
Safira keluar dari Rutan tersebut dengan kepala yang tertunduk dan air matanya terus membasahi pipinya.
Sedangkan Jeff yang sudah kembali berada di dalam sel tahanan, menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil menyenderkan punggungnya ke dinding yang dingin itu.
Sebuah penyesalan yang sudah tidak dapat ia perbaiki. Disaat ia bertemu dengan cintanya, karena takdir tidak berpihak kepadanya.
Flashback On
"Kamu tidak akan pernah tergantikan! Apakah kamu masih meragukan aku?" tanya Safira, yang sudah sesegukan sembari mengusap air matanya dengan kasar.
"Aku mencintaimu, menyayangimu dan juga aku sangat ingin hidup bersamamu, tapi keadaanku tidak memungkinkan untuk hidup bersamamu. Maafkan kesalahanku di masa lalu dan maafkan aku karena aku lah, kamu menjadi terjebak di dalam lingkaran gelap kehidupanku ini." Jeff sangat terluka saat mengucapkan kata-kata tersebut. Air matanya membasahi pipinya tanpa di minta.
Sedangkan Safira 100 kali lebih terluka ketika mendengar penuturan Jeff, dan salah satu tangannya terulur untuk menghapus air mata yang membasahi pipi Jeff.
"Aku terluka jika melihatmu rapuh seperti ini, aku akan tetap berada di sisimu," ucap Safira, memandang Jeff dengan penuh kelembutan.
"Kita akan berjuang bersama dan aku yakin jika suatu saat nanti takdir akan berpihak kepada kita," lanjut Safira tersenyum, seraya menggenggan tangan Jeff dengan penuh kelembutan.
*Jeff mengangguk dan tersenyum menatap wajah cantik Safira.
Walaupun hatinya meragu, apakah takdir akan berada di pihaknya? Atau malah sebaliknya*?
Flashback off
Ryan menepuk pudak Safira pelan, membuat gadis itu terperanjat dan segera menghapus air matanya.
__ADS_1
"Kak," ucap Safira, saat melihat Ryan berada di sampingnya.
"Ayo kita pulang, tinggalkan mobilmu di sini," ucap Ryan, berjalan mendahului Safira menuju mobilnya.
"Tapi—"
"Jika kau tidak mendengarkan perintahku, maka nanti malam aku bisa tidur diluar! Apa kau tidak tahu? Jika Kakakmu yang sangat menyebalkan itu sudah mengancamku, jika tidak membawamu pulang dengan selamat maka aku tidak akan mendapatkan kehangatan!" kesal Ryan dan mengumpat kesal di dalam hati.
Safira memutar kedua matanya dengan malas, kemudian ia segera memasuki mobil Ryan dan mendudukan dirinya di jok mobil dengan kasar.
"Lalu urusanmu disini?" tanya Safira, ketika melihat Ryan sudah duduk di balik stir mobil.
"Urusanku sudah selesai! Hanya memastikan jika ke aman disini harus di perketat lagi penjagaannya agar tidak ada tahanan yang kabur!" jawab Ryan sangat datar, sambil menyalakan mesin mobilnya, kemudian ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota itu.
"Ya! Siapa lagi kalau bukan Jeff Smith lelaki tampanmu itu!" balas Ryan dengan tegas, namun mengandung sindiran keras untuk Safira.
Safira hanya menghela nafasnya dengan kasar, ia berusaha untuk menutupi kesedihan hatinya.
"Em, Kak, bolehkan aku meminta sesuatu kepadamu?" tanya Safira dengan hati-hati.
"Tidak boleh!" jawab Ryan tegas, ia sudah tahu permintaan Safira hanya dengan membaca gerak-geriknya saja.
"Ish, aku belum mengutarakan permintaanku!" sungut Safira, dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kak!" Safira menoleh dan menunjukan wajah manis dan puppy eyes nya.
__ADS_1
"CK! Wajahmu tampak menyebalkan sekali jika seperti itu! Dan bagaimana bisa, pria seperti Jeff Smith bisa tergila-gila padamu?!" cibir Ryan, membuat Safira mendengus kesal.
"Dasar pria tua menyebalkan!"
"Heh!! Kau pikir Jeff tidak lebih tua dariku?!" Ryan tidak terima di katakan tua oleh adik iparnya.
"Biar tua yang penting Jeff sangat tampan dan mempesona." jawab Safira, tersenyum manis.
"Dan jangan lupakan jika dia adalah seorang nara pidana!" Ryan mengingatkan Safira.
Senyum yang membingkai bibir Safira langsung lenyap seketika, saat mendengar penuturan Ryan.
"Kenapa bersedih? Memang itu lah kenyataannya!"
...****************...
Emak sedikit tergelitik dengan salah satu komentar yang beberapa saat yang lalu aku baca. Jadi biar aku jelaskan ya dari Bab 82-88 itu masih di hari yang sama, malam yang sama hanya latar tempat saja yang membedakan.
Ada pertanyaan pembaca lainnya: Kenapa Ryan berada di Rutan? Bukankah dia seorang Jendral kenapa berada di Rutan? Apakah dia kepala rutan? bukan seorang Jendral?
Dan jawabannya adalah kembali ke penjelasan yang pertama. Dan Ryan yang menangkap Jeff dan memasukannya ke dalam penjara, dan tidak mungkin dong, dia langsung pergi begitu saja! Pasti ada urusan yang harus dia selesaikan lebih dulu disana, apalagi dari bab 82-88 masih di malam yang sama.
Dan semoga sampai disini semua sudah paham dan jelas, makasih buat semuanya yang terus mendukung karya Emak, semoga kalian semua sehat selalu dan juga banyak rejeki, aminn🙏🙏❤❤
Love You all❤
__ADS_1