
Bersiaplah beberapa part ke depan Emak akan mengguncang hati kalian sampai bengek. Emaknya lagi mode waras, 🤣
Beberapa hari kemudian.
Safira saat ini sedang berada di Aparteman Jeff dan untuk pertama kalinya, ia datang kesana karena udangan Jeff.
"Memang ada hal penting apa yang ingin kamu bicara Jeff?" tanya Safira, sambil menatap setiap sudut Apartemen yang menurutnya sangatlah mewah.
"Duduklah dulu," ucap Jeff, menuntun Safira agar duduk di Sofa ruang tamu. "Kamu mau minum apa?" tanya Jeff, tersenyum bahagia.
"Air putih saja," jawab Safira, dan Jeff mengangguk kemudian berjalan menuju dapur. Dan tidak berselang lama Jeff datang sambil membawa nampan yang diatasnya ada segelas air putih dan beberapa cemilan.
"Nah, silahkan," ucap Jeff, setelah meletakkan nampan tersebut di atas meja tepat di hadapan Safira.
"Terima kasih, ini aman 'kan? Tidak ada obat tidur atau perangsang?" Safira bertanya dengan nada bercanda, sembari mengangkat gelas tersebut.
"Aman, hanya saja aku memberikan segenggam serbuk cinta dan kasih sayang, dan aku pastikan setelah meminum air tersebut, kamu akan menjadi tergila-gila padaku," jawab Jeff, tersenyum.
"Aih, gombalanmu bang!" seru Safira tergelak, lalu menyesap air tersebut.
Jeff tertawa terbahak, ketika mendengar jawaban Safira. "Kebanyakan baca novel, pikiran kamu menjadi halu," ucap Jeff, sembari menatap wajah cantik Safira, yang selalu membuatnya pikiran dan hatinya tenang.
"Aku ingin menunjukan sesuatu kepadamu," ucap Jeff, seraya menarik tangan Safira dengan sangat lembut dan menuntunnya menuju balkon apartemen tersebut.
"Woah!" pekik Safira, sangat terkejut ketika melihat balkon tersebut.
Balkon yang di hias dengan sangat romatis, disana ada dua kursi dan di tengahnya sebuah meja.
Diatas meja tersebut ada dua hidangan makan malam dan dua gelas wine yang tertata rapi di atas meja sama. Tidak lupa hiasan lampu tumblr menghiasi balkon kamar tersebut, menambah keindahan dan juga keromantisan disana.
"Jeff ini?" Safira tidak mampu melanjutkan ucapannya, ia membekap mulutnya sendiri dengan salah satu telapak tangannya. Ia menggeleng pelan.
Tidak mungkin 'kan jika dia benar mencintaiku? Batin Safira, menerka-nerka.
Jeff tersenyum lalu memeluk Safira dengan erat, dan mengecup kening gadis itu dengan lembut. "Dinner pertama kita semenjak kita menjalin sebuah hubungan. Maaf jika tidak sempurna, karena aku bukan lah pria yang romantis," jawab Jeff, terkekeh lalu membawa Safira duduk di tempat duduk yang sudah di siapkan. Kemudian ia sendiri juga duduk bersebrangan dengan Safira, raut wajah Jeff tampak berbinar bahagia dan itu sangat jelas terlihat.
"Jeff," lirih Safira, menatap wajah tampan Jeff dengan berkaca-kaca. Bukan karena terharu dengan sikap Jeff, akan tetapi dia merasa sangat bersalah karena mempermainkan perasaan Jeff. Hatinya semakin mencelos dan terasa sakit ketika melihat senyum merekah yang terukir di bibir Jeff.
Ya, Tuhan. Berdosakah aku? Batin Safira teramat sakit, dan tanpa terasa air matanya luruh seketika membasahi pipinya.
"Kenapa kamu menangis? Apa kamu tidak suka?" tanya Jeff, mengerutkan keningnya dan tangannya terulur menghapus air mata tersebut.
__ADS_1
Nafas Safira kian tercekat di tenggorokannya. "Aku sangat menyukainya," jawab Safira tersenyum, lalu menggenggam tangan Jeff dengan sangat erat yang sedang menghapus air matanya.
"Lalu kenapa kamu menangis?" tanya Jeff.
"Menangis bahagia," jawab Safira, membuat Jeff tersenyum.
"Kalau begitu, kita mulai dinner," ucap Jeff, dan Safira mengangguk pelan seraya tersenyum manis. Lalu Jeff memutar lagu dari ponselnya.
Lagu Bryan adam - Everyting I Do, menjadi lagu pengiring dinner romantis mereka malam itu. Sebuah lagu yang sangat mewakili perasaan Jeff Smith kepada Safira.
Look into my eyes
Lihat aku
You will see
Kamu akan melihat
What you mean to me
Kamu berarti apa untukku
Search your heart
Cari hatimu
Cari jiwamu
And when you find me there
Dan ketika kamu menemukanku di sana
You'll search no more
Kamu ‘tak akan mencari lagi
Don't tell me it's not worth tryin' for
Jangan katakan padaku ini ‘tak patut dicoba
You can't tell me it's not worth dyin' for
Jangan bilang ini ‘tak patut diperjuangkan
__ADS_1
Keduanya saling melempar senyum, bahkan sesekali Jeff menyuapi Safira. Dan saling menatap penuh damba. Akan tetapi ada sebuah hati yang sedang merasa gundah, yaitu hati Safira yang mulai bimbang akan perasaannya sendiri. Ketika ia melihat sorot mata Jeff yang begitu tulus kepadanya.
You know it's true
Kamu tahu ini benar
Everything I do
Semua yang kulakukan
I do it for you
Kulakukan untukmu
Look into your heart
Lihat hatimu
You will find
Kamu akan menemukan
There's nothin' there to hide
‘Tak ada yang disembunyikan
Take me as I am
Terima aku apa adanya
Take my life
Ambil hidupku
I would give it al
Aku akan memberikan segalanya
I would sacrifice
Aku akan berkorban
Dan tidak terasa Safira meneteskan air matanya lagi. Ia bingung harus berbuat apa, apakah ia harus membuka hatinya untuk Jeff?
__ADS_1
Penasarankan? Kisah Safira ini akan berakhir dengan Sad ending atau happy ending?
Dukung terus karya Emak ya, dengan cara like, komentar, vote dan Kasih Gift seikhlasnya.😘😘😘