itu dengan sangat hati-hati, ia tersenyum bahagia sampai tidak bisa menahan lajur air matanya.
"Dia sangat cantik. Sungguh kejam orang tuanya yang tega membuang bayi tidak berdosa ini," ucap Ryan, sambil mengusap pipi bayi yang masih merah itu.
"Kebetulan, kami belum memberikan nama untuk bayi ini Tuan, Nyonya.," ucap Ibu panti lagi, seraya mendudukan diri di kursi yang ada di hadapan Crystal.
"Benarkah?" Crystal tampak berbinar, lalu menatap suaminya. "Apa kamu ada nama untuk anak kita ini?" tanya Crystal, tersenyum lembut.
Ryan tampak berfikir sejenak. "Anya Lydia," ucapnya.
"Yang mempunyai arti malaikat cantik dan mulia, bagaimana?" tanya Ryan, sekaligus meminta pendapat kepada istrinya.
"Nama yang sangat cantik seperti orangnya. Baiklah aku setuju," jawab Crystal, seraya mengecup kedua pipi bayi itu dengan lembut.
"Semoga kelak bayi ini menjadi anak yang pintar, berbakti kepada orang tuanya, dan mempunyai hati yang luas seluas samudra," doa ibu panti, untuk bayi mungil itu.
"Amin," ucap Crystal dan Ryan bersamaan, mengaminkan doa ibu panti.
"Saya juga sudah menyiapkan berkas-berkas pengamdosian bayi ini Tuan," ucap Ibu Panti, sembari mengambil Map berwarna biru yang tergeletak di atas meja, yang sudah di siapkan sebelumnya. Beliau menyerahkan berkas tersebut kepada Ryan, untuk segera di tanda tangani. Setelah selesai menandatangani berkas tersebut, Ryan menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat kepada ibu panti.
__ADS_1
"Kami akan menjadi donatur tetap di panti ini, Bu," ucap Ryan, ketika Ibu panti menerima amplop tersebut.
"Terima kasih banyak, Tuan dan Nyonya. Semoga kalian selalu panjang umur, sehat selalu dan di limpahkan rejeki, amin. Doa ibu panti sangat tulus dengan mata yang berkaca-kaca.
"Amin. Kami juga sangat terima kasih sekali, Bu. Karena sudah diijinkan kami untuk mengadopsi bayi cantik ini," balas Crystal.
"Sama-sama, Nyonya, Tuan," jawab Ibu panti, tersenyum lembut.
*
*
"Aksa pasti sangat senang, karena dia sudah tidak sendirian lagi," ucap Crystal, ketika mereka sudah berada di dalam mobil menuju pulang ke rumah mereka.
"Hem, kamu benar. Apa lagi anak itu menginginkan adik perempuan," jawab Ryan, seraya mengusap pipi bayi itu dengan sangat lembut.
"Sayang, berjanjilah kalau kamu akan menyayangi bayi ini seperti anakmu sendiri dan jangan membeda-bedakan kasih sayangnya dengan Aksa," pinta Crystal dengan sangat.
"Bukankah kita sudah membicarakan ini sebelumnya? Kamu masih meragukan aku? Aku akan menyayanginya seperti anak gadisku sendiri, kamu jangan khawatir, sayang," jawab Ryan, membelai pucuk kepala istrinya dengan lembut.
Tidak berselang lama, mobil yang mereka tumpangi sudah terparkir rapi di halaman rumah.
Kedatangan Crystal dan Ryan di sambut bahagia oleh keluarganya, termasuk Aksa yang paling antusias.
Di ruang keluarga.
Rona bahagia terlihat jelas di seluruh wajah keluarga itu. Dan suara gelak tawa terus terdengar memenuhi ruangan tersebut. Mereka bahagia menyambut kedatangan anggoya baru keluarga mereka.
"Wah, aku sekarang punya adik kecil yang sangat cantik dan lucu," ucap Aksa, menggenggam telapak tangan kecil dan mungil itu dengan lembut.
"Iya, sekarang Aksa sudah menjadi seorang Abang, jadi nggak boleh ngompol lagi di celana ya," ucap Safira, sekaligus meledek keponakannya.
"Ih! Kapan aku ngompol?!" jawab Aksa sewot, sambil melengos, malas menatap tantenya itu.
"Namanya siapa si cantik ini?" tanya Raya, mengambil alih bayi mungil itu ke gendongannya.
__ADS_1
"Anya Lydia," jawab Crystal.
"Kenapa namanya kuno sekali? Pasti yang memberi nama Kak Ryan!" protes Safira, sambil menatap sinis kakak iparnya, lantaran dia masih kesal kepada Ryan.
"Sudah jangan berdebat masalah nama. Nama bayi ini sangat cantik seperti orangnya, benar tidak, Pi?" Raya meminta persetujuan suaminya, dan Devan menganggukkan kepalanya pelan.
"Sayang, bayi kita nanti juga pasti cantik seperti kamu." celetuk Jeff kepada Safira, langsung mendapat polototan dari semua orang yang ada di sana.
"Emangnya kalian sudah nyicil bikin kuping?!" tanya Devan, sudah ingin beranjak dari duduknya dan menyingsing lengan bajunya sampai ke pundak.
"Ya, belum, Pi. Tapi, kalau icip-icip sih sudah," jawab Jeff, tersenyum canggung.
"Apa kamu bilang?!" Devan semakin melotot sempurna.
"Kaborrrr!" Jeff segera melarikan diri dari amukan Devan.
"Ya!! Sini kau!!" teriak Devan, mengejar Jeff yang lari kehalaman belakang.
Semua orang yang ada di sana tergelak melihat tingkah pria yang berbeda usia itu, yang tidak pernah akur.
...The End...
๐น๐น๐น
Tidak terasa kisah Oh! My bodyguard sudah tamat ya, Mak.
Terima kasih buat kalian semua yang sudah mengawal kisah ini dari awal sampai tamat. Dan terima kasih segala apresiasi yang sudah kalian berikan berupa like, komentar, vote, dan point.
Untuk kelanjutan Kisah Safira dan Jeff, ada lapaknya sendiri nanti setelah My Hot Art, tamat.
Sekali lagi emak ucapkan banyak terima kasih kepada kalian semua. Semoga kalian sehat selalu dan banyak rejeki, amin.๐
Untuk pemenang Give away akan di umumkan besok, awal bulan๐
Jangan lupa mampir ke karya Emak yang lainnya yuk. Sampai jumpa lagi di My Hot Art, lapaknya 4 J.
__ADS_1