
Jeff mengambil salah satu buku yang ada di rak buku, sembari menatap wajah Safira yang terlihat sangat serius yang sedang memilih buku novel di ke dua tangannya.
Ya, saat ini ke duanya itu sudah berada di toko buku langganan Safira.
"Pilih saja ke duanya, Fir," saran Jeff, karena Safira terlihat bimbang.
"Ceritanya bagus-bagus, Jeff. Yang ini mengisahkan tentang percintaan sang Mafia," jawab Safira, sembari mengangkat tangan kirinya yang memegang buku tersebut.
"Dan yang satu ini, mengisahkan cinta segitiga antara mafia, gadis polos dan juga seorang Polisi," lanjut Safira, mengangkat tangan kanannya yang memegang buku tersebut.
"Aku sarankan pilih yang pertama," jawab Jeff, menunjuk tangan kiri Safira.
"Heum? Kenapa begitu?" tanya Safira.
"Cinta segitiga itu rumit!" jawab Jeff, dengan datar.
"Rumit jika hatimu penuh kebimbangan untuk menentukan pilihan kemana hatimu harus berlabuh. Ingat, apa pun yang akan kamu lakukan, ikuti kata hatimu, jangan ikuti ambisimu," jawab Safira terkekeh, lalu memasukan kedua buku itu kedalam keranjangnya.
Deg
Hati Jeff terasa nyeri, seperti di cubit semut ketika mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan Safira.
Dan raut wajah Jeff pun berubah, namun karena ia memakai masker, Safira tidak dapat melihat perubahan raut wajahnya.
Jeff berusaha untuk mengontrol perasaannya.
Jangan lemah! Batin Jeff, memperingati dirinya sendiri.
__ADS_1
"Ucapanmu itu seperti gadis yang pernah jatuh cinta saja!" ledek Jeff, membuat Safira cemberut kesal, lalu berjalan mendahului menuju kasir.
"Hanya ini yang kamu beli?" tanya Jeff, ketika mereka sudah berada di kasir.
"Heum." Safira hanya berdehem saja, sembari menyerahkan bukunya kepada petugas kasir, sekaligus memberikan kartu debitnya.
"Biar aku saja yang membayarnya." Jeff mengeluarkan dompetnya dan mengembalikan kartu debit Safira, setelah itu ia memberikan kartunya sendiri kepada kasir tersebut.
"Aku bisa membayarnya sendiri!" tolak Safira, sedangkan Jeff langsung menoleh dan menatap tajam gadis yang berdiri di sebelahnya itu.
"Ah, oke. Lakukan sesukamu!" sungut Safira, ketika melihat sorot mata tajam itu, seolah memaksa.
Jeff hanya tersenyum di balik maskernya, ketika melihat wajah Safira cemberut kesal.
"Huh, dasar buaya buntung!" Dari kejauhan, Aries merutuki tingkah Jeff yang menurutnya sok keren di hadapan Safira.
Cemburu bang? 😆
*
*
Setelah membayar dua buku itu, Safira dan Jeff keluar dari toko buku tersebut.
"Kenapa hanya dua buku saja yang kamu beli?" tanya Jeff, ketika sudah di dalam mobil.
"Memang kenapa?" Safira malah balik bertanya, dengan raut wajah yang imut. Ia berusaha untuk mengalihkan perhatian Jeff, agar tidak banyak bertanya.
__ADS_1
Jangan sampai dia curiga, kalau aku hanya beralasan saja. Batin Safira.
"Ya, aneh saja. Jika seorang mahasiswi cerdas sepertimu ke toko buku hanya untuk membeli 2 buku novel," jelas Jeff, seraya menyalakan mesin mobilnya.
"Aku hanya jenuh saja, jika setiap hari membaca buku kuliah! Aku juga butuh hiburan bukan?" jawab Safira, tidak sepenuhnya berbohong, karena dirinya memang butuh hiburan.
"Iya, kamu benar sekali." Jeff terkekeh di balik maskernya. "Setelah ini kita kemana?"
"Heum?" Safira berdehem dan menoleh ke arah Jeff. "Jangan bilang, kalau kamu ingin mengajakku berkencan?" tebak Safira, menyipitkan matanya dan menatap Jeff penuh selidik.
"Jika menurutmu begitu. Ayo, kita pergi berkencan!" seru Jeff, lalu melajukan mobilnya menuju suatu tempat.
Satu langkah lagi, buat lah dia jatuh cinta kepadamu. Maka, tugasmu akan selesai! Batin Safira, seraya menghela nafasnya dengan pelan.
Bonus visual, tapi bayar pakai like dan vote! 😁
Pokoknya yang berjambang itu terdepan🤣
Jeff Smith❤
Safira Fadaei
Aries ❤❤
__ADS_1