
Crystal saat ini sudah di pindah di ruang rawat VIP rumah sakit tersebut. Seluruh keluarganya pun sudah berkumpul dan sangat bahagia menyambut anggota baru mereka.
Ryan duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut dengan Devan dan Xander, sedangkan Raya, Jeje, Safira dan Oma Airin mengerumuni Box bayi yang ada di dekat tempat tidur Crystal. Sedangkan kedua teman Crystal sudah berpamitan lebih dulu.
Tawa bahagia terus terdengar memenuhi ruangan VIP tersebut.
"Ya ampun, masalah bibit premiun itu memang tidak bisa membohongi, ya. Tampannya cicitku sama seperti Papanya," ucap Oma Airin, seraya mengusap pipi gembul bayi yang sedang tertidur pulas di dalam Box bayi tersebut.
Masih bayi aja ganteng bingitt😍
"Ehem! Opa dan Papinya juga tidak kalah tampan!" Devan dan Xander berdehem bersamaan dan mengucapkan hal yang sama. Mereka sepertinya tidak terima jika hanya Ryan yang di sebut tampan.😆
Oma Airin memutar kedua bola matanya dengan malas, menanggapi perkataan anak dan cucu menantunya.
"Tapi, benar loh. Anak kalian ini ganteng banget! Kalian ngadonnya bagaimana sih? Bisa dapat anak seganteng ini," celetuk Safira, menatap Ryan dan Crystal bergantian.
"Pakai tepung Maizena, jangan lupa dikasih baking powder dan di uleni sampai kalis, biar hasilnya bagus mengembang!" jawab Oma Airin tidak berfilter, membuat semua orang yang ada disana menahan tawa. Sedangkan Safira cemberut kesal.
"Ih! Oma! Aku 'kan serius bertanya!" kesal Safira.
__ADS_1
"Lagian kamu aneh, masa iya tanya cara ngadonnya. Emangnya bikin kue bantal!" jawab Raya, terkekeh pelan, sembari mengusap pipi cucu pertamanya itu.
"Nanti kamu kalau sudah menikah juga tahu cara bikinnya, maju mundur oke pokoknya! Ha ha haa," Jeje menimpali lalu tergelak dengan suara tertahan.
Safira menjadi kesal sendiri karena seluruh orang di ruangan itu meledeknya.
"Asimu sudah keluar, Crys?" tanya Raya, mengalihkan pembicaraan.
"Sedikit, Mam," jawab Crystal dengan lesu.
"Tidak apa-apa, nanti lama-lama keluarnya juga banyak. Nanti perbanyak makan sayuran hijau dan kacang-kacangan," saran Jeje, dan diangguki Crystal.
Ryan terdiam kemudian menggeleng sebagai jawaban, karena dia dan istrinya memang belum menyiapkan nama untuk putranya itu.
"Loh! Kalian ini bagaimana sih!" tegur Xander, menegakkan punggunya dan menatap Ryan dengan tajam.
"Kami sibuk, Dad," jawab Ryan singkat, lalu beranjak dari duduknya dan menghampiri istrinya yang terlihat tidak nyaman di atas tempat tidur pasien sana.
Xander mendengus kesal ketika mendengar jawaban dari Ryan, tapi dia cukup mengerti dengan kesibukan Ryan dan juga Crystal yang sedang fokus mengerjakan skripsi sebelum melahirkan.
"Kenapa?" tanya Ryan, ketika berada di dekat istrinya.
__ADS_1
"Aku ingin pipis," jawab Crystal dengan pelan.
Ryan tersenyum lalu mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi. Semua orang disana menjadi baper ketika melihat betapa romatis dan perhatiannya Ryan kepada Crystal.
"Jangan lama-lama di kamar mandi!" seru Oma Airin, tergelak. Ketika melihat pasangan suami istri itu akan memasuki kamar mandi.
"Ingat puasa 2 bulan!" timpal Raya dan Jeje bersamaan.
"Senam lima jari atau pakai Miss lux itu pilihan yang tepat, Ryan!" sahut Devan, lalu tergelak keras hingga membuat cucunya terkejut dan menangis.
"Devan!" sentak Raya dan Oma Airin bersamaan.
"Mereka sangat keterlaluan!" kesal Crystal ketika sudah berada di dalam kamar mandi.
"Biarkan saja! Namanya juga keluarga gesrek!" jawab Ryan, langsung mendapat pelototan tajam dari istrinya.
"Kalau bicara jangan terlalu jujur kenapa!" balas Crystal terkekeh pelan, dan Ryan pun ikut tertawa.
Yang mau nyumbang nama buat debay, silahkan tulis di kolom komentar ya😆
Jangan lupa like dan votenya!!
__ADS_1