Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Di kamar mandi


__ADS_3

Crystal menatap suaminya dengan intens. Saat ini dirinya sudah berada di dalam mobil suaminya.


"Kenapa?" tanya Ryan, menatap sekilas istrinya, karena saat ini dirinya sedang fokus menyetir mobil.


"Apa aku gendut?" tanya Crystal.


Ryan tersenyum tipis, lalu tangannya terulur untuk mengusap perut istrinya yang sudah terlihat membuncit.


"Kamu memang gendut, lalu apa salahnya?" tanya Ryan.


"Ish, tuh 'kan!!"


"Loh kamu kenapa sih? Kamu bertanya, dan aku menjawabnya dengan jujur," jawab Ryan, mengerutkan keningnya.


"Kalau aku gendut, aku nggak sexy dan cantik lagi dong?" tanya Crystal, mengerucutkan bibirnya kesal.


"Kata siapa? Kamu tetap cantik dan sexy di mataku. Jangan berpikiran yang negatif, aku bukanlah pria yang picik!" tegas Ryan, sudah tahu arah pembicaraan istrinya.


"Kamu satu-satunya wanita yang ada di dalam hatiku, mau sampai kapan pun itu!" Ryan berucap dengan sangat tegas.


"Manis banget sih, Bang." Crystal tersenyum bahagia, lalu memeluk lengan kiri suaminya dengan sangat mesra, lalu menyenderkan kepalanya di bahu Ryan.


"Love you, sayang," ucap Crystal, lalu mengecup rahang tegas suaminya.


"Mee too," balas Ryan datar, membuat Crystal cemberut kesal.

__ADS_1


"Dasar kanebo kering! Bisa tidak, manis sedikit sama istri!" sungut Crystal, lalu mengangkat kepalanya dan menegakkan punggungnya di sandaran jok mobil.


Ryan tersenyum tipis, ketika melihat tingkah istrinya yang menggemaskan.


"Kamu tahu sendiri, jika aku bukanlah pria yang manis dan bukan pria yang romantis," jawab Ryan membela dirinya.


"Ck!" Crystal hanya berdecak kesal menganggapi perkataan suaminya.


*


*


*


Tidak berselang lama, mobil yang di kendarai Ryan sudah sampai di halaman rumah keluarga Fadaei dengan selamat.


"Kenapa wanita selalu ingin di mengerti?" gumam Ryan, menatap punggung istrinya.


Ryan tidak habis pikir dengan tingkah istrinya yang belakangan ini sangat sensitif dan juga mudah marah.


Crystal memasuki rumahnya dengan perasaan kesal. Mulutnya terus menggerutu dan mengumpati suaminya. Ia terus berjalan menuju kamarnya di lantai tiga dengan menggunakan lift.


"Ih! Menyebalkan!" umpat Crystal lagi, lalu meletakkan tasnya di sofa kamarnya. Kemudian ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Crystal membuka seluruh pakaiannya, hingga dirinya polos tanpa sehelai benang pun. Ia membasahi tubuhnya di bawah guyuran shower. Air dingin yang membasahi tubuhnya itu mengendurkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku setelah seharian beraktifitas.

__ADS_1


Ryan memasuki kamar dan tidak melihat istrinya di sana. Namun beberapa saat kemudian, ia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. Bibirnya tersenyum nakal, kemudian ia pun melepaskan seluruh pakaiannya dan segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Emmhh." Crystal terkejut dan juga mendesaah tertahan, ketika ada dua tangan kekar yang melingkar di pinggangnya dari belakang. Dan salah satu tangan itu merambat turun hingga menyentuh pintu lembahnya.


"Kenapa tidak mengajakku mandi bersama, hem?" bisik Ryan, di dekat telinga istrinya dengan suara paraunya menandakan jika dirinya saat ini sangat bergairah.


Crystal tidak menjawab, melainkan ia terus mengeluarkan suara laknatnya ketika merasakan permainan jari suaminya yang ada di bagian intinya. Keluar masuk dengan gerakan cepat, membuatnya terus mendessah hebat.


Cup


Ryan mengecup leher istrinya dengan penuh gairah, kemudian ia membalikan tubuh istrinya dan langsung menyambar bibir Crystal dengan sangat rakus.


"Ouh yeahh," racau Crystal, ketika ciuman suaminya turun dan menyesap dua pucuk buah pirnya begantian dengan sangat rakus.


Rasa kesal kepada Suaminya langsung lenyap seketika dan tergantikan dengan rasa nikmat yang tiada habisnya.


"Ouh." Crystal terkejut ketika tubuhnya di angkat oleh suaminya dan di bawa keluar dari kamar mandi.


"Sayang?" Crystal menatap sayu suaminya, saat dirinya di rebahkan di atas Sofa.


"Hem?" Ryan hanya berdehem saja, sambil membuka kedua paha istrinya dan ia mulai memposisikan dirinya.


Ryan memengang tombak saktinya dan meluncurkannya ke arah lembah yang sudah basah itu. Dan dengan satu kali hentakan, tombak sakti itu sudah masuk sempurna di dalam milik istrinya. Dan ia mulai mengujamnya dengan kecepatan sedang, hingga membuat Crystal terus mendessah.


Panas ya nggak sih?🤣🤣🤣🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote mana ya?


__ADS_2