Oh! My Bodyguard

Oh! My Bodyguard
Berdebat


__ADS_3

Ryan dan Crystal memasuki Apartemen bersama.


"Duduklah disini, aku akan mengobati lukamu," ucap Ryan, menuntun Crystal duduk di sofa ruang tamu.


Setelah istrinya duduk manis diatas sofa, Ryan mengambil kotak P3K. "Maaf," ucap Ryan, saat melihat leher mulus itu tergores. Ia merasa bersalah akan hal itu.


"Iya." Crystal memalingkan wajahnya, saat Ryan mengobati lehernya.


"Ssshh." Crystal berdesis, ketika lukanya terasa perih saat di obati oleh suaminya.


"Sudah," ucap Ryan, lalu beranjak untuk mengembalikan kotak P3K itu di tempatnya.


*


*


*


Di ruang tamu itu terasa canggung, saat Crystal dan Ryan duduk bersebelahan namun mereka tidak saling berbicara.


"Crys, apa kamu akan disini atau akan pulang kerumah?" tanya Ryan, mulai pembicaraan.


"Aku rasa jika aku pulang rumah sendiri akan menjadi pertanyaan besar di seluruh keluargaku, dan mereka akan mengetahui jika kita bertengkar," jawab Crystal dengan polosnya, membuat sudut bibir Ryan terangkat.

__ADS_1


"Jadi?" tanya Ryan, menggantung.


"Ya, aku akan tetap disini," jawab Crystal.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mencari hotel terdekat sini."


"Kenapa hotel? Bukankah ini Apartemenmu? Kalau begitu lebih baik aku yang tidur di hotel," ucap Crystal. Ia terkesan seperti mengusir Ryan, jika membiarkan suaminya itu tidur di hotel.


"Tidak! Semua Apartemen dan seluruh aset yang aku miliki sekarang adalah milikmu," jawab Ryan, beranjak menuju kamarnya.


"Apa dia bilang?" gumam Crystal, tidak percaya dengan ucapan suaminya. Lalu ia mengikuti suaminya dari belakang. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Crystal, saat melihat Ryan memasukan baju kedalam koper yang berukuran sedang.


"Aku sudah bilang, bukan? Jika aku akan tidur di hotel," ucap Ryan, tersenyum paksa.


"Tidak! Aku saja yang tidur dihotel." Crystal menumpahkan isi Koper yang berisi pakaian Ryan, lalu ia mengambil pakaiannya sendiri dan memasukannya kedalam koper tersebut.


"Ryan!"


Dan akhirnya terjadilah rebutan koper dan juga pakaian, hingga seluruh pakaian di lemari itu menjadi berantakan. "Lihat, gara-gara kamu, semuanya menjadi berantakan!" Crystal menuding suaminya.


"Kenapa aku?? Kamu yang memulainya! Coba jika kamu tidak mencegahku semua tidak akan menjadi seperti ini!" kesal Ryan, memunguti semua pakaian yang berhambur diatas lantai.


"Ya! Apa yang kamu pegang itu! Lepaskan dari tanganmu!" teriak Crystal, saat melihat suaminya mengambil Bra dan juga underwearnya.

__ADS_1


"Ck! Memang apa yang aku pegang, hanya sebuah benda ini? Bahkan aku sudah pernah menyentuh dan mencicipi isinya!" Ryan berdecak kesal, sembari menjejeng Bra berukuran 36 B.


Blushh


Wajah Crystal memerah malu, saat mendengar penuturan suaminya yang tidak berfilter itu.


"Ih! Kamu menjengkelkan sekali!" Crystal menarik paksa Bra yang sedang di jenjeng suaminya.


"Kayak perawan saja!" celetuk Ryan, dan segera keluar dari kamarnya.


"Aaron Ryan!!!" teriak Crystal sanga keras. "Awas saja kau kanebo kering!" Crystal terus mengumpati suaminya, sembari membereskan pakaian itu kedalam lemari lagi.


*


*


Sedangkan di ruang tamu, Ryan tersenyum puas karena berhasil menahan istrinya agar tetap bersamanya, kemudian ia menyalakan sebatang rokok dan segera menghisap asap rokok tersebut dari mulut dan menghembuskan asap rokok itu dari hidung.


Ting Ting


Suara bel apartemen bunyi, bertanda jika ada tamu datang berkunjung.


Ryan mengernyit heran, lalu ia menatap jam tangannya dan waktu menunjukan jam 9 malam. "Siapa yang berkunjung malam-malam begini?" gumam Ryan, beranjak dari duduknya dan mengambil senjata apinya yang terselip di sofa.

__ADS_1


Hayo siapa tamunya? Emak kasih kejutan buat kalian๐Ÿ˜‰


Tapi sebelum itu, kasih dukungannya dunk dan jangan lupa like! ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2