
Binar kebahagiaan terlihat jelas di wajah Safira dan Jeff yang saat ini sedang duduk berdua di taman kota malam itu. Tangan keduanya saling bertaut dan saling memberi kehangatan dari udara dingin yang menerpa tubuh keduanya. Dan Safira menyenderkan kepalanya di bahu kokoh itu dengan mesra.
"Terima kasih, sudah menungguku." Tangan Jeff terangkat untuk mengelus pipi mulus kekasihnya.
Safira memejamkan matanya sejenak, merasakan usapan halus dan lembut di pipinya. Hatinya menghangat ketika merasakan sentuhan lembut itu.
Safira tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban. Ia menegakkan kepalanya, lalu menatap wajah tampan Jeff dengan dalam.
"Ada apa?" Jeff mengerutkan alisnya saat Safira menatapnya tidak berkedip.
"Kenapa kamu masih terlihat tampan sih?" gerutu Safira, menggembungkan pipinya kesal.
Ya, walau usia Jeff sudah memasuki 43 tahun tapi pria itu masih terlihat sangat tampan dan gagah, walau pun tubuhnya tidak se atletis seperti dulu.
Jeff terkekeh geli, lalu memeluk tubuh kekasihnya dengan erat dan menghujani wajah Safira dengan kecupan lembut.
"Kamu lucu sekali." Jeff menjadi sangat gemas dengan gadis kecilnya ini.
__ADS_1
Kemudian ia menarik tengkuk Kirana, lalu mengecup kening, pipi, terakhir ciumannya itu mendarat di bibir mungil Safira yang sudah sangat dia rindukan.
Safira memejamkan matanya, saat bibir seksi itu mendarat sempurna di permukaan bibirnya.
Jeff menyesap bibir Safira atas bawah bergantian, keduanya saling berciuman lembut saling menyesap, dan membelit lidah, menyalurkan segala rindu, kasih sayang, dan cinta mereka yang selama ini terkikis jarak.
Ciuman yang lembut itu lama-lama semakin panas dan menuntut, keduanya itu mulai terbakar gairah.
Jeff semakin memperdalam ciumannya dan salah satu tanganya masuk kedalam kaos Safira dan mencari sesuatu di dalam sana.
"Euggh." Safira melenguh tertahan karena bibirnya di bungkam ciuman panas Jeff. Tubuhnya meremang, merinding dan merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak dia rasakan, Jeff memilin pucuk dadanya dengan gemas, meninggalkan sensasi yang sangat luar biasa di tubuhnya.
Beruntung di taman kota itu sepi pengunjung, tidak seperti biasanya. Mungkin karena kondisi sudah malam hari dan cuaca juga mendung, membuat orang malas untuk sekedar nongkrong di taman itu.
"Jeff, jangan disini," pinta Safira, dengan suara yang parau. Ia menahan tangan Jeff yang akan menyibakkan kaosnya ke atas.
Jeff menurun kaos Safira, kemudian ia menarik tangan kekasihnya dan membawanya arah mobil mereka yang terparkir tidak jauh dari taman tersebut.
__ADS_1
*
*
*
Bruk
Jeff mendorong tubuh Safira hingga terletang di jok belakang mobil tersebut, kemudian ia melepaskan kaosnya dan meleparkannya asal, setelah itu ia menindih tubuh Safira, dan ia mulai mencumbu lagi kekasihnya itu.
"Jeff." Safira melenguh ketika, pria itu menciumi lehernya dengan sangat buas.
Jeff sudah seperti serigala yang kelaparan, lalu ia meloloskan kaos dan Bra Safira. Terpampanglah dua bukit kembar yang terlihat bulat menantang dan sangat menggiurkan. Bukit kembar yang sudah lama tidak di sentuhnya. Ia menundukkan kepalanya lalu menyesap pucuk dada itu bergantian, dan salah satu tangannya pun merambat turun ke bawah menuju sarang lebah milik Safira.
"Ah." Desah Safira tertahan, dan tubuhnya menggelinjang ketika di sentuh dengan penuh kelembutan.
Emaknya khilaf nulisnya🤭
__ADS_1
Sajen mana sajen?? Malam minggu nihh, di temenin sama yang hot-hot😆