
Beberapa hari kemudian.
Ryan sedang meeting bersama anggotanya di Safe House. Wajah Ryan terlihat sangat serius melihat satu persatu foto yang berserak diatas meja. "Jadi dia masih di negara ini? Dan dia sedang mendekati adik iparku? Sulit untuk di percaya. Pria yang sangat licik!"
"Disaat kita semua terfokus kepada keselamatan Crystal, dia merubah strateginya!" umpat Ryan, menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu mengambil sebatang rokok dan menyelipakannya di sela bibir seksihnya itu, kemudian ia menyulut ujung rokok tersebut dengan korek api, setelah itu ia menghisap asap rokok itu dengan dalam dan menghembuskan asap rokok itu lewat hidung dan mulutnya dengan kasar.
"Lalu rencana kita bagaimana, Pak?" tanya Aries.
"Karena tersangka adalah orang yang licik, maka kita harus menggunakan cara licik juga!" jawab Ryan, mengeringai devil, sembari mengambil salah satu foto yang diatas meja itu.
*
*
*
Sementara itu, Devan yang berada di ruang pribadinya pun mengumpat kesal karena putri keduanya menjadi target Jeff.
"Bajingan!!" umpat Devan, sambil menatap foto yang ada di tangannya.
"Apa Daddy mengganggu?" tanya Xander, saat memasuki ruang pribadi menantunya.
"Oh, Dad? Kapan datang?" Devan beranjak dari duduknya, lalu mempersilahkan Ayah mertuanya duduk di sofa yang ada di sana.
"Baru saja, bersama Mamimu. Dari kemarin merengek terus ingin bertemu Crystal dan Safira," jawab Xander, setelah mendudukkan diri di sofa.
__ADS_1
Karena kesibukannya dengan kasus yang sedang ia tangani, Ryan memutuskan tinggal bersama kedua mertuanya. Selain itu, agar ada yang menjaga dan mengawasi Crystal selama ia sibuk bekerja. Tentu saja, keputusan Ryan itu di sambut bahagia keluarga mertuanya, termasuk istrinya sendiri.
Devan mengangguk sebagai jawaban, lalu menjelaskan permasalahannya kepada Xander sedetail mungkin.
"Dasar bodoh! Kenapa masalah sebesar ini, kamu baru cerita kepadaku?!" maki Xander kepada menantunya. "Ini masalah nyawa kedua cucuku, Van!" bentak Xander, dengan suara yang sangat keras, menatap nyalang menantunya dan rahangnya mengeras kuat.
"Maaf, Pi. Aku pikir bisa menyelesaikan masalah ini sendiri, ternyata tidak," jawab Devan, pelan. Ia mengakui kesalahannya dan melihat aura mematikan dari Ayah mertuanya itu, membuat dirinya menciut dan mlempem.
"Lalu Ryan?" tanya Xander dengan suara yang mulai melemah.
"Ryan juga sedang berusaha keras menangkap Jeff ini, pria itu sangat licin dan licik. Ryan, juga tidak ingin gegabah dulu, karena Jeff bisa melukai Safira kapan saja," jelas Devan, kepada Xander.
Devan menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu memejamkan matanya dengan erat, seraya memijat pangkal hidungnya.
"Tapi, dia sedang bertugas."
BRAK
"Aku tidak peduli!!" bentak Xander, sambil menggebrak meja yang ada di hadapaannya itu. "Kenapa otakmu menjadi lelet begitu, hah!!" maki Xander lagi.
"Maaf," jawab Devan, lalu segera menghubungin Ryan.
*
*
__ADS_1
Ryan melangkah dengan tegap saat memasuki kediaman keluarga Fadaei.
"Sayang? Kamu sudah pulang?" tanya Crystal yang sedang duduk di sofa ruang tamu bersama Safira, Jeje dan Raya. Ia langsung menghampiri suaminya dan memeluk Ryan dengan erat.
CUP
Crystal mengecup bibir Ryan dengan mesra tanpa malu sedikit pun.
"Crys! Malu dilihat Mami dan Mommy, juga Safira." Ryan sedikit mendorong istrinya dengan paksa. Bukannya tidak suka ketika disambut istrinya dengan mesra, akan tetapi menurut Ryan hal itu sangat lah tidak sopan jika di lakukan di hadapan orang banyak.
"Ih! Dasar kenebo kering!" sungut Crystal, dan menghentakkan kakinya dengan kesal. Karena suaminya pasti selalu begitu, tidak pernah bisa di ajak romantis.
"Aku akan bersikap romantis jika sudah pada tempatnya!" bisik Ryan, kepada istrinya dengan mesra.
"CK!" Crystal hanya berdecak kesal menganggapi perkataan suaminya. Karena yang di maksud suaminya adalah kamar pribadi mereka.
Kemudian Ryan menyapa ke tiga wanita cantik yang duduk di sofa ruang tamu. Setelah itu, Ryan meminta Crystal dan Safira ikut bersamanya menuju ruang pribadi Devan.
Hayolohhh, Daddy sudah marah kan, kan, kanšš
Kok alurnya belibet ya??
Sengaja di buat begitu biar kalian pada keselllš¤£
Jangan lupa dukung karya emak, dengan cara like, komentar, vote, dan kasih gift, semampu kalianā¤
__ADS_1