Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Senjata makan tuan


__ADS_3

"Banyak bacot!" maki Ryan.


"Hanya kamu yang berani memerintahku seperti ini! Untung saja kamu mengandung anakku. Haiss!" kesal Ryan, sembari memindahkan telor ceplok tersebut ke atas piring.


Beruntung jarak dapur dan ruang tamu berjauhan, jadi Crystal tidak akan akan mendengar perkataannya.


Setelah semuanya selesai, Ryan melepas apron yang melekat di tubuh kekarnya, lalu berjalan ke aarh ruang tamu sembari membawa telur ceplok yang di inginkan istrinya.


Tak


Ryan meletakkan piring tersebut dengan kasar di atas meja, tepatnya di hadapan istrinya.


Crystal yang sedang duduk diatas sofa sembari memainkan ponselnya pun menoleh dan menatap telur ceplok yang sudah tersaji diatas meja.


"Kenapa bentuknya tidak mirip dengan milikmu? Aku tidak mau!" tolak Crystal, seraya menggeleng pelan dan lanjut memainkan ponselnya lagi.


Ryan berkacak pinggang sembari memainkan lidahnya di langit-langit mulutnya dengan perasaan kesal, dan tatapan tajamnya itu mengarah ke istrinya yang sangat menyebalkan.


Yang benar saja istrinya itu? Ingin telor ceplok tapi harus mirip dengan miliknya? Apakah ini variasi baru atau model baru?


"Mau di makan atau tidak!" tegas Ryan.


"Tidak mau!" tolak Crystal, tanpa menoleh karena mata terfokus ke layar ponselnya.


"Crys!" tegas Ryan lagi, terdengar sangat dingin dan datar.

__ADS_1


"Aku bilang tidak mau! Karena itu tidak mirip dengan punyamu! Kamu memang tidak mencintaiku ya! Biarkan saja, anakmu nanti pas lahir ileran!" balas Crystal, terdengar sangat sewot.


Ryan menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Oke, baiklah. Aku menyerah, karena aku tidak bisa membuatkannya untukmu," ucap Ryan, lalu mendudukan dirinya di sofa dengan kasar.


"Tuh 'kan, kamu memang tidak mencintaiku." Mulai terisak dan memonyongkan bibirnya lima centi.


"Tapi, bukankah lebih enak jika merasakan telurku langsung?" tanya Ryan, lalu membuka celananya sendiri dan melemparkannya asal.


Mata Crystal membola sempurna saat melihat si tombak sakti yang masih bobo ganteng dengan berbantalkan dua telur kembar yang terlihat empuk juga menggoda di depan matanya.


"Kamu ingin menggodaku?" tanya Crystal, mengerjabkan matanya berulang kali dan wajahnya kini bersemu merah.


"Tidak! Aku hanya ingin memenuhi ke inginanmu," jawab Ryan, menatap datar istrinya.


"Kemari." Ryan menjentikan jarinya, agar istrinya menghampirinya.


Kena kau! Batin Ryan, lalu mengunci pergerakan istrinya yang sudah duduk di pangkuannya.


"Jadi sekarang, kamu harus bertanggung jawab, bukan?!" desis Ryan, menggendong istrinya menuju kamar.


"Ya! dasar curang!" amuk Crystal, memberontak di dalam gendongan suaminya.


"Terserah, apa katamu!" sahut Ryan, tidak memperdulikan amukan istrinya.


Sial! Kenapa aku yang terjebak! Ini namanya senjata makan tuan. Batin Crystal, sangat kesal. Niat hati ingin mengerjai suaminya, malah dirinya yang di kerjai Ryan, hingga lemas tidak berdaya di atas ranjang panas.

__ADS_1


*


*


*


Ryan tersenyum puas sejak tadi, sedangkan Crystal memanyunkan bibirnya karena suaminya itu mengambil ke untungan yang banyak darinya.


Satu jam mereka bercinta di pagi hari, membuat lututnya terasa lemas.


"Jangan memanyunkan bibir itu!" ucap Ryan, tanpa menoleh karena saat ini dirinya sedang fokus menyetir mobil.


"Ck!" Crystal hanya berdecak kesal saja menanggapi perkataan suaminya.


"Nanti pulang kampus jam berapa?" tanya Ryan, mengulas senyum tipis. Ia mengingat percintaan panasnya tadi pagi bersama istrinya yang sangat membuatnya candu.


"Seperti biasa," jawab Crystal singkat.


"Ayolah! Kenapa kamu harus marah? Bukankah, tadi kamu sangat menikmatinya? Bahkan kamu terus mendessah tiada henti," ucap Ryan, apa adanya, sembari menahan senyumanya.


"Diam!!" ketus Crystal, untuk menutupi rasa malunya.


Ah, ya ampun. Kakiku masih terasa sangat lemas dan bergetar! Dasar kenbo kering sialan!


Jangan lupa dukungannya ya, dengan cara like, komentar, vote dan kasih gift semampu kalian,😘

__ADS_1


Love you all😘😘😘


__ADS_2