
Beberapa minggu kemudian, kedekatan Jeff dan Safira semakin intens. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat mesra. Walau pun Safira hanya berakting belaka dan mengorbankan bibirnya untuk di jadikan tumbal Jeff Smith. Dan Jeff juga terlihat sangat bucin kepada Safira.
*
*
Malam hari di ruang pribadi Devan Fadaei.
"Sampai kapan ini harus berakhir?" tanya Safira kepada Ryan, Xander dan juga Devan.
"Sedikit lagi!" jawab Ryan, menatap datar adik iparnya.
"Menunggu apa lagi? Bukankah dia sudah jatuh cinta kepadaku? Dan aku rasa tidak ada alasan lagi untuk menunggu lagi!" sahut Safira, sangat kesal.
Sedangkan Aries menatap Safira dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"Fira, dia itu pria licik dan bisa jadi saat ini dirinya juga berakting belaka sama sepertimu, untuk mengelabui kita. Jika kita salah langkah nyawamu dan juga nyawa Kakakmu yang akan menjadi taruhannya," jawab Xander, memberikan pengertian.
Xander cukup tahu mengenai Jeff Smith, pria yang sangat licik, seorang mafia dan juga bos besar obat-obatan terlarang yang saat ini menjadi buronan polisi. Di tambah lagi anggota geng Jeff Smith kemungkinan mengintai dimana saja, maka dari itu mereka juga harus berhati-hati dalam bertindak.
"Ingat! Dia mempunyai dendam kepada Papimu dan ingin membalaskan dendamnya dengan cara menyakiti kalian," lanjut Xander.
"Kenapa harus serumit ini! Aku sudah sangat lelah!" sentak Safira, lalu keluar dari ruang pribadi Ayahnya dengan perasaan yang teramat kesal.
"Fira!" panggil Devan, akan tetapi putrinya tidak menghiraukan panggilannya.
__ADS_1
"Biar saya saja yang menjelaskannya, Tuan," ucap Aries, menunduk hormat lalu segera mengejar Safira.
"Bagaimana ini? Semua ini salahku, karena kesalahan di masa laluku, nyawa kedua putriku terancam," ucap Devan, penuh dengan penyesalan.
Semua orang disana terdiam dan larut dalam pikirannya masing-masing. "Tetap pada rencana kita!" tegas Ryan, memecah keheningan ruangan itu.
Ryan sudah menyusun rencana yang sudah sangat matang, ia sudah memperhitungkan semuanya dengan sedetail mungkin.
"Apa kamu yakin jika rencana ini akan berhasil?" tanya Devan, kepada menantunya.
"Aku sangat yakin, Pi!" jawab Ryan dengan sangat tegas.
*
*
*
"Semua orang sangat menyebalkan!! Aku bahkan jijik kepada diriku sendiri saat dia menciumku dan juga mencumbuku!! Bahkan aku juga harus berpura-pura menikmatinya!" maki Safira, menangis tersendu sembari mengusap bibirnya dengan punggung tangannya.
Tidak adakah yang mengerti perasaannya? Bukankah mereka semua itu egois? Demi mencapai missinya harus tega mengorbankan dirinya.
Awalnya Safira menganggap jika semua ini akan berjalan sangat mudah, akan tetapi semua tidak seperti yang di pikirkannya. Malah terbilang sangat sulit dan juga rumit.
"Fir," panggil Aries, lalu duduk di samping Safira.
__ADS_1
"Apa!!! Mau menjelaskan apa lagi??!! Pergi sana!!!" usir Safira dan menatap tajam Aries.
"Aku sudah muak!! Dan mungkin juga kamu jijik kepadaku! Kamu bahkan sendiri melihat semua yang dia lakukan kepadaku, bukan?!" lanjut Safira dengan nada berapi-api.
"Aku tidak jijik kepadamu!" jawab Aries dengan tegas.
"Heh, omong kosong!! Kamu tahu? Dalam anganku, aku ingin memberikan ciuman pertamaku kepada suamiku kelak! Lalu nyatanya apa? Bibirku ini sudah ternodai!" ucap Safira, berlinang air mata.
Aries terdiam dan menatap Safira dengan sendu. Dia sangat mengerti dengan perasaan Safira saat ini.
"Ijinkan aku untuk menghapus jejak bibirnya dari permukaan bibirmu itu," ucap Aries membuat Safira tercengang.
"Apa?!"
**Bingungkan mau safira sama Aries atau sama Jeff ya?
Dan sudah ketahuan juga kalau Safira selama ini hanya berpura-pura terpesona dan jatuh cinta Sama Jeff. ππ**
Kasih dukungannya, kasih like dan Vote!! love you allβ€β€
Bonus Visual
Aries
__ADS_1
Safira