Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Bau kemenangan


__ADS_3

Ryan dan Devan berjalan beriringan menuju pulang kerumah. "Lebih baik nanti kamu bersihkan tubuhmu di kamar mandi yang ada di belakang rumah, bau tubuhmu sangat menjijikan," ucap Devan seraya menutupi hidungnya.


"Menurut Papi baunya menjijikan, tapi buatku bau ini adalah bau kemenangan." Ryan menanggapi perkataan Ayahnya sembari terkekeh pelan.


"Ya, ya, ya," jawab Devan, ikut terkekeh.


"Ngomong-ngomong Papi bisa sampai di perkampungan belakang itu dengan siapa?" tanya Ryan, sembari menggaruk perut kotak-kotaknya yang terasa gatal karena digigit nyamuk.


"Oh! Ya, ampun, aku lupa dengan dua satpam itu," jawab Devan, sembari menepuk keningnya. Ia benar-benar melupakan dua satpam yang menemaninya.


"Biarkan sajalah, nanti juga pulang sendiri," jawab Ryan terkekeh. "Lagian, mereka pengecut sekali,' cibir Ryan, namun lirikan matanya kearah Devan.


"Huh! Kamu meledekku terus! Dasar menantu luknut!" umpat Devan. Ryan malah tergelak saat mendengar kalimat terakhir Ayah mertuanya.


"Luknut? Apa itu luknut?" Ryan bertanya dengan wajah yang serius.


"Cari dikamusnya Malin," jawab Devan, membuat Ryan mengernyit heran.


Malin? Malin kundang? Batin Ryan bertanya-tanya.


"Ryan, sebenarnya apa rencanamu?" tanya Devan, karena ia sendiri tidak tahu apa yang sedang direncanakan menantunya untuk memancing Bos besar yang mengincar Crystal.

__ADS_1


"Nanti juga tahu, aku perlu mempersiapkannya dengan matang," jawab Ryan, membuat Devan semakin sangat pernasaran.


"Jangan membuatku mati penasaran," ketus Devan.


Tidak terasa keduanya kini sudah berada di depan gerbang rumah mewahnya. Ryan membuka pintu gerbang tersebut dan mempersilahkan Devan masuk terlebih dahulu.


"Papi tidak akan mati penasaran, akan tetapi akan mati dengan keadaan yang sangat mulia," jawab Ryan, langsung berlari menuju halaman belakang, sebelum Devan menghajarnya.


"Ya! Kau menantu luknut! Kau menyumpahiku mati dengan cepat!" teriak Devan, kepada Ryan yang sudah tidak terlihat lagi.


Dua satpam yang berjaga di pos, sampai menahan tawa saat melihat Tuannya di olok menantunya sendiri.


"Apa kalian lihat-lihat! jemput teman kalian di perkampungan belakang sana!" seru Devan, menatap tajam dua satpam itu.


"A apa? Kampung hantu?" beo Devan, mengusap bulu kuduknya yang berdiri, kemudian ia langsung berlari kedalam rumah.


*


*


*

__ADS_1


Ryan sudah selesai membersihkan dirinya, dan kini ia hanya menggunakan jubah mandi yang tergantung di kamar mandi belakang. Ia berjalan menuju kamar istrinya, dengan perlahan.


Ceklek


Ryan membuka pintu kamar istrinya dengan pelan. Ia memasuki kamar tersebut dan ia melihat istrinya sudah tidur di atas ranjang dengan posisi yang sangat menantang ditambah lagi Crystal hanya menggunakan lingerie berwarna merah, memperihatkan lekuk tubuhnya yang sangat seksih dan menggoda, membuat tombak sakti Ryan yang super jumbo itu langsung tegak berdiri.


"Aku sangat lelah, tapi kamu malah menggodaku," gumam Ryan, berjalan mendekat ke arah tempat tidur. Ia membuka jubah mandinya yang menutupi tubuh polosnya.


Perlahan ia mulai merangkak keatas tubuh istrinya dan tangannya membelai lembut setiap inci lekukan tubuh istrinya yang sangat seksih itu.


Crystal mulai menggeliat karena merasa tidurnya terusik, perlahan ia membuka kedua matanya.


"Rya— emppp." Belum selesai bicara, bibirnya sudah dibungkam ciuman panas suaminya.


Ryan tidak memberikan kesempatan istrinya untuk berbicara, ia terus menyesap dan melumaat bibir istrinya itu dengan penuh gairah, dan kedua tangannya meremat buah pir yang semakin besar itu yang sebentar lagi akan menjadi buah melon segar.


Srakk


**Bersambung dulu deh,,


Otak emak ngelag lagi🤣🙏**

__ADS_1


Dukung terus karya Emak ya, dengan cara kasih loke, vote, komentar, dan kasih gift semampu kalian..❤


__ADS_2