
Aries menatap wajah Safira dengan sangat lembut, kemdian tangannya terulur untuk meraih kedua tangan Safira dan menggenggamnya dengan lembut.
"Fir, tidak adakah kesempatan bagiku untuk mengisi hatimu?" tanya Aries, masih menggenggam tangan Safira dengan lembut.
Safira terdiam dan menatap ke dua tangannya yang di genggam oleh Aries. Kemudian ia menarik tangannya dengan paksa, membuat Aries tersenyum kecut dan ia sudah tahu jawaban dari Safira.
"Aku mengerti," ucap Aries.
Ia sadar jika cinta tidak bisa di paksakan.
"Maaf," cicit Safira, menatap pria di hadapannya itu dengan rasa bersalah.
"Kamu pria yang baik, Ries. Kamu akan mendapat wanita yang lebih baik dariku. Maaf, aku masih mencintainya," jelas Safira.
Aries terdiam lalu memalingkan wajahnya ke kiri, menatap jalan raya di mana banyak kendaraan lalu lalang disana.
Hatinya terasa perih dan sakit, tapi mau bagaimana lagi dirinya tidak bisa memaksakan hati seseorang untuk menerima cintanya.
"Maafkan aku," ucap Safira sekali lagi.
Aries mengangguk seraya tersenyum. "Aku baik-baik saja. Setelah ini mungkin kita tidak bertemu lagi, karena aku akan ke luar negeri," ucap Aries.
"Ke luar negeri?" tanya Safira. Ia semakin merasa bersalah kepada Aries.
__ADS_1
Aries mengangguk sebagai jawaban sembari tersenyum tipis.
"Bukan karena ingin menghidariku, kan?" tanya Safira lagi.
"Tentu saja tidak. Aku di pindah tugaskan ke sana," jelas Aries.
Mendengar jawaban Aries, membuat hati dan perasaan Safira sedikit lega.
"Semoga kamu disana mendapatkan jodoh. Maafkan aku, karena tidak bisa membalas cintamu," ucap Safira.
"Hatiku sudah terpaut dengan gadis yang duduk di hadapanku," jawab Aries, menatap wajah Safira dengan penuh cinta.
Jantung Safira berdetak dengan cepat ketika di tatap seperti itu oleh Aries.
"Ries, kamu harus melanjutkan hidupmu." Safira menundukan kepalanya dan menjadi salah tingkah.
"Itu bukan urusanmu!" jawab Safira sedikit kesal.
"Kalau begitu, masalah hatiku juga bukan urusanmu!" balas Aries lagi. "Mau sampai kapan pun, aku akan tetap menunggumu Fir!"
"Jangan menjadi bodoh, Ries! Sudah aku katakan bukan? Jika aku bukanlah wanita yang tepat untukmu!" tegas Safira.
"Kamu juga menjadi bodoh karena cinta! Kamu mencintainya dan dia mencintaimu tapi aku juga mencintaimu, Fir!" Aries menatap Safira dengan nanar.
__ADS_1
"Haruskah aku mengemis cinta kepadamu?"
"Jangan lakukan hal yang melukai harga dirimu!" tegas Safira, lalu beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja dari hadapan Aries.
Aries terdiam di tempat duduknya, lalu ia pun beranjak dan mengejar Safira.
Greb
Aries menarik tangan Safira saat keduanya itu sudah berada di parkiran mobil.
"Lepas Ries!" Safira menghentakkan tangannya agar cekalan tangan itu terlepas dari pergelangan tangannya.
Namun Aries tidak mendengarkan Safira, ia malah menghimpit tubuh Safira di badan mobilnya dan menatap tajam Safira.
"Aries! Apa yang kamu lakukan!" Safira mendorong dada bidang Aries dengan kuat, agar pria itu menjauh dari tubuhnya. Namun usahanya sia-sia, karena tubuh Aries semakin menghimpitnya, hingga membuatnya tidak berkutik.
Aries mendekatkan wajahnya dan menarik tengkuk Safira.
Safira memundurkan kepalanya, saat deru nafas Aries menerpa wajahnya, akan tetapi tengkuknya semakin di tekan oleh Aries dengan kuat.
"Aries ..."
CUP
__ADS_1
Aries sudah berada di batas kesabaran kayaknya... Yang akan semakin membuat Hati Safira bimbang.
Hayooo mana dukungannya? Kasih like dan Vote yang banyak!!! Biar semakin semangat emaknya❤❤