Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Golok sakti


__ADS_3

Safira menghela nafasnya, lalu ia pun beranjak dari duduknya dan tidak lupa ia membawa kamera dan juga tasnya. Ia memutuskan untuk segera pulang kerumah, mengingat hari sudah semakin sore.


Kediaman keluarga Fadaei.


Safira memasuki rumahnya dengan santai. Keadaan rumah besar itu terlihat sangat sepi setelah Kakaknya memilih tinggal bersama suaminya.


"Fira, dari mana saja jam segini baru pulang?" tanya Raya, dari arah dapur. Sepertinya ibunya itu baru selesai memasak.


"Main di taman, Mami sayang," jawab Safira, mengerucut sebal, lalu menghampiri ibunya dan mencium punggung tangan Raya.


"Tangan Mami bau terasi," celetuk Safira, lalu segera melarikan diri menuju kamarnya yang letaknya di lantai 2.


"Hei!! Anak luknut! Enak saja bau terasi," teriak Raya, kemudian ia mencium tangannya sendiri.


"Hoekk, ternyata benar. Oh! Ya amidong, harus kesalon Emanuel ini untuk menghilangkan bau terasi ini," gumam Raya, lalu melepaskan apronnya dan menyerahkan kepada pelayan yang melintas di depannya. Kemudian ia berjalan menuju kamarnya untuk mengambil tas dan juga dompetnya.


"Mau kemana, Mi?" tanya Devan, ketika melihat istrinya mengambil tas.


"Mau kesalon," jawab Raya, tanpa menoleh.


"Bukankah kemrin habis dari salon?" tanya Devan lagi, dengan raut wajah yang bingung.

__ADS_1


"Memang kenapa? Tidak boleh! Lagian duitmu banyak untuk apa jika tidak di guankan?! Ke salon juga murah kok, sekali perawatan cuma 100 juta!" cerocos Raya, dengan perasaan kesal.


"Jangan pelit!" lanjut Raya, sewot.


Salah! selalu saja salah kalau ngomong sama makhluk yang berjenis wanita! Batin Devan, lalu mengusap wajahnya dengan kasar.


"Tidak pelit, sayang. Hanya bertanya saja," jawab Devan, dengan lembut. Lalu menghampiri istrinya dan memeluk istrinya dari samping.


"Coba cium tanganku bau terasi! Kamu sih, pakai minta di buatkan sambal terasi!" kesal Raya, lalu membekap hidung Devan dengan salah satu tangannya.


"Sayang!" Devan langsung menjauhkan tangan istrinya.


"Bagaimana? Mantap 'kan aromanya? Maka dari itu, aku ingin ke salon untuk menghilangkan aroma terasi ini," ucap Raya.


"Apa kamu bilang? Aku apa?" geram Raya, lalu melepaskan pelukan suaminya dengan kasar.


"Ah, itu apa ya—"


"Malam ini tidur di luar! Tidak ada jatah jungkat-jungkit selama satu minggu!!!" amuk Raya, lalu keluar dari kamarnya dengan perasaan kesal.


NGEK

__ADS_1


Devan langsung melotot sempurna, mendengar ancaman istrinya yang sangat mengerikan itu.


Tidur di luar? Dan tidak dapat jatah satu minggu?! Oh No! Golok saktiku bisa karatan! Batin Devan, lalu mengejar istrinya.


*


*


*


Semantara itu Safira yang di dalam kamar hanya menggelengkan kepalanya, saat mendengar Ayah dan Ibunya ribut masalah yang tidak penting menurutnya.


"Dasar Aki dan Nenek rempong!" gumam Safira lalu, mengambil kameranya yang terletak diatas meja belajarnya, lalu ia membuka satu persatu foto yang ia ambil di taman tadi.


"Eh, ini bukannya Jeff?" gumam Safira, saat melihat salah satu foto di taman, dan di foto tersebut ada sosok Jeff yang berdiri di seberang jalan, tidak jauh dari taman tersebut.


Safira memperbesar foto tersebut. "Iya benar. Berarti dia sudah mengawasiku sejak tadi?" Mengingat foto tersebut di ambil sebelum Jeff datang.


"Mungkin hanya sebuah kebetulan," gumam Safira, lalu meletakkan kamerannya lagi. Dan ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Terima kasih, selalu mendukung karya Emak gesrek❤❤

__ADS_1


Semoga kalian semua sehat selalu, dan lancar rejekinya. aminnn🙏


__ADS_2