
Hari berlalu dengan begitu cepat dan tidak terasa Aksa sudah berusia empat tahun, anak lelaki tersebut terlihat sangat tampan dan juga sangat cerdas.
"Papa, can i have ice cleam?" tanya Aksa dengan raut wajah memohon dan terlihat menggemaskan.
"No!" jawab Ryan tegas.
Aksa cemberut kesal, ketika mendapat jawaban yang tidak memuaskan dari ayahnya.
"Please," mohon Aksa sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada dan memperlihatkan puppy eyesnya, agar ayahnya itu mengijinkannya memakan es krim.
Ryan yang sedang berada di ruang keluarga sembari memainkan game yang ada di ponselnya, menghela nafasnya sejenak lalu ia meletakkan ponselnya tersebut di atas sofa.
"Kemarilah." Ryan menepuk pahanya agar putranya itu duduk di pangkuannya.
Aksa tersenyum, dengan cepat ia duduk di pangkuan ayahnya, menghadap ke arah Ryan.
"Ryan! Jangan terlalu tegas kepada putra kita!" seru Crystal yang berjalan dari arah dapur sambil membawa satu Cup es cream berukuran kecil.
Aksa menoleh ke arah sumber suara dan besorak di dalam hati karena ada bidadari yang akan membantunya.
Ryan memutar kedua matanya dengan malas. "Oh! Ayolah Crys! Kamu pun sama selalu memanjakan Aksa!" balas Ryan tidak mau kalah.
__ADS_1
"Apa kamu tidak melihatnya jika gigi Aksa sudah mulai rusak karena kamu terus memberikannya es krim dan juga cokelat!" lanjut Ryan lagi.
"Wajar aku memanjakannya, karena aku sangat menyayangi putraku! Tidak seperti kamu!" kesal Crystal sembari memberikan es krim tersebut kepada putranya.
"Aku juga menyayangi putraku!" balas Ryan, lalu merebut es krim tersebut dari tangan putranya.
'"Biar Papa yang menyuapi kamu," ucap Ryan, kepada putranya.
"OH! MY GOD! Kamu bicara sama anak sendiri saja datar begitu! Dasar kanebo kering!" Crystal semakin kesal kepada suaminya yang selalu terlihat kaku kepada siapapun.
"Apa kamu masalah dengan sikap Papa yang seperti ini?" tanya Ryan, kepada putranya, sambil membuka bungkusan es krim tersebut.
"Terima kasih Boy," ucap Ryan, lalu mulai menyuapkan es krim tersebut kepada putranya.
Entar dulu deh, emak kok fokus sama bulu tangannya ya? Berbulu banget, apa lagi di tempat lainnya pasti tambah lebat. 🤣
"Ayah sama anak sama saja!" dumel Crystal, ketika melihat anaknya membela ayahnya, lalu ia mendudukan diri sofa yang ada di sana, tepatnya berseberangan dengan Suaminya.
"Hanya boleh makan sedikit es krim saja, Oke!" ucap Ryan, ketika satu suap es krim sudah masuk ke dalam mulut Aksa dan selebihnya di makan habis oleh Ryan.
__ADS_1
"Yah, habis." Ryan menunjukkan cup es krim yang sudah kosong itu dengan sengaja.
"Kenapa di habiskan? Huwa Mamaaaa," teriak Aksa menangis histeris.
"Ya ampun Ryan!! Kamu selalu saja menggoda Aksa seperti ini!" kesal Crystal, lalu mengambil alih Aksa ke gendongannnya.
"Awas saja nanti malam kamu tidak akan mendapatkan jatahmu!" ancam Crystal kepada suaminya.
"Tidak masalah bagiku!" jawab Ryan, lalu beranjak dari duduknya dan mencium pipi Crystal dan Aksa bergantian.
Crystal mendengus kesal, karena ancamannya tidak pernah berlaku bagi suaminya.
"Aku cebal sama, Papa! Huwaa Mama es klim ku." Aksa menangis sambil mengusap pipinya yang baru saja di kecup oleh ayahnya.
"Lihat karena ulahmu, Aksa jadi menangis seperti ini!" amuk Crystal.
"Menangis itu juga baik untuk kesehatan jantung loh." Jawaban Ryan, semakin membuat Crystal marah.
Begitulah Ryan suka menggoda putranya sendiri, dan tidak akan puas jika belum melihat Aksa menangis histeris.
"Oke! Maafkan Papa, sebagai gantinya ayo kita pergi ke taman bermain," ajak Ryan, sambil terkekeh pelan saat mendapat tatapan tajam dari istrinya.
__ADS_1