
Aries menghela nafasnya dengan kasar, lalu ia menggeleng pelan sebagai jawaban.
"Ariess!" mohon Safira, dan menatap pria itu dengan tatapan memelas.
"Huh, baiklah," ucap Aries pada akhirnya. "Tapi, kamu harus membentengi hatimu dari sekarang," lanjut Aries, menatap datar Safira.
"Kamu tenang saja, karena aku tidak akan mungkin jatuh cinta kepadanya," jelas Safira, dengan sangat yakin.
Aries tersenyum miring dan menatap Safira semakin datar. "Apa kamu yakin?" tanya Aries, setelah itu ia segera keluar dari toilet tersebut dengan perasaan kesal.
"Tentu saja aku yakin dengan hatiku sendiri, kenapa dia terlihat sewot begitu, sih?" tanya Safira pada dirinya sendiri, sembari menatap kepergian Aries.
*
*
*
Setelah selesai dari toilet, Safira menghampiri Jeff yang menunggunya di tempat duduk yang ada di depan Bioskop tersebut.
"Sudah selesai?" tanya Jeff, dan Safira mengangguk pelan.
"Kenapa maskernya di pakai lagi?" tanya Safira, ketika melihat Jeff menggunakan maskernya kembali.
Jeff tidak menjawab, melainkan ia langsung berdiri dan menggandengan tangan Safira dengan lembut.
DEG
__ADS_1
Jantung Safira berdetak dengan cepat, saat merasakan sentuhan lembut dari telapak tangan yang kekar itu.
Kuatkan hatimu, Safira! Batin Safira, menyemangati dirinya sendiri.
Bayangan dirinya berciuman dengan Jeff masih terngiang di kepalanya, bibir lembut Jeff masih terasa melekat di permukaan bibirnya, apalagi saat lidah Jeff menyapu rongga mulutnya dengan sensual membuat jantung Safira semakin berdetak tidak beraturan.
Astaga jantungku! Batin Safira, semakin resah.
Tuhan, jauhkan aku dari segala rasa ini. Doa Safira di dalam hati.
Sedangkan Aries semakin terlihat mengeraskan rahangnya ketika melihat kedekatan Safira dan Jeff dari kejauhan.
Aku harap kamu tidak akan menjadi penghianat! Fir! Batin Aries.
*
*
*
"Fir, terima kasih untuk hari ini," ucap Jeff, saat mobil yang ia kendarai sudah berhenti tepat di depan pintu gerbang rumah megah itu.
"Iya, sama-sama," jawab Safira, mendadak menjadi canggung. "Em, kalau begitu aku masuk ke dalam dulu," pamit Safira, tanpa mendengar ucapan Jeff, ia langsung keluar dari mobil tersebut dan berlari masuk kedalam rumahnya.
Jeff tersenyum sendiri saat melihat tingkah Safira yang menggemaskan dan juga sangat polos menurutnya, kemudian ia mengusap bibirnya sendiri yang beberapa saat yang lalu mengambil ciuman pertama Safira. "Aku tidak mungkin jatuh cinta dengannya bukan? Ini tidak mungkin terjadi," gumam Jeff, lalu segera melajukan mobilnya kembali menuju Apartemennya, tempatnya ia bersembunyi selama ini.
Sampai di dalam rumahnya, Safira langsung di introgasi oleh Devan dan juga Ryan.
__ADS_1
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Safira dengan nada kesal.
"Masih utuh 'kan?" tanya Ryan, sembari menatap Safira dengan penuh selidik.
"Tentu saja masih utuh! Memangnya aku di makan oleh Jeff!" sungut Safira kepada Kakak iparnya.
"Yang aku tahu, Jeff Smith adalah penjahat kelamin dan suka bergonta-ganti partner ranjang. Ya, barang kali dia mengambil kesempatan darimu," jelas Ryan, membuat Safira membola sempurna.
"Kakak tidak bercanda 'kan?" pekik Safira, dengan wajah yang sangat terkejut bercampur panik.
"Hei! Kenapa kamu terlihat terkejut dan panik begitu!" tanya Devan, menatap tajam putrinya.
"Aku panik? Tentu saja tidak!" sanggah Safira cepat.
Aih, menjijikan! Ternyata di adalah seorang Mafia ranjang juga! maki Safira di dalam hati. Ingin rasanya ia mencuci bibirnya dengan kembang 7 rupa untuk menghapus bekas ciuman itu.
"Jadi, apakah hari ini ada perkembangan? Apa kamu sudah berhasil menarik hatinya?" tanya Devan, kepada Putrinya.
Dan, Safira mengangguk dengan pelan.
"Good Job! Uang bulananmu akan Papi tambah 10 kali lipat," ucap Devan, bangga dengan putrinya.
Rasa kesal di dalam hati Safira langsung sirna begitu saja, dan tergantikan dengan rasa bahagia karena mendapat uang bulanan lebih dari Papinya.
"Benarkah Pi? Kalau di tambah 10 kali lipat itu berarti Uang bulananku menjadi 1 Miliyar?! Woahhh aku menjadi Milyader mendadak!!" pekik Safira, lalu menghambur, memeluk Devan dengan erat tak lupa ia juga mencium pipi Devan berulang kali, sebagai ucapan terimakasih.
Aku mau dong, Pi di kasih 10 lembar aja yang berwarna merah, 😁
__ADS_1
Jangan lupa likenya ya!